Kesimpulan singkat
Pernyataan tersebut benar sebagian. Whey (protein whey atau protein dadih susu) memang termasuk protein yang cepat dicerna, terutama jika dibandingkan dengan kasein. Namun, perbandingan itu tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa whey adalah protein yang paling cepat dicerna atau paling mudah ditoleransi oleh semua orang.
1
3
Alasan yang mengaitkan kecepatan cerna whey dengan laktase juga kurang tepat: kedua hal itu menyangkut zat yang berbeda.
Laktase bekerja pada laktosa, bukan protein
Laktase adalah enzim yang membantu memecah laktosa, gula alami dalam susu. Karena itu, tambahan laktase dapat membantu sebagian orang yang sensitif terhadap laktosa mencerna gula tersebut dengan lebih baik. Namun, laktase tidak memecah protein whey dan tidak membuat whey dicerna lebih cepat.
4
5
Selain itu, klaim bahwa kebanyakan produsen whey menambahkan laktase belum didukung bukti yang cukup. Jika ingin tahu apakah suatu produk mengandung enzim ini, periksa daftar bahannya.
Rumusan yang lebih akurat
Klaimnya dapat disampaikan dengan lebih hati-hati seperti ini: “Whey merupakan protein yang cepat dicerna. Laktase tambahan dapat membantu pencernaan laktosa pada orang yang sensitif terhadap laktosa.”
3
4
5