Sistem kecepatan pit lane bekerja dengan menghitung kecepatan rata-rata berdasarkan jarak antara dua timing loop dibagi waktu tempuh di antaranya . Formula One Management (FOM), pemasok waktu resmi F1, memberikan bukti bahwa jarak yang digunakan dalam perhitungan tidak akurat sehingga kecepatan mobil Gasly terhitung lebih tinggi dari sebenarnya
.
Keputusan ini menuai kritik tajam karena membuka kembali hasil balapan setelah acara selesai hanya karena masalah pengukuran dalam proses penalti . Oscar Piastri mengaku "cukup terpukul" dan "tidak percaya" penalti itu dibatalkan, sambil menunjukkan bahwa ia dan pembalap lain juga pernah dihukum secara keliru karena pit lane speeding
.
Mantan prinsipal Haas, Guenther Steiner, menyebut keputusan ini sebagai "debacle" dan memperingatkan di podcast The Red Flags bahwa putusan ini telah membuka "kotak Pandora" yang besar bagi konsistensi regulasi F1 . Kekhawatiran lebih luas adalah bahwa keputusan ini bisa membuat tim lebih berani menantang penalti dengan mempertanyakan sistem atau pengukuran di belakangnya
.
Setelah pengembalian podium, Gasly naik ke posisi kedelapan klasemen pembalap dengan 35 poin, sementara Hadjar turun ke posisi kesembilan . Di klasemen konstruktor, perubahan ini membuat Alpine naik ke posisi kelima, unggul atas Racing Bulls di posisi keenam
.
| Pos | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 156 |
| 2 | Lewis Hamilton | Ferrari | 90 |
| 3 | George Russell | Mercedes | 88 |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | 75 |
| 5 | Oscar Piastri | McLaren | 58 |
| 6 | Lando Norris | McLaren | 58 |
| 7 | Max Verstappen | Red Bull | 43 |
| 8 | Pierre Gasly | Alpine | 35 |
| 9 | Isack Hadjar | Red Bull | 26 |
| 10 | Liam Lawson | Racing Bulls | 26 |
Kontroversi ini masih berlanjut setelah McLaren dan Red Bull mengajukan banding, dengan pertanyaan-pertanyaan lebih besar tentang akurasi pengukuran waktu, pembalikan penalti, dan finalitas hasil balapan yang masih belum terselesaikan .
Comments
0 comments