Pada Februari 2026, Fluor mengumumkan penjualan 71 juta saham NuScale dengan nilai sekitar $1,35 miliar, sekaligus memulai rencana menjual sisa kepemilikannya sekitar 40 juta saham.
Kemudian pada 23 April 2026, Fluor menyelesaikan penjualan sisa saham tersebut dengan nilai sekitar $473 juta, sehingga sepenuhnya keluar dari kepemilikan ekuitas di NuScale.
Jika digabungkan dengan transaksi sebelumnya, Fluor menyatakan telah menghasilkan sekitar $2,43 miliar dari penjualan saham NuScale sejak 2025.
Fakta bahwa investor besar keluar memang signifikan bagi pasar. Namun, menyimpulkan bahwa langkah tersebut otomatis berarti “kehilangan kepercayaan terhadap teknologi” adalah interpretasi pasar — bukan fakta yang dinyatakan secara resmi oleh perusahaan.
Faktor ketiga yang sering disebut adalah gugatan investor terhadap NuScale dan pihak terkait.
Beberapa firma hukum di AS mengumumkan gugatan class action sekuritas yang diajukan atas nama investor yang membeli saham NuScale antara 13 Mei 2025 hingga 6 November 2025. Gugatan tersebut juga menyebut Fluor sebagai pihak tergugat.
Para penggugat menuduh adanya pernyataan yang menyesatkan terkait pengalaman mitra komersialisasi ENTRA1, yang menurut mereka dapat menimbulkan risiko operasional dan komersial yang tidak diungkapkan sebelumnya.
Namun penting dicatat: ini masih berupa tuduhan hukum. Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa perusahaan melakukan penipuan atau pelanggaran.
Jika diringkas:
Namun sejumlah narasi yang beredar — seperti menyebut semuanya sebagai “bukti penipuan” atau menyatakan perusahaan sudah pasti gagal — belum didukung fakta yang telah diputus secara hukum.
Bagi investor, situasi NuScale saat ini lebih tepat dilihat sebagai fase berisiko tinggi dalam proses komersialisasi teknologi energi nuklir baru, di mana pendapatan bisa sangat fluktuatif sebelum proyek reaktor benar‑benar dibangun dan beroperasi.
Comments
0 comments