Smedley menilai gaya Russell yang halus, presisi, dan sangat mengandalkan perhitungan—gaya yang membuatnya menonjol pada era mobil dengan efek tanah—tidak lagi sepenuhnya cocok dengan karakter mobil F1 2026. Russell, menurutnya, justru sedang “berpikir terlalu keras” hingga kehilangan kecepatan yang biasanya muncul ketika ia mempercayai instingnya .
“Kimi sedang berada dalam flow state dan melakukannya dengan sangat alami. Ketika masuk ke mobil, dia langsung tampil dan tidak terlalu banyak berpikir. Karena itu, dia tidak mengemudi secara berlebihan—semuanya mengalir begitu saja,” kata Smedley .
Nasihat Coulthard jauh lebih konfrontatif. Dalam podcast Up To Speed pada April 2026, mantan pembalap itu mengatakan Russell harus mulai mengganggu keyakinan Antonelli.
“George harus mulai mengikis kepercayaan diri Kimi. Dia harus lebih proaktif dan tegas secepatnya karena Kimi sedang semakin percaya diri,” ujar Coulthard .
Coulthard kemudian memperingatkan bahwa Russell harus mengalahkan Antonelli di Barcelona jika masih ingin menjaga peluang juaranya tetap hidup. Jika tidak, menurutnya, harapan Russell untuk merebut gelar dunia bisa berakhir .
Pada 4 Agustus, Coulthard menggambarkan rentetan nasib buruk Russell sebagai sesuatu yang “lebih parah daripada kisah Rocky”. Ia menyebut musim tersebut sebagai proses “pembentukan karakter” yang bahkan terasa terlalu ekstrem untuk naskah film Hollywood .
“Musim ini benar-benar mengejutkan. Seberapa banyak kesialan yang bisa dialami satu orang?” kata Coulthard .
Namun, Russell menolak pendekatan permainan psikologis tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak perlu menggunakan taktik yang meragukan untuk bersaing.
“Lewis Hamilton telah meraih pencapaian luar biasa dalam kariernya dengan selalu bersikap adil dan terhormat. Saya tahu prinsip, identitas, dan kemampuan balap saya. Saya tidak perlu menggunakan taktik yang dipertanyakan,” ujar Russell .
Perbedaan antara Russell dan Antonelli terlihat jelas. Russell diminta untuk mengurangi analisis sekaligus meningkatkan agresivitas. Antonelli, yang baru berusia 19 tahun, justru tampak menjalankan kedua hal tersebut secara alami.
Gaya mengemudi Antonelli ditandai dengan input setir yang cepat dan agresif. Ia berusaha memperpendek radius tikungan dan membuat mobil segera berputar ke arah yang diinginkan. Antonelli menggambarkan teknik itu seperti berusaha “melipat tikungan” .
Para analis juga menilai Antonelli sangat peka terhadap selip kecil serta perubahan kondisi lintasan. Ia dapat merespons secara spontan terhadap sinyal kecil dari setir, pedal, dan ban, tanpa terlihat perlu menghitung semuanya terlebih dahulu .
Karakter tersebut tampaknya cocok dengan regulasi F1 2026 yang menghasilkan mobil lebih ringan, downforce lebih rendah, serta sistem deployment energi yang menuntut pembalap untuk terus menyerang . Gaya Antonelli yang agresif dan adaptif pun menjadi keunggulan, sedangkan pendekatan Russell yang lebih halus masih kesulitan menemukan titik optimalnya.
Setelah GP Monako, Antonelli mengatakan:
“Hari ini saya merasa benar-benar menyatu dengan mobil. Saya berhasil membangun ritme yang solid bersama mobil secara alami” .
Antonelli kini memimpin klasemen dengan enam kemenangan dan enam pole position .
Jika diringkas, Smedley melihat Russell sebagai pembalap yang terjebak di dalam kepalanya sendiri. Kekuatan analitisnya berubah menjadi beban karena ia terlalu memikirkan hasil, tekanan, dan pergerakan lawan.
Coulthard melihat persoalan yang berbeda: Russell sedang kehilangan momentum, tertinggal dari rekan setim yang kian percaya diri, dan terus dihantam nasib buruk. Solusi yang ia tawarkan adalah bertarung lebih keras serta memaksa Antonelli merasakan tekanan.
| Nasihat Smedley untuk Russell | Nasihat Coulthard untuk Russell | Pendekatan alami Antonelli | |
|---|---|---|---|
| Masalah utama | Terlalu banyak berpikir dan kehilangan ritme | Kurang tegas, kehilangan momentum, dan dilanda kesialan | Tidak mengalami konflik serupa |
| Solusi | Berhenti menganalisis dan mempercayai insting | Lebih proaktif, agresif, dan menekan lawan | Terus melakukan apa yang terasa alami |
| Gaya mengemudi | Halus, presisi, dan cerebral | Tidak secara langsung membahas teknik mengemudi | Agresif, adaptif, dan memperpendek tikungan |
| Kondisi mental | Terbebani dan tegang | Reaktif serta kehilangan momentum | Percaya diri dan menyatu dengan mobil |
Kebenaran yang tidak nyaman bagi Russell adalah bahwa kedua penasihat itu mungkin sama-sama benar. Ia perlu berhenti overthinking, tetapi juga harus berani bertarung lebih keras. Pada saat yang sama, ia harus beradaptasi dengan gaya mengemudi yang berbeda dari pendekatan halus dan presisi yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Antonelli tidak menghadapi dilema serupa. Gaya agresifnya sudah menyatu dengan tuntutan mobil F1 2026—dan untuk saat ini, ia hanya perlu terus melakukan apa yang datang secara alami.