Diagnosis LeCun tentang posisi kompetitif xAI sangat gamblang. Ia berpendapat bahwa OpenAI dan Anthropic tetap menjadi pemimpin di garis depan yang tidak bisa ditandingi xAI . Masalah intinya, katanya, adalah talenta: setelah kepergian tim pendiri, Musk sekarang "mempekerjakan dari sisa-sisa"
.
LeCun juga menyoroti detail operasional yang mengungkap banyak hal: xAI menyewakan pusat data raksasa Colossus-nya kepada pesaing untuk menutup biaya . Ini adalah tanda bahwa perusahaan tidak mampu membiayai kebutuhan komputasinya secara berkelanjutan. Menurut laporan, Google saja membayar SpaceX sekitar $920 juta per bulan untuk komputasi
. Inti argumen LeCun: xAI terlihat kurang seperti laboratorium AI terdepan dan lebih seperti tempat penyewaan pusat data
.
Peringatan LeCun melampaui masalah xAI. Ia mengatakan kepada CNBC bahwa seluruh industri AI berjalan di atas apa yang ia sebut "subsidi investor"—laboratorium mengeluarkan biaya sangat besar untuk komputasi dan inferensi sementara mengenakan harga jauh di bawah biaya . "Penggunaan bagi kebanyakan orang didanai oleh investor. Itu tidak bisa bertahan lama," katanya
.
Ia memperingatkan bahwa kecuali laboratorium memangkas biaya dan menaikkan harga, dinamika ini berisiko memicu "ledakan gelembung besar" . Ia membingkainya sebagai masalah struktural di seluruh industri, bukan hanya di xAI
. Menurutnya, perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic menghadapi ekonomi yang tidak berkelanjutan yang sama
.
Di balik semua kritik LeCun, ada keyakinan yang lebih dalam: paradigma LLM saat ini pada dasarnya salah untuk mencapai kecerdasan umum. Ia telah menyuarakan argumen ini selama bertahun-tahun, mengatakan kepada MIT Technology Review pada awal 2022 bahwa LLM tidak akan pernah mencapai kecerdasan setara manusia .
"Orang-orang memiliki ilusi, atau delusi, bahwa ini hanya masalah waktu sampai kita bisa meningkatkan skala mereka hingga memiliki kecerdasan setara manusia, dan itu benar-benar salah," katanya . Ia dengan gamblang menyatakan bahwa "tidak peduli seberapa besar model bahasa tumbuh, mereka tidak akan pernah mencapai kecerdasan setara manusia"
.
Alternatif LeCun adalah "world models"—sistem AI yang belajar bagaimana realitas fisik berperilaku dengan memahami fisika, mempertahankan memori, dan merencanakan tindakan, bukan sekadar memprediksi kata berikutnya dalam urutan teks .
Ia pun membuktikan keyakinannya dengan tindakan nyata. Setelah meninggalkan Meta pada November 2025, LeCun mendirikan AMI Labs (Advanced Machine Intelligence Labs), yang pada Maret 2026 berhasil mengumpulkan dana $1,03 miliar—putaran pendanaan awal terbesar yang pernah diraih perusahaan Eropa—untuk membangun world models . Arsitektur pilihannya adalah JEPA (Joint Embedding Predictive Architecture), yang belajar representasi abstrak alih-alih menghasilkan prediksi tingkat piksel
.
Wawancara LeCun dengan CNBC pada Juni 2026 bukan sekadar serangan terhadap rival; ini adalah argumen yang koheren tentang ke mana arah AI. Klaimnya didukung oleh fakta yang dapat diamati: tim pendiri xAI memang sebagian besar sudah pergi, perusahaan menyewakan infrastrukturnya, dan laboratorium AI utama tampaknya mengeluarkan biaya jauh lebih besar daripada pendapatan mereka. Apakah prediksinya tentang ledakan gelembung akan terbukti—atau apakah world models akan terbukti lebih unggul dari LLM yang diperbesar—masih harus dilihat. Namun LeCun telah mempertaruhkan reputasi dan lebih dari satu miliar dolar di balik taruhan ini.
Comments
0 comments