Aktivis Greenpeace East Asia mengkonfrontasi langsung CEO Nvidia, Jensen Huang, di depan hotel di Taipei pada 28 Mei 2026. Aksi ini dipicu riset terbaru yang menunjukkan konsumsi listrik dari produksi chip AI global melonjak lebih dari 350%, sementara emisi dari sektor chip di Taiwan naik empat kali lipat antara tah...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What actions did Greenpeace East Asia activists take against Nvidia CEO Jensen Huang in Taipei, what environmental concerns about Nvidia's s. Article summary: ## Protest Actions in Taipei. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Today, Greenpeace East Asia activists confronted US semiconductor giant NVIDIA CEO Jensen Huang in Taipei face-to-face, demanding that the AI chip monolith and its billionaire foun" source context "Greenpeace Challenges NVIDIA CEO on Supply Chain Carbon | Mirage News" Reference image 2: visual subject "Today, Greenpeace East Asia activists confronted US semiconductor giant NVIDIA CEO Jensen Huang in Taipei face-to-face, demanding that the AI chip monolith and its billionaire foun" source context "Greenpeace Challenge
Aktivis Greenpeace menjalankan kampanye mereka untuk industri AI yang lebih bersih dengan cara yang sangat langsung: menghadang CEO Nvidia, Jensen Huang, pada 28 Mei 2026, di depan Hotel Mandarin Oriental, kawasan Songshan, Taipei. Aksi tatap muka ini menjadi puncak dari kampanye berbulan-bulan yang menyasar apa yang mereka sebut sebagai "ilusi hijau" Nvidia—sebuah citra publik yang inovatif namun menutupi rantai pasok yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil di Asia Timur .
Para aktivis dari Greenpeace Asia Timur menyodorkan sebuah model cetak 3D berisi tuntutan langsung kepada Huang. Aksi di Taipei ini bukan yang pertama. Sebelumnya, aksi yang paling mencolok adalah kampanye baliho berjalan di San Jose, California, selama konferensi GTC andalan Nvidia pada Maret 2026, dengan pesan blak-blakan untuk Huang: "Jensen, Pilih Masa Depanmu" .
Protes di Taipei bukanlah aksi spontan. Aksi ini didukung oleh riset dari Greenpeace Asia Timur, termasuk laporan berjudul “Nvidia’s Green Illusion” dan “Chipping Point”, yang melukiskan gambaran suram tentang biaya lingkungan dari ledakan AI.
Peningkatannya dramatis. Menurut riset Greenpeace, konsumsi listrik dari produksi chip AI global meroket lebih dari 350% antara tahun 2023 dan 2024 . Lonjakan ini terkonsentrasi di Asia Timur, pusat produksi semikonduktor canggih dunia.
Di Taiwan saja, emisi dari produksi chip AI melonjak dari 41.200 metrik ton pada 2023 menjadi 185.700 metrik ton pada 2024—melonjak lebih dari empat kali lipat hanya dalam setahun . Pertumbuhan ini terutama dipenuhi oleh bahan bakar fosil, bukan oleh sumber energi terbarukan baru. Greenpeace memperingatkan tren ini menciptakan “ketergantungan pada bahan bakar fosil” (fossil fuel lock-in) yang berbahaya
.
Data emisi Nvidia sendiri mencerminkan skala ini. Analisis menemukan bahwa emisi rantai pasok perusahaan—yang diklasifikasikan sebagai Scope 3—melonjak tajam. Menurut laporan Greenpeace, emisi tersebut lebih dari dua kali lipat, dari 2,97 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun fiskal 2023 menjadi 6,03 juta ton pada tahun fiskal 2025, jumlah yang setara dengan emisi tahunan lebih dari 125.700 rumah tangga di AS . Dokumen Greenpeace lain menempatkan angkanya pada 6,91 juta ton CO₂ ekuivalen untuk tahun fiskal 2025, hampir dua kali lipat dari 3,51 juta ton pada tahun fiskal 2023
.
Lebih kritis lagi, lebih dari 80% total jejak karbon Nvidia berasal dari rantai pasoknya, yang sebagian besar berada di Asia Timur . Meskipun demikian, perusahaan belum menetapkan target yang jelas untuk memangkas emisi ini atau melakukan investasi langsung dalam proyek energi terbarukan di pusat manufaktur utamanya seperti Taiwan dan Korea Selatan
.
Investigasi terhadap 20 pemasok terbesar Nvidia, yang mewakili lebih dari 50% dari harga pokok penjualannya (cost of goods sold), mengungkap kesenjangan signifikan dalam adopsi energi bersih. Laporan tersebut menemukan “defisit dekarbonisasi” di rantai pasok Asia Timur Nvidia. Di sana, hanya 24% listrik pemasok berasal dari energi terbarukan, sangat kontras dengan lebih dari 80% di antara pemasok mereka di Amerika Utara . Kesenjangan ini membuat Greenpeace menempatkan Nvidia di peringkat terbawah di antara perusahaan AI besar dalam hal upaya dekarbonisasi rantai pasok
.
Konfrontasi di Taipei adalah bagian dari kampanye global Greenpeace “Clean AI, Clean Future”, yang menetapkan tuntutan jelas bagi perusahaan chip paling berharga di dunia ini .
Argumen dasarnya sederhana dan lugas. Greenpeace berpendapat bahwa Nvidia tidak bisa memposisikan diri sebagai mesin dari "revolusi industri AI" abad ke-21, sementara rantai pasoknya tetap digerakkan oleh apa yang mereka sebut sebagai "sumber energi abad ke-19" .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Aktivis Greenpeace East Asia mengkonfrontasi langsung CEO Nvidia, Jensen Huang, di depan hotel di Taipei pada 28 Mei 2026.
Aktivis Greenpeace East Asia mengkonfrontasi langsung CEO Nvidia, Jensen Huang, di depan hotel di Taipei pada 28 Mei 2026. Aksi ini dipicu riset terbaru yang menunjukkan konsumsi listrik dari produksi chip AI global melonjak lebih dari 350%, sementara emisi dari sektor chip di Taiwan naik empat kali lipat antara tahun 2023 dan 2024.
Greenpeace menuntut tiga hal: Nvidia harus berkomitmen menggunakan 100% energi terbarukan di seluruh rantai pasoknya pada 2030, menerbitkan laporan transparan tahunan tentang emisi pemasok, dan berinvestasi langsung d...