Beberapa indikator lain dari pertumbuhan ini:
Skala adopsi ini membuat Qwen menjadi salah satu fondasi penting bagi pengembang yang membangun produk AI di berbagai sektor.
Banyak analis melihat pertumbuhan ini bukan kebetulan, melainkan hasil strategi industri yang disengaja.
Sebuah laporan dari U.S.–China Economic and Security Review Commission menyebut China telah memilih untuk “all‑in” pada pendekatan open‑source AI. Banyak laboratorium AI di negara tersebut merilis kode dan bobot model secara terbuka, sekaligus menawarkan biaya penggunaan yang jauh lebih rendah dibanding pesaing global.
Strategi ini menciptakan efek jaringan yang kuat:
Harga yang lebih murah juga memainkan peran besar. Beberapa investor dan insinyur menyebut model dari China sering kali menawarkan performa yang sebanding dengan sistem Barat, tetapi dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah—sesuatu yang sangat menarik bagi startup dengan anggaran terbatas.
Adopsi model China tidak hanya terjadi di kalangan pengembang independen. Beberapa perusahaan teknologi Barat juga mulai menggunakannya.
Contohnya:
Keputusan ini umumnya bersifat praktis: perusahaan memilih model berdasarkan performa, fleksibilitas, dan biaya—bukan asal negaranya.
Namun tren tersebut juga menarik perhatian politik. Pada 2026, komite di Kongres AS membuka penyelidikan terhadap Airbnb dan platform coding AI Cursor terkait penggunaan model AI dari China karena potensi risiko keamanan.
Di dunia startup, adopsinya bahkan bisa lebih cepat.
Beberapa analisis industri menunjukkan bahwa model open‑source dari China kini digunakan oleh banyak perusahaan AI baru. Dalam satu perkiraan yang dikutip investor venture capital, sekitar 80% startup AI open‑source yang melakukan pitching ke Andreessen Horowitz membangun produknya di atas model dari China.
Perkiraan lain juga menunjukkan model China kini muncul di sebagian besar tumpukan teknologi startup AI, meskipun angka pastinya bervariasi tergantung metode pengukuran.
Para pengembang biasanya menyebut beberapa alasan utama:
Kebangkitan Qwen mencerminkan perbedaan pendekatan antara ekosistem AI Amerika dan China.
Banyak model AI terdepan dari perusahaan AS masih bersifat tertutup atau semi‑tertutup, biasanya diakses melalui API berbayar.
Sebaliknya, banyak perusahaan China memilih mendistribusikan model open‑weight agar dapat diadopsi secara global secepat mungkin.
Menurut analis kebijakan di AS, strategi ini bertujuan menciptakan pengaruh jangka panjang: semakin banyak pengembang menggunakan model tersebut, semakin banyak pula peningkatan, aplikasi, dan data dunia nyata yang kembali memperkuat ekosistemnya.
Angka 700 juta unduhan memang mencolok, tetapi yang lebih penting adalah maknanya.
Hal itu menunjukkan bahwa pusat gravitasi dalam dunia AI open‑source mungkin sedang bergeser menuju ekosistem yang lebih global—di mana model dari China seperti Qwen, DeepSeek, Moonshot, dan lainnya memainkan peran besar.
Apakah tren ini akan terus berlanjut masih bergantung pada banyak faktor: performa model, regulasi pemerintah, hingga dinamika geopolitik.
Namun satu hal semakin jelas: perlombaan AI open‑source kini tidak lagi didominasi Silicon Valley saja.
Comments
0 comments