Pada 15 Juni, sebuah alamat yang dikaitkan dengan Hayes menerima 3.000 ETH senilai sekitar US$5,42 juta dari Flowdesk, perusahaan penyedia likuiditas institusional yang juga melayani transaksi OTC . Transaksi tersebut ditandai oleh pelacak blockchain Lookonchain. Struktur OTC memungkinkan pembelian dalam jumlah besar dilakukan tanpa menimbulkan tekanan yang terlihat pada buku pesanan bursa .
Tiga hari kemudian, pada 18 Juni, alamat yang sama menerima 1.500 ETH tambahan dari Cumberland pada harga sekitar US$1.753 per ETH. Nilai transaksi itu diperkirakan mencapai US$2,63 juta . Pemantau blockchain menggambarkannya sebagai akumulasi institusional yang dilakukan secara diam-diam dan menyebut Hayes kemungkinan masih akan menambah kepemilikannya .
Jika digabungkan, kedua transaksi tersebut mencapai 4.500 ETH dalam satu pekan. Namun, perlu dicatat bahwa kepemilikan alamat tersebut dikaitkan dengan Hayes berdasarkan data on-chain dan belum dikonfirmasi secara publik olehnya .
Aktivitas dompet yang dikaitkan dengan Hayes berlangsung di tengah sinyal akumulasi yang lebih luas. Dompet yang berfokus pada akumulasi—yakni alamat yang tidak memiliki riwayat penjualan—membeli lebih dari 1,11 juta ETH dalam periode tujuh hari. Angka itu merupakan tingkat akumulasi tertinggi yang tercatat sepanjang 2026 .
Di sisi lain, bursa mencatat arus masuk bersih sekitar 178.900 ETH pada periode yang sama . Arus masuk ke bursa kerap dibaca sebagai potensi tekanan jual, meski indikator ini tidak selalu berarti aset tersebut pasti akan dijual. Kombinasi kedua data itu menunjukkan pasar yang sedang tarik-menarik: sebagian investor mungkin memindahkan ETH ke bursa, sementara pemegang jangka panjang menarik koin dari bursa menuju penyimpanan mandiri atau menyelesaikan transaksi melalui meja OTC.
Pola seperti ini sering muncul dalam fase akumulasi. Pelemahan harga dapat mendorong investor jangka pendek keluar dari pasar, sementara pemodal bermodal lebih besar memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk membangun posisi.
Pembelian besar melalui buku pesanan publik dapat menyebabkan slippage, yaitu kondisi ketika harga rata-rata pembelian menjadi lebih mahal karena transaksi itu sendiri mendorong harga naik. Pembelian 1.500 hingga 3.000 ETH di bursa terbuka juga berpotensi memberi sinyal kepada pelaku pasar bahwa ada investor besar yang sedang masuk.
Meja OTC seperti Flowdesk dan Cumberland memungkinkan transaksi berukuran besar dilakukan dengan dampak yang lebih kecil terhadap harga yang terlihat di bursa . Bagi investor institusional, cara ini membantu mengurangi slippage sekaligus menjaga strategi akumulasi agar tidak terlalu cepat diketahui pasar .
Hayes sebelumnya menyatakan bahwa Ethereum dapat mencapai US$10.000 hingga US$20.000 sebelum siklus pasar saat ini berakhir. Ia juga menyebut ETH sebagai salah satu aset inti dalam portofolionya . Dalam tesis investasinya, Ethereum dipandang sebagai blockchain publik yang berpotensi digunakan oleh sektor keuangan tradisional ketika aktivitas keuangan mulai berpindah ke jaringan blockchain .
Pandangan Hayes terhadap Bitcoin telah berubah. Pada awal 2026, ia menetapkan target harga Bitcoin akhir tahun sebesar US$500.000 . Namun, dalam konferensi Consensus Miami pada Mei 2026, ia memangkas target tersebut sebesar 75% menjadi US$125.000, dengan alasan risiko makro yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) .
Dengan demikian, target US$500.000 merupakan pandangan Hayes sebelum Mei, bukan proyeksi terbarunya. Pemantau on-chain juga melaporkan bahwa ia memiliki posisi long Bitcoin senilai sekitar US$38,9 juta dan mengalihkan sebagian modal dari altcoin ke ETH .
Sejumlah sinyal penting terlihat dari gabungan transaksi Hayes dan data akumulasi pasar:
Meski demikian, akumulasi besar bukan jaminan bahwa harga akan langsung naik. Arus masuk ke bursa, kondisi makro, dan perubahan sentimen tetap dapat menciptakan tekanan jual dalam jangka pendek.
Arthur Hayes—atau setidaknya dompet yang dikaitkan dengannya—disebut menambah 4.500 ETH senilai sekitar US$8,05 juta ketika Ethereum berada di sekitar US$1.700 dan mengalami penurunan 18% pada kuartal II. Penggunaan Flowdesk dan Cumberland menunjukkan pendekatan yang lebih terstruktur dan minim sorotan pasar dibandingkan pembelian langsung dalam jumlah besar di bursa.
Yang membuat transaksi ini semakin menarik adalah konteksnya. Lebih dari 1,11 juta ETH masuk ke dompet akumulasi dalam sepekan, mencatat rekor 2026, sementara arus masuk bersih ke bursa juga meningkat. Data tersebut menggambarkan pasar yang masih terbelah antara penjual jangka pendek dan pemegang besar yang menggunakan pelemahan harga untuk menambah posisi.
Strategi ini sejalan dengan pandangan jangka panjang Hayes terhadap ETH, termasuk target US$10.000–US$20.000 pada akhir siklus. Namun, target harga hanyalah proyeksi, bukan kepastian—dan aktivitas satu investor, sekalipun sangat dikenal di pasar kripto, tidak dapat menjadi dasar tunggal untuk mengambil keputusan investasi.
Pada 15 Juni, sebuah alamat yang dikaitkan dengan Hayes menerima 3.000 ETH senilai sekitar US$5,42 juta dari Flowdesk, perusahaan penyedia likuiditas institusional yang juga melayani transaksi OTC . Transaksi tersebut ditandai oleh pelacak blockchain Lookonchain. Struktur OTC memungkinkan pembelian dalam jumlah besar dilakukan tanpa menimbulkan tekanan yang terlihat pada buku pesanan bursa .
Tiga hari kemudian, pada 18 Juni, alamat yang sama menerima 1.500 ETH tambahan dari Cumberland pada harga sekitar US$1.753 per ETH. Nilai transaksi itu diperkirakan mencapai US$2,63 juta . Pemantau blockchain menggambarkannya sebagai akumulasi institusional yang dilakukan secara diam-diam dan menyebut Hayes kemungkinan masih akan menambah kepemilikannya .
Jika digabungkan, kedua transaksi tersebut mencapai 4.500 ETH dalam satu pekan. Namun, perlu dicatat bahwa kepemilikan alamat tersebut dikaitkan dengan Hayes berdasarkan data on-chain dan belum dikonfirmasi secara publik olehnya .
Aktivitas dompet yang dikaitkan dengan Hayes berlangsung di tengah sinyal akumulasi yang lebih luas. Dompet yang berfokus pada akumulasi—yakni alamat yang tidak memiliki riwayat penjualan—membeli lebih dari 1,11 juta ETH dalam periode tujuh hari. Angka itu merupakan tingkat akumulasi tertinggi yang tercatat sepanjang 2026 .
Di sisi lain, bursa mencatat arus masuk bersih sekitar 178.900 ETH pada periode yang sama . Arus masuk ke bursa kerap dibaca sebagai potensi tekanan jual, meski indikator ini tidak selalu berarti aset tersebut pasti akan dijual. Kombinasi kedua data itu menunjukkan pasar yang sedang tarik-menarik: sebagian investor mungkin memindahkan ETH ke bursa, sementara pemegang jangka panjang menarik koin dari bursa menuju penyimpanan mandiri atau menyelesaikan transaksi melalui meja OTC.
Pola seperti ini sering muncul dalam fase akumulasi. Pelemahan harga dapat mendorong investor jangka pendek keluar dari pasar, sementara pemodal bermodal lebih besar memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk membangun posisi.
Pembelian besar melalui buku pesanan publik dapat menyebabkan slippage, yaitu kondisi ketika harga rata-rata pembelian menjadi lebih mahal karena transaksi itu sendiri mendorong harga naik. Pembelian 1.500 hingga 3.000 ETH di bursa terbuka juga berpotensi memberi sinyal kepada pelaku pasar bahwa ada investor besar yang sedang masuk.
Meja OTC seperti Flowdesk dan Cumberland memungkinkan transaksi berukuran besar dilakukan dengan dampak yang lebih kecil terhadap harga yang terlihat di bursa . Bagi investor institusional, cara ini membantu mengurangi slippage sekaligus menjaga strategi akumulasi agar tidak terlalu cepat diketahui pasar .
Hayes sebelumnya menyatakan bahwa Ethereum dapat mencapai US$10.000 hingga US$20.000 sebelum siklus pasar saat ini berakhir. Ia juga menyebut ETH sebagai salah satu aset inti dalam portofolionya . Dalam tesis investasinya, Ethereum dipandang sebagai blockchain publik yang berpotensi digunakan oleh sektor keuangan tradisional ketika aktivitas keuangan mulai berpindah ke jaringan blockchain .
Pandangan Hayes terhadap Bitcoin telah berubah. Pada awal 2026, ia menetapkan target harga Bitcoin akhir tahun sebesar US$500.000 . Namun, dalam konferensi Consensus Miami pada Mei 2026, ia memangkas target tersebut sebesar 75% menjadi US$125.000, dengan alasan risiko makro yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) .
Dengan demikian, target US$500.000 merupakan pandangan Hayes sebelum Mei, bukan proyeksi terbarunya. Pemantau on-chain juga melaporkan bahwa ia memiliki posisi long Bitcoin senilai sekitar US$38,9 juta dan mengalihkan sebagian modal dari altcoin ke ETH .
Sejumlah sinyal penting terlihat dari gabungan transaksi Hayes dan data akumulasi pasar:
Meski demikian, akumulasi besar bukan jaminan bahwa harga akan langsung naik. Arus masuk ke bursa, kondisi makro, dan perubahan sentimen tetap dapat menciptakan tekanan jual dalam jangka pendek.
Arthur Hayes—atau setidaknya dompet yang dikaitkan dengannya—disebut menambah 4.500 ETH senilai sekitar US$8,05 juta ketika Ethereum berada di sekitar US$1.700 dan mengalami penurunan 18% pada kuartal II. Penggunaan Flowdesk dan Cumberland menunjukkan pendekatan yang lebih terstruktur dan minim sorotan pasar dibandingkan pembelian langsung dalam jumlah besar di bursa.
Yang membuat transaksi ini semakin menarik adalah konteksnya. Lebih dari 1,11 juta ETH masuk ke dompet akumulasi dalam sepekan, mencatat rekor 2026, sementara arus masuk bersih ke bursa juga meningkat. Data tersebut menggambarkan pasar yang masih terbelah antara penjual jangka pendek dan pemegang besar yang menggunakan pelemahan harga untuk menambah posisi.
Strategi ini sejalan dengan pandangan jangka panjang Hayes terhadap ETH, termasuk target US$10.000–US$20.000 pada akhir siklus. Namun, target harga hanyalah proyeksi, bukan kepastian—dan aktivitas satu investor, sekalipun sangat dikenal di pasar kripto, tidak dapat menjadi dasar tunggal untuk mengambil keputusan investasi.