Meta sedang memperketat cara Instagram dan Facebook memastikan usia penggunanya. Intinya: perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan tanggal lahir yang diketik saat membuat akun. Meta mengatakan teknologi berbasis AI akan dipakai untuk memperkuat penindakan terhadap pengguna di bawah umur, termasuk lewat analisis visual berbasis AI, serta menempatkan akun yang diduga milik remaja ke pengalaman yang lebih sesuai usia [20].
Dalam pengumuman untuk Brasil, Meta juga menyebut teknologi analisis visual AI baru untuk membantu mendeteksi orang di bawah 13 tahun, sekaligus memasukkan orang yang dianggap berusia di bawah 18 tahun tetapi mungkin berbohong soal umur ke pengalaman yang lebih terlindungi [22].
Yang berubah di Instagram dan Facebook
Pertama, pengecekan usia makin otomatis. Meta menyebut adanya “AI visual analysis” atau analisis visual berbasis AI untuk memperkuat penegakan aturan terhadap pengguna yang terlalu muda [20]. Pengumuman Meta di Brasil secara eksplisit menyebut teknologi visual AI baru untuk mendeteksi orang di bawah 13 tahun [
22]. Laporan lain menjelaskan bahwa pengecekan ini tidak hanya melihat tanggal lahir, tetapi juga dapat memakai sinyal dari gambar yang diunggah, komentar, dan video [
13].
Kedua, akun anak di bawah 13 tahun menjadi sasaran utama penindakan. Untuk Instagram dan Facebook, laporan di Uni Eropa menyebut Meta menetapkan usia minimum 13 tahun; Komisi Eropa menilai anak-anak masih bisa terlalu mudah memasukkan tanggal lahir palsu saat membuat akun [2]. Langkah baru ini ditujukan untuk mengeluarkan anak di bawah 13 tahun dari platform Meta, sementara orang dewasa yang keliru diblokir disebut akan punya mekanisme untuk mengajukan keberatan [
6][
3].
Ketiga, remaja yang diduga memakai usia palsu akan otomatis masuk mode perlindungan. Jika Meta menilai sebuah akun sebenarnya milik pengguna di bawah 18 tahun, meskipun akun itu mencantumkan usia dewasa, akun tersebut dapat dipindahkan ke pengaturan yang lebih aman. Meta menyebut perluasan perlindungan ini berlaku untuk akun Instagram di Uni Eropa dan Brasil, serta Facebook di Amerika Serikat [20]. Pengumuman berbahasa Portugis untuk Brasil juga menjelaskan bahwa pengguna yang dianggap berusia di bawah 18 tahun dan mungkin berbohong soal usia akan ditempatkan dalam pengalaman yang lebih terlindungi [
22].
Keempat, ada fitur tambahan untuk orang tua terkait Meta AI. Secara terpisah, Meta memperluas fitur pengawasan orang tua: orang tua yang mengawasi Teen Accounts akan mendapat wawasan tentang topik yang dibicarakan remaja dengan asisten Meta AI. Meta menyebut Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Brasil sebagai pasar awal, lalu berencana meluncurkannya secara global dalam beberapa pekan berikutnya [18]. Laporan berbahasa Jerman menekankan bahwa orang tua tidak melihat isi chat secara penuh dan fitur pengawasan harus diaktifkan terlebih dahulu [
12].
Wilayah peluncuran: tidak semua aplikasi sama
Penting untuk membedakan wilayah dan aplikasinya. Dalam pengumuman Meta, perluasan perlindungan untuk dugaan pemalsuan usia disebut secara spesifik untuk Instagram di Uni Eropa dan Brasil, serta Facebook di Amerika Serikat [20].
Sementara itu, laporan Reuters yang dikutip Handelsblatt dan MarketScreener menyebut Meta akan memperkenalkan teknologi otomatis untuk mendeteksi pengguna di bawah umur di seluruh negara Uni Eropa, serta di Amerika Serikat dan Inggris [10][
5]. Untuk Brasil, ada pengumuman khusus dari Meta yang menyebut analisis visual AI untuk mendeteksi pengguna di bawah 13 tahun dan perlindungan tambahan bagi pengguna yang diduga di bawah 18 tahun tetapi mencantumkan usia palsu [
22].
Untuk Amerika Serikat, Meta juga merujuk pada uji coba sebelumnya: perusahaan mulai memakai teknologi AI untuk menemukan akun yang diduga milik remaja dan secara proaktif memasukkannya ke pengaturan Teen Account [32].
Bagi pembaca di Indonesia, hal yang perlu dicatat adalah sumber-sumber yang tersedia menyebut peluncuran berdasarkan wilayah tersebut. Fitur wawasan orang tua terkait Meta AI disebut akan diperluas secara global setelah peluncuran awal di beberapa negara [18].
Apa itu Teen Accounts?
Teen Accounts, atau akun remaja, adalah lingkungan akun yang dirancang Meta dengan perlindungan bawaan. Meta menggambarkannya sebagai pengaturan yang membatasi siapa saja yang bisa menghubungi remaja dan jenis konten apa yang dapat mereka lihat [31]. Untuk remaja di bawah 16 tahun, Meta mengatakan mereka perlu izin orang tua untuk mengubah pengaturan tertentu menjadi lebih longgar [
31].
Di sini ada perbedaan penting: anak di bawah 13 tahun tidak sekadar dipindahkan ke Teen Accounts. Mereka menjadi target untuk dikeluarkan dari platform [6]. Sementara itu, pengguna berusia 13 tahun ke atas yang diduga masih di bawah 18 tahun akan lebih mungkin dimasukkan ke mode perlindungan remaja [
20][
22].
Mengapa Meta memperketat aturan sekarang?
Langkah ini muncul setelah tekanan regulator di Eropa meningkat. Komisi Eropa, dalam penilaian awal, menyimpulkan bahwa Meta belum cukup efektif mencegah anak di bawah 13 tahun memakai Instagram dan Facebook, sehingga berpotensi melanggar Digital Services Act atau DSA, kerangka aturan digital Uni Eropa [2]. Netzpolitik.org juga melaporkan bahwa setelah investigasi, Komisi Eropa sementara menilai Facebook dan Instagram belum cukup keras menangani akun anak di bawah 13 tahun [
4].
Dengan kata lain, isu utamanya bukan hanya fitur baru. Pertanyaannya lebih mendasar: apakah platform boleh begitu saja percaya pada tanggal lahir yang dimasukkan pengguna? Meta mencoba menutup celah itu dengan memakai sinyal tambahan dari konteks akun dan konten, bukan hanya data ulang tahun yang diketik saat pendaftaran [13][
20].
Dampaknya bagi remaja dan orang tua
Bagi remaja, konsekuensinya cukup jelas: memakai tanggal lahir palsu kemungkinan akan makin sulit dipakai untuk menghindari pengaturan remaja. Jika sistem Meta menilai sebuah akun sebenarnya milik pengguna di bawah 18 tahun, akun itu dapat otomatis masuk ke pengaturan seperti Teen Accounts [20][
31].
Bagi orang tua, pembaruannya terbagi dua. Di satu sisi, perlindungan Teen Accounts berpotensi lebih sering aktif ketika Meta mencurigai ada pemalsuan usia [20]. Di sisi lain, orang tua yang mengaktifkan pengawasan akan mendapat gambaran topik percakapan remaja dengan Meta AI, tetapi laporan yang tersedia menyebut mereka tidak melihat riwayat chat secara lengkap [
18][
12].
Yang masih terbuka adalah seberapa akurat pemeriksaan usia berbasis AI ini ketika diterapkan luas. Laporan yang tersedia menyebut adanya jalur keberatan bagi orang dewasa yang keliru diblokir [3], tetapi belum memberikan data independen tentang tingkat akurasi analisis usia baru tersebut di Uni Eropa, Amerika Serikat, atau Brasil.




