Miguel Almirón (Paraguay) menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang diusir karena menutup mulut saat berbicara dengan lawan, dalam laga melawan Turki di Grup D Piala Dunia 2026. Aturan kartu merah ini lahir setelah Vinícius Júnior dituduh menjadi korban rasisme oleh pemain Benfica yang menutup mulut deng...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Searching with cited sources for What is the full story behind Miguel Almirón becoming the first player sent off under the new World Cup mou. Article summary: Here is the full story across all the threads you asked about.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Gelandang Paraguay, Miguel Almirón, menorehkan dua catatan sejarah kelam dalam sepekan di Piala Dunia 2026. Pertama, ia menjadi pusat dari pembalikan keputusan VAR pertama karena 'salah identitas'. Kedua, ia menjadi pemain pertama yang diusir keluar lapangan berdasarkan aturan baru yang melarang pemain menutup mulut saat bertengkar dengan lawan . Aturan ini sendiri lahir dari sebuah insiden rasisme di Liga Champions yang melibatkan Vinícius Júnior dan langsung disetujui oleh IFAB dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Pada Februari 2026, dalam laga Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica, Vinícius Júnior dari Real Madrid menuduh pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan pelecehan rasial terhadapnya. Prestianni saat itu mengangkat jerseynya untuk menutup mulut saat berbicara dengan Vinícius, menyembunyikan apa yang dikatakannya dari kamera dan pembaca bibir . Pertandingan pun terhenti selama 11 menit saat Vinícius melaporkan kejadian itu kepada wasit
.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, langsung bereaksi dengan menyerukan agar pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan harus dikeluarkan dari lapangan. Infantino berargumen bahwa tindakan menyembunyikan bibir tersebut harus dianggap sebagai bukti yang cukup atas niat ofensif . International Football Association Board (IFAB) kemudian mempercepat proses pengesahan aturan ini, dan pada 28/29 April 2026, aturan tersebut disetujui secara bulat dalam sebuah pertemuan khusus di Vancouver, Kanada
.
Aturan larangan menutup mulut ini sangat jelas: setiap pemain yang menutup mulut dengan tangan, lengan, atau jersey saat berbicara dengan lawan dalam situasi konfrontasi akan langsung mendapatkan kartu merah . Aturan ini dikenal luas sebagai 'aturan Vinícius'
. Tujuannya adalah untuk mencegah pemain menyembunyikan ucapan rasis atau diskriminatif dari kamera, wasit, dan pembaca bibir
. Namun, perlu dicatat, jika percakapan bersifat ramah, pemain tetap diperbolehkan menutup mulut; aturan ini hanya berlaku dalam situasi konfrontatif
.
Selain aturan tersebut, IFAB juga menyetujui beberapa perubahan lain untuk Piala Dunia 2026:
Yang penting, UEFA memilih tidak mengadopsi aturan kartu merah ini untuk kompetisinya sendiri, sehingga aturan ini hanya berlaku di Piala Dunia .
Pada 19/20 Juni 2026, Paraguay menghadapi Turki dalam laga Grup D di Levi's Stadium, Santa Clara, California. Di menit ke-3 waktu tambahan babak pertama (45+3), Almirón terlibat konfrontasi dengan bek kanan Turki, Mert Muldur, setelah sebuah pelanggaran di dekat tengah lapangan. Almirón meletakkan tangannya di depan mulut saat berbicara dengan Muldur. Muldur segera melapor kepada wasit Ivan Barton dari El Salvador. Setelah meninjau tayangan VAR, Barton langsung mengeluarkan kartu merah untuk Almirón — ini adalah pengusiran pertama dalam sejarah Piala Dunia berdasarkan aturan baru tersebut .
Paraguay pun harus bermain dengan 10 orang di seluruh babak kedua. Kartu merah ini juga membuat Almirón harus absen di pertandingan grup Paraguay berikutnya .
Hanya beberapa hari sebelum kartu merahnya, Almirón sudah mencatatkan sejarah lain. Dalam laga Grup D Paraguay melawan Amerika Serikat pada 12/13 Juni 2026 (AS menang 4–1), bek AS, Tim Ream, awalnya mendapat kartu kuning karena melanggar Almirón . VAR meninjau insiden tersebut dan memutuskan bahwa Almirónlah yang melakukan diving untuk mendapatkan pelanggaran. Berdasarkan protokol VAR 'salah identitas' FIFA yang baru — yang mengizinkan ofisial meninjau insiden ketika kartu diberikan kepada pemain yang salah — wasit Danny Makkelie membatalkan kartu kuning Ream dan sebaliknya memberikan kartu kuning kepada Almirón karena diving. Ini adalah pertama kalinya VAR mengoreksi keputusan kartu karena salah identitas di Piala Dunia
.
Dengan demikian, Almirón telah mencatatkan namanya di buku rekor Piala Dunia sebanyak dua kali dalam sepekan: pertama sebagai pemain yang menyebabkan pembalikan kartu kuning pertama karena salah identitas, dan kemudian sebagai pemain pertama yang diusir karena menutup mulut.
Laporan pertandingan yang tersedia mengonfirmasi dua hasil di Grup D:
Grup D terdiri dari Amerika Serikat, Paraguay, Turki, dan satu tim lain yang tidak disebutkan dalam sumber yang ada. Untuk klasemen, hasil pertandingan, dan poin yang akurat, disarankan untuk memeriksa tabel grup resmi Piala Dunia 2026 dari FIFA.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Miguel Almirón (Paraguay) menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang diusir karena menutup mulut saat berbicara dengan lawan, dalam laga melawan Turki di Grup D Piala Dunia 2026.
Miguel Almirón (Paraguay) menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang diusir karena menutup mulut saat berbicara dengan lawan, dalam laga melawan Turki di Grup D Piala Dunia 2026. Aturan kartu merah ini lahir setelah Vinícius Júnior dituduh menjadi korban rasisme oleh pemain Benfica yang menutup mulut dengan jerseynya di Liga Champions.
Seminggu sebelumnya, Almirón juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang menyebabkan pembatalan kartu kuning akibat 'salah identitas' lewat VAR.