Kebijakan ini terutama menyasar produk dari China, yang saat ini menjadi pemain dominan di pasar global robot humanoid dan robot berkaki empat . Di sisi lain, perusahaan AS seperti Tesla, Boston Dynamics, dan Agility Robotics berpotensi memperoleh ruang kompetisi yang lebih besar karena para pesaing asing menghadapi hambatan baru untuk meluncurkan produk di pasar Amerika .
FCC menggunakan istilah advanced robotic devices atau “perangkat robotika canggih”. Kategori ini mencakup robot bergerak otonom, termasuk:
Secara terpisah, FCC juga menambahkan connected power inverter buatan asing ke dalam Covered List. Inverter daya merupakan perangkat yang mengatur aliran listrik, antara lain dalam sistem panel surya, baterai, pusat data, dan jaringan listrik .
Aturan tersebut berlaku untuk model baru yang belum memiliki otorisasi peralatan FCC. Produk yang telah memegang otorisasi FCC yang sah pada 28 Juli 2026 mendapat perlindungan grandfathering—artinya status otorisasi lamanya tetap berlaku dan produk tersebut masih boleh diimpor, dijual, dimiliki, serta digunakan .
Langkah FCC ini mengikuti penetapan keamanan nasional dari badan lintas lembaga di cabang eksekutif AS yang dibentuk atas arahan Gedung Putih. Badan tersebut menyimpulkan bahwa robot buatan asing dapat menimbulkan kerentanan rantai pasok, dimanfaatkan untuk pengawasan atau serangan siber terhadap infrastruktur penting, dan pada akhirnya mengancam keamanan nasional .
Ketua FCC Brendan Carr mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah lembaga keamanan nasional di cabang eksekutif AS menilai perangkat terkait menimbulkan “risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional” AS .
Penempatan sebuah kategori produk di Covered List tidak berarti semua unit yang sudah berada di Amerika Serikat harus ditarik kembali. Mekanismenya berfokus pada otorisasi model baru.
Untuk perangkat yang memancarkan energi frekuensi radio, otorisasi peralatan FCC umumnya diperlukan agar produk dapat diimpor, dipasarkan, atau dijual di AS . Setelah robot canggih buatan asing masuk Covered List, model baru atau model yang sebelumnya belum diotorisasi tidak dapat memperoleh persetujuan tersebut.
Pengumuman FCC juga membuka kemungkinan pengecualian bagi perangkat yang dinilai tidak menimbulkan ancaman yang tidak dapat diterima oleh Departemen Perang atau Departemen Keamanan Dalam Negeri AS .
Tesla, Boston Dynamics, dan Agility Robotics termasuk pengembang AS yang diperkirakan dapat memperoleh keuntungan kompetitif dari perubahan ini. Ketika model baru dari perusahaan asing—khususnya perusahaan China—lebih sulit memasuki pasar AS, pengembang domestik memiliki peluang untuk memperluas penjualan, kemitraan, dan adopsi industrinya .
Kebijakan ini juga sejalan dengan agenda pemerintahan AS untuk memindahkan kembali manufaktur teknologi canggih ke dalam negeri serta memperkuat rantai pasok kecerdasan buatan dan robotika domestik .
Namun, aturan tersebut tidak otomatis menghapus persaingan yang sudah ada. Produk asing yang telah memperoleh otorisasi sebelum batas waktu masih dapat beredar, sehingga dampak langsungnya lebih besar terhadap peluncuran model-model baru daripada terhadap seluruh robot asing yang sudah ada di pasar.
Konsumen yang sudah memiliki robot humanoid atau robot berkaki empat buatan asing tidak terdampak oleh larangan ini. Hal yang sama berlaku untuk model yang telah memperoleh otorisasi FCC sebelum 28 Juli 2026.
Unitree, salah satu produsen robotika China, memiliki sejumlah model yang disebut telah melewati proses otorisasi FCC sebelum batas waktu tersebut. Model-model itu tetap legal untuk diimpor, dijual, dimiliki, dan digunakan di AS .
Dengan demikian, pertanyaan penting bagi calon pembeli bukan semata-mata “Dibuat di negara mana robot ini?”, melainkan apakah model tertentu sudah memiliki otorisasi FCC yang berlaku sebelum tanggal pemberlakuan aturan. Kebijakan ini juga bukan penarikan kembali produk dan tidak membuat semua robot asing yang sudah berada di AS menjadi ilegal .
Larangan robot ini memperluas kampanye pemerintah AS untuk membatasi teknologi China yang dianggap berisiko bagi keamanan nasional. Sebelumnya, langkah serupa telah menyasar perangkat komunikasi dari perusahaan seperti Huawei dan ZTE melalui Secure and Trusted Communications Networks Act .
China telah menyatakan akan melindungi perusahaan robotika domestiknya sebagai respons terhadap pembatasan impor AS . Perkembangan berikutnya akan bergantung pada penerapan pengecualian, kemungkinan tantangan hukum, serta kemampuan perusahaan AS dan produsen asing untuk menyesuaikan rantai pasok dan desain produknya.