Bagi pembaca Indonesia yang tidak mengikuti kultur Reddit, r/WallStreetBets adalah komunitas daring yang terkenal dengan diskusi saham berisiko tinggi, opsi, dan gaya bahasa yang sangat agresif. Namun tesis awal Gill bukan sekadar “saham ini ramai di internet”. Studi kasus Monmouth menggambarkan Gill sebagai investor yang mencari deep value, yaitu nilai perusahaan yang tidak langsung terlihat dan sering diabaikan pasar.
Gill juga bukan satu-satunya orang yang lebih awal melihat peluang di GameStop. TradingSim mencatat bahwa Michael Burry, investor yang dikenal lewat taruhan melawan pasar perumahan AS sebelum krisis 2008, pernah memegang GameStop pada 2019 karena menganggap saham itu undervalued. Namun Burry menjual posisinya sebelum short squeeze besar terjadi.
Yang membuat Gill berbeda bukan hanya karena ia bullish terhadap GameStop. Ia masuk lebih awal, bertahan cukup lama, dan terus mempublikasikan tesisnya lewat YouTube serta Reddit.
Bagian paling penting dari drama GameStop adalah struktur short selling-nya. Dalam short selling, investor meminjam saham untuk dijual sekarang, dengan harapan bisa membelinya kembali nanti pada harga lebih rendah dan mengantongi selisihnya.
Masalahnya, jika harga saham justru naik, short seller bisa terpaksa membeli kembali saham untuk menutup posisi dan membatasi kerugian. Pada Januari 2021, short interest GameStop sempat melebihi 140% dari public float, yaitu saham beredar bebas yang tersedia untuk diperdagangkan publik. Ketika harga naik, pembelian dari short seller yang menutup posisi ikut mendorong harga naik lebih jauh—mekanisme klasik short squeeze.
Inilah sebabnya kenaikan GameStop tidak bisa dijelaskan hanya sebagai “banyak orang membeli saham”. Kenaikan harga menekan short seller; short covering menciptakan permintaan beli baru; permintaan itu mendorong harga lebih tinggi lagi. Siklus ini bisa memperbesar pergerakan harga secara cepat.
Dampaknya terasa sampai ke pemain profesional. Melvin Capital, hedge fund yang banyak mengambil posisi short di GameStop, kehilangan sekitar 53% pada akhir Januari 2021. Citadel bersama para mitranya serta Point72 kemudian menyuntikkan total US$2,75 miliar untuk menopang Melvin.
Posisi Gill tidak hanya berisi saham, tetapi juga opsi beli. Ini penting. Saham memberi keuntungan langsung ketika harga naik. Opsi beli memberi hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam periode tertentu, sehingga nilainya bisa melonjak tajam ketika harga saham naik besar dalam waktu singkat.
Dengan kata lain, opsi beli membuat posisi Gill lebih elastis terhadap kenaikan harga. Ketika GameStop bergerak ekstrem, bagian opsi dalam portofolionya ikut memperbesar nilai posisi.
Namun opsi bukan alat ajaib. Risiko waktunya besar: jika harga saham tidak naik cukup cepat atau tidak melewati level yang dibutuhkan sebelum masa berlaku opsi habis, nilai opsi bisa tergerus cepat. Jadi, keuntungan besar Gill bukan hanya karena ia “benar arah”, tetapi juga karena ia sudah memegang struktur posisi yang sangat sensitif terhadap lonjakan harga sebelum ledakan terjadi.
Pada Januari 2021, GameStop juga mendapat beberapa pemicu. TheStreet mencatat bahwa Ryan Cohen masuk ke dewan direksi GameStop pada 11 Januari 2021; setelah itu, pembahasan GameStop terus menyebar di r/WallStreetBets. Sumber lain menyebut lonjakan GameStop pada Januari 2021 berkaitan dengan pembelian besar-besaran oleh investor ritel di r/WallStreetBets.
Di sini penting membedakan Gill dari banyak peserta yang datang belakangan. Materi riset Vernimmen menyatakan bahwa argumen Gill lebih banyak didasarkan pada nilai fundamental perusahaan. Sebaliknya, banyak investor ritel lain tampak lebih aktif mencari peluang short squeeze, dengan harapan mengambil keuntungan dari hedge fund besar yang berada di sisi short.
Jadi, Gill menyediakan narasi investasi yang mudah menyebar: GameStop murah, terlalu banyak di-short, dan pasar mungkin salah menilainya. Setelah itu, arus beli komunitas, short covering, dan struktur opsi mengubah narasi tersebut menjadi peristiwa pasar yang jarang terjadi.
Pertama, melawan konsensus tidak otomatis menghasilkan uang. Walaupun GameStop mungkin memang memiliki sisi undervalued, pasar bisa lama sekali tidak menghargai ulang sebuah saham. Contoh Michael Burry menunjukkan bahwa melihat peluang lebih awal tidak sama dengan menangkap lonjakan terbesar; masih ada soal waktu, ukuran posisi, dan kemampuan menahan volatilitas.
Kedua, short interest tinggi hanyalah kondisi awal, bukan jaminan. Tanpa arus beli yang berkelanjutan, narasi yang menyebar luas, dan kenaikan harga yang memaksa short seller menutup posisi, short squeeze belum tentu terjadi. GameStop sampai dibahas sebagai studi kasus hukum bisnis dan peristiwa pasar karena ini bukan kenaikan saham biasa.
Ketiga, risiko menjadi sangat tidak seimbang bagi yang masuk terlambat. Keunggulan Gill berasal dari kombinasi posisi awal, tesis yang ia bangun lama, opsi beli, dan struktur short yang ekstrem. Banyak peserta lain baru membeli ketika harga sudah melesat. Short squeeze bisa memperbesar keuntungan, tetapi ketika arus beli melemah dan harga berbalik, kerugiannya juga bisa membesar cepat.
Keuntungan besar Roaring Kitty di GameStop tidak perlu dijelaskan dengan teori yang rumit atau misterius. Bukti yang tersedia lebih mendukung jawaban multi-faktor: ia memakai pendekatan deep value untuk membentuk pandangan yang berlawanan dengan pasar, membangun posisi saham dan opsi beli sejak awal, lalu bertemu dengan gelombang pembelian Reddit serta short interest yang sangat padat.
Nilai terbesar dari kasus GameStop adalah pelajarannya tentang cara faktor-faktor pasar saling bertumpuk: perbedaan pandangan soal fundamental, mekanisme short selling, daya ungkit opsi, penyebaran narasi lewat komunitas daring, dan aturan pasar. Itu menjelaskan mengapa Gill bisa memperoleh nilai posisi yang fantastis—sekaligus mengapa investor biasa sebaiknya tidak memperlakukan kisah ini sebagai resep cepat kaya yang bisa disalin begitu saja.