Konser tahunan HKBU Symphony Orchestra digelar pada 29 April 2026 di East Kowloon Cultural Centre dengan tema Live Music ReIMAGINEd. HKBU menyatakan konser ini menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi seni untuk membayangkan ulang pengalaman musik langsung, sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut.
Bagi pembaca di luar Hong Kong, HKBU adalah Hong Kong Baptist University, sementara East Kowloon Cultural Centre adalah venue pertunjukan yang dalam rilis HKBU disebut berada di bawah pemerintah Hong Kong dan dirancang untuk mendorong pertemuan seni dengan teknologi.
Peran Sophia juga dikonfirmasi secara resmi. Ia adalah robot humanoid yang dikembangkan Hanson Robotics, perusahaan berbasis di Hong Kong, dan dalam konser itu tampil sebagai solois humanoid atau embodied humanoid soloist bersama HKBU Symphony Orchestra. HKBU menyebut Sophia dan orkestra membawakan tiga lagu orisinal, dengan tiga iringan orkestra yang ditulis oleh seorang akademisi praktik profesional di Academy of Music HKBU bersama timnya untuk menyatu dengan suara Sophia.
Dari informasi yang tersedia, Sophia bukan sekadar pajangan teknologi di sudut ruangan. Ia diposisikan sebagai penampil panggung yang tampil bersama orkestra langsung dalam lagu-lagu orisinal. Ringkasan video Reuters menggambarkan konser bertema AI ini sebagai pertemuan antara bentuk seni tradisional dan inovasi teknologi, dan menyebutnya penampilan musik klasik pertama Sophia.
Ada beberapa detail panggung yang beredar dari ringkasan video. Dailymotion dan YouTube menyebut Sophia mengenakan gaun panjang berpayet emas, menyanyikan Human Grace, I Am Your Mirror, dan Wires and Steel, serta mendapat tepuk tangan penonton. Namun, karena detail tersebut terutama berasal dari ringkasan platform video, posisinya lebih tepat sebagai informasi tambahan. Untuk memastikan kerangka acara, peran Sophia, dan konteks konser, rilis resmi HKBU serta ringkasan Reuters tetap menjadi rujukan yang lebih kuat.
Sophia memang menjadi pusat perhatian, tetapi konser tersebut tidak hanya dibangun di sekitar satu robot. HKBU menggambarkan acaranya sebagai eksplorasi batas baru seni dan teknologi melalui kolaborasi artistik, dengan AI dan teknologi seni sebagai bagian dari pengalaman konser langsung.
Rilis HKBU juga menyebut bagian lain dari program yang terinspirasi oleh serial klasik Tiongkok Journey to the West dan gim Black Myth: Wukong. Dalam segmen itu, orkestra beralih dari tema Journey to the West, Yungong Xunyin, ke tema Black Myth: Wukong, disertai elemen visual. Dengan kata lain, kurasi konsernya mencoba menaruh musik orkestra, AI, robot humanoid, budaya gim, dan teknologi panggung dalam satu bingkai pertunjukan.
Nilai penting acara ini terletak pada konteksnya. Sophia tidak hanya muncul di pameran teknologi, wawancara media, atau demonstrasi robotika. Ia masuk ke panggung konser klasik yang terstruktur, dengan orkestra langsung dan posisi panggung sebagai solois. Reuters dan South China Morning Post sama-sama memosisikan penampilan ini sebagai debut musik klasik Sophia, sementara HKBU menyebutnya kolaborasi premiere dunia antara Sophia dan HKBU Symphony Orchestra.
Namun, itu tidak berarti data publik sudah membuktikan bahwa Sophia menjalankan seluruh proses musikal secara mandiri. Pembacaan yang lebih hati-hati adalah: ini sebuah pertunjukan seni-teknologi yang melibatkan musisi manusia, tim komposisi dan aransemen, orkestra, tata panggung, sistem teknis, dan robot humanoid. Kehadiran Sophia membuat gagasan “penyanyi AI” memiliki tubuh dan posisi panggung yang konkret, tetapi belum otomatis menjawab pertanyaan soal kepengarangan, generasi suara secara langsung, sistem kendali, atau pembagian kerja antara manusia dan mesin.
Materi publik dari HKBU, Reuters, dan ringkasan platform video belum menjelaskan secara rinci rantai teknis di balik penampilan Sophia. Karena itu, beberapa hal berikut masih belum bisa dipastikan dari sumber yang tersedia:
Kesimpulan paling aman: Sophia memang tampil pada 29 April 2026 di East Kowloon Cultural Centre, Hong Kong, bersama HKBU Symphony Orchestra, dan diposisikan sebagai solois humanoid dalam tiga lagu orisinal. Tetapi sejauh mana pertunjukan itu bergantung pada AI real-time, kendali manusia, praprogram, atau kombinasi semuanya, belum cukup jelas dari informasi publik yang tersedia.