Dua bulan sebelumnya, pada April 2026, Indonesia Game Rating System (IGRS) juga telah mendaftarkan ekspansi yang sama untuk platform Nintendo . Daftar dari Indonesia ini ambigu: label platformnya adalah 'Nintendo Switch', bukan secara gamblang menyebut Switch 2. Laporan mencatat bahwa IGRS sering menggunakan 'Nintendo Switch' sebagai sebutan umum yang mencakup Switch orisinal dan Switch 2, sehingga pada awalnya tidak jelas konsol mana yang dimaksud
. Kebocoran dari IGRS ini terjadi melalui celah keamanan yang sebelumnya juga telah mengekspos proyek-proyek lain yang belum diumumkan, termasuk detail alur cerita untuk game James Bond milik IO Interactive
.
Keberadaan dua badan regulator di negara berbeda yang sama-sama mendaftarkan ekspansi yang sama untuk hardware Nintendo dalam bulan yang sama adalah hal yang tidak biasa, kecuali jika sebuah rilis memang sedang dipersiapkan . Daftar dari Taiwan menghilangkan ambiguitas yang ditinggalkan oleh label 'Nintendo Switch' yang generik dari Indonesia dengan secara spesifik menyebut Switch 2
. Banyak media yang meliput berita ini menggambarkannya sebagai sinyal terkuat bahwa port Switch 2 sedang dalam perjalanan, sambil tetap mencatat absennya konfirmasi resmi
. Daftar ini mengindikasikan bahwa game telah memasuki tahap kepatuhan dan sertifikasi, yang biasanya merupakan salah satu langkah terakhir menjelang rilis produksi.
Hingga laporan terbaru, Blizzard belum mengonfirmasi port Switch 2 . Liputan media menggambarkan daftar ini sebagai bukti, tanda, atau rumor akan potensi versi Switch 2, bukan sebagai pengumuman dari Blizzard atau Nintendo
. Daftar regulator ini adalah bukti terkuat sejauh ini, namun tetap bersifat tidak langsung
.
Posisi resmi Blizzard konsisten dalam setahun terakhir. Pada Februari 2026, Robert Purchase dari Eurogamer mencoba mencari kejelasan soal versi Switch 2 Diablo 4 saat berkunjung ke kantor pusat Blizzard, tetapi seorang perwakilan PR turun tangan dan menyatakan perusahaan tidak bisa berkomentar soal masalah tersebut . Pada April 2025, general manager Diablo, Rod Fergusson, mengatakan kepada Gamertag Radio bahwa dia melihat 'ada peluang di sana' untuk membawa Diablo 4 ke Switch 2, menunjuk pada fakta bahwa Diablo 3 dan Diablo 2: Resurrected sudah berjalan di hardware Nintendo
. Tapi Fergusson juga menekankan bahwa tim harus mengatasi kompleksitas menjalankan game live-service di konsol portabel
. 'Saya pikir pasti ada peluang di sana,' kata Fergusson. 'Satu-satunya komponen yang perlu dipecahkan adalah live service di genggam'
.
Rating Taiwan mencakup ekspansi Lord of Hatred secara spesifik, yang mengindikasikan bahwa rilis Switch 2 hipotetis ini mungkin menyertakan game dasar dengan ekspansi yang dibundel, atau ekspansi sebagai rilis mandiri untuk pemain yang sudah ada . Laporan Softonic mencatat bahwa entri Taiwan mengarah ke ekspansi April 2026, bukan hanya game dasarnya, yang bisa berarti Vessel of Hatred — yang dirilis pada Oktober 2024 — juga disertakan
.
Daftar ganda dari lembaga rating — Indonesia pada April 2026 dan Taiwan pada April 2026 (terdeteksi publik pada Juni 2026) — adalah sinyal terkuat sejauh ini bahwa port Switch 2 mungkin sedang dalam pengembangan . Namun, Blizzard belum secara resmi mengonfirmasi apapun dalam laporan yang dikutip, sehingga port tersebut masih belum diumumkan meskipun bukti tidak langsung terus bertambah
. Jejak regulasi ini sangat mengindikasikan bahwa port tersebut ada, namun keputusan akhir ada di tangan Blizzard.
Comments
0 comments