Yann LeCun menyebut xAI milik Elon Musk 'agak gagal' karena hampir seluruh tim pendiri sudah hengkang, membuat Musk kesulitan merekrut talenta AI top. LeCun mengungkapkan xAI menyewakan pusat data Colossus ke pesaing untuk menutup biaya—Google saja membayar sekitar $920 juta per bulan.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Searching with cited sources for What did Yann LeCun, known as the "Godfather of AI," say about Elon Musk's xAI being a failure, the operati. Article summary: Here is what Yann LeCun said in his June 2026 CNBC interview (and his broader recent commentary), broken into the four claims you asked about.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it u
Yann LeCun, peraih Turing Award dan dikenal sebagai "Godfather of AI" atau Bapak Kecerdasan Buatan, melontarkan kritik pedas terhadap xAI milik Elon Musk dan industri AI secara umum dalam wawancara dengan CNBC pada Juni 2026. Pernyataannya mencakup empat klaim utama: bahwa xAI adalah sebuah kegagalan, bahwa xAI tidak mampu bersaing dengan OpenAI dan Anthropic, bahwa industri AI berisiko mengalami "ledakan gelembung besar", dan bahwa large language models (LLM) adalah jalan buntu untuk mencapai kecerdasan setara manusia. Berikut penjelasan dan bukti di balik setiap pernyataannya.
LeCun tidak bermain kata-kata. "xAI agak gagal, sejujurnya," katanya kepada CNBC . Alasannya blak-blakan: hampir seluruh tim pendiri telah meninggalkan perusahaan. "Tim pendiri sudah pergi," ujarnya, menambahkan bahwa ada ketidakpastian apakah mereka pergi atau dipecat
. Ia menyatakan "tidak terlalu optimis tentang prospek xAI"
.
Kepergian talenta ini mencakup beberapa rekan pendiri yang telah hengkang selama setahun terakhir . LeCun berpendapat bahwa ini adalah konsekuensi langsung dari gaya manajemen Musk, yang membuatnya "sangat, sangat sulit untuk mempekerjakan orang-orang top di bidang AI"
.
Diagnosis LeCun tentang posisi kompetitif xAI sangat gamblang. Ia berpendapat bahwa OpenAI dan Anthropic tetap menjadi pemimpin di garis depan yang tidak bisa ditandingi xAI . Masalah intinya, katanya, adalah talenta: setelah kepergian tim pendiri, Musk sekarang "mempekerjakan dari sisa-sisa"
.
LeCun juga menyoroti detail operasional yang mengungkap banyak hal: xAI menyewakan pusat data raksasa Colossus-nya kepada pesaing untuk menutup biaya . Ini adalah tanda bahwa perusahaan tidak mampu membiayai kebutuhan komputasinya secara berkelanjutan. Menurut laporan, Google saja membayar SpaceX sekitar $920 juta per bulan untuk komputasi
. Inti argumen LeCun: xAI terlihat kurang seperti laboratorium AI terdepan dan lebih seperti tempat penyewaan pusat data
.
Peringatan LeCun melampaui masalah xAI. Ia mengatakan kepada CNBC bahwa seluruh industri AI berjalan di atas apa yang ia sebut "subsidi investor"—laboratorium mengeluarkan biaya sangat besar untuk komputasi dan inferensi sementara mengenakan harga jauh di bawah biaya . "Penggunaan bagi kebanyakan orang didanai oleh investor. Itu tidak bisa bertahan lama," katanya
.
Ia memperingatkan bahwa kecuali laboratorium memangkas biaya dan menaikkan harga, dinamika ini berisiko memicu "ledakan gelembung besar" . Ia membingkainya sebagai masalah struktural di seluruh industri, bukan hanya di xAI
. Menurutnya, perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic menghadapi ekonomi yang tidak berkelanjutan yang sama
.
Di balik semua kritik LeCun, ada keyakinan yang lebih dalam: paradigma LLM saat ini pada dasarnya salah untuk mencapai kecerdasan umum. Ia telah menyuarakan argumen ini selama bertahun-tahun, mengatakan kepada MIT Technology Review pada awal 2022 bahwa LLM tidak akan pernah mencapai kecerdasan setara manusia .
"Orang-orang memiliki ilusi, atau delusi, bahwa ini hanya masalah waktu sampai kita bisa meningkatkan skala mereka hingga memiliki kecerdasan setara manusia, dan itu benar-benar salah," katanya . Ia dengan gamblang menyatakan bahwa "tidak peduli seberapa besar model bahasa tumbuh, mereka tidak akan pernah mencapai kecerdasan setara manusia"
.
Alternatif LeCun adalah "world models"—sistem AI yang belajar bagaimana realitas fisik berperilaku dengan memahami fisika, mempertahankan memori, dan merencanakan tindakan, bukan sekadar memprediksi kata berikutnya dalam urutan teks .
Ia pun membuktikan keyakinannya dengan tindakan nyata. Setelah meninggalkan Meta pada November 2025, LeCun mendirikan AMI Labs (Advanced Machine Intelligence Labs), yang pada Maret 2026 berhasil mengumpulkan dana $1,03 miliar—putaran pendanaan awal terbesar yang pernah diraih perusahaan Eropa—untuk membangun world models . Arsitektur pilihannya adalah JEPA (Joint Embedding Predictive Architecture), yang belajar representasi abstrak alih-alih menghasilkan prediksi tingkat piksel
.
Wawancara LeCun dengan CNBC pada Juni 2026 bukan sekadar serangan terhadap rival; ini adalah argumen yang koheren tentang ke mana arah AI. Klaimnya didukung oleh fakta yang dapat diamati: tim pendiri xAI memang sebagian besar sudah pergi, perusahaan menyewakan infrastrukturnya, dan laboratorium AI utama tampaknya mengeluarkan biaya jauh lebih besar daripada pendapatan mereka. Apakah prediksinya tentang ledakan gelembung akan terbukti—atau apakah world models akan terbukti lebih unggul dari LLM yang diperbesar—masih harus dilihat. Namun LeCun telah mempertaruhkan reputasi dan lebih dari satu miliar dolar di balik taruhan ini.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Yann LeCun menyebut xAI milik Elon Musk 'agak gagal' karena hampir seluruh tim pendiri sudah hengkang, membuat Musk kesulitan merekrut talenta AI top.
Yann LeCun menyebut xAI milik Elon Musk 'agak gagal' karena hampir seluruh tim pendiri sudah hengkang, membuat Musk kesulitan merekrut talenta AI top. LeCun mengungkapkan xAI menyewakan pusat data Colossus ke pesaing untuk menutup biaya—Google saja membayar sekitar $920 juta per bulan.
Ia memperingatkan industri AI hidup dari 'subsidi investor' dan berisiko mengalami 'ledakan gelembung besar' jika biaya tidak ditekan dan harga tidak dinaikkan.