Untuk tugas AI, APU ini memiliki NPU XDNA 2 dengan kemampuan hingga 50 TOPS. Jika seluruh platform dihitung, performa AI-nya mencapai sekitar 126 TOPS . GMKtec menyatakan kemampuan tersebut cukup untuk menjalankan model seperti Qwen3 hingga 235 miliar parameter sepenuhnya di perangkat .
Angka parameter yang besar tidak otomatis menjamin semua model akan berjalan pada kecepatan yang sama. Namun, kapasitas memori besar dan arsitektur memori terpadu membuat EVO-X3 menarik untuk beban kerja inferensi yang membutuhkan alokasi memori GPU dalam jumlah besar.
EVO-X3 tersedia dengan 128 GB LPDDR5X-8000 melalui bus 256-bit . Memori ini menggunakan arsitektur terpadu, sehingga CPU dan GPU dapat berbagi satu pool memori yang sama. Untuk AI, pendekatan tersebut memungkinkan GPU memanfaatkan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan VRAM khusus pada banyak kartu grafis konsumen.
Ada satu hal penting bagi calon pembeli: memori tersebut disolder ke papan utama dan tidak dapat diganti atau ditambah oleh pengguna . Karena itu, konfigurasi 128 GB harus dianggap sebagai kapasitas tetap sepanjang masa pemakaian perangkat.
Di sektor penyimpanan, GMKtec menyediakan dua slot M.2 2280 PCIe 4.0. Konfigurasi peluncuran mencakup SSD 2 TB dan 4 TB, sementara kapasitas total platform dilaporkan dapat mencapai hingga 16 TB .
Berbeda dari kebanyakan mini PC yang berbentuk kotak mendatar, EVO-X3 menggunakan desain vertikal bergaya “blade” dengan bodi logam hasil pemesinan CNC . Ukurannya kurang lebih sekelas konsol Sony PlayStation 4 .
Di balik bodi tersebut terdapat sistem pendingin tiga kipas. Solusi ini ditujukan untuk menjaga APU 16 inti dan memori berkecepatan tinggi tetap berada pada suhu kerja yang sesuai ketika menerima beban secara terus-menerus .
Desain vertikal juga membuat EVO-X3 lebih mudah ditempatkan sebagai workstation kecil di meja kerja, meski kebutuhan ruang dan aliran udara tetap perlu diperhatikan saat perangkat digunakan untuk inferensi atau komputasi berat dalam waktu lama.
Salah satu pembaruan paling penting dibandingkan EVO-X2 adalah kehadiran port OCuLink PCIe Gen 4 x4 dengan bandwidth sekitar 64 Gbit/s . Port ini memungkinkan pengguna menghubungkan GPU eksternal, termasuk kartu grafis NVIDIA RTX seri 40 atau seri 50, untuk kebutuhan rendering dan komputasi yang lebih berat .
OCuLink memberi EVO-X3 jalur ekspansi yang lebih cepat dan lebih fleksibel dibandingkan koneksi eksternal biasa. Fitur ini juga menjadi pembeda penting karena EVO-X2 tidak menyediakan port ekspansi GPU eksternal berkecepatan tinggi tersebut .
Pilihan konektivitas lainnya meliputi:
GMKtec membekali EVO-X3 dengan Claw+Wrangler, rangkaian software untuk inferensi lokal. Platform ini ditujukan untuk menjalankan model bahasa besar, agen AI, dan proses inferensi berkelanjutan secara mandiri, tanpa berlangganan layanan cloud .
Untuk organisasi, keunggulan utamanya adalah data dapat tetap diproses di perangkat. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang tidak ingin mengirim dokumen, kode, atau informasi internal ke API cloud. Dukungan terhadap ekosistem komputasi terbuka AMD ROCm juga ditujukan untuk membantu kompatibilitas dengan berbagai framework AI dan machine learning .
Meski demikian, klaim kemampuan menjalankan model hingga 235 miliar parameter berasal dari pernyataan dan materi promosi terkait perangkat. Pengalaman nyata akan tetap bergantung pada format model, kuantisasi, pengaturan software, serta kecepatan yang diharapkan pengguna.
Harga Amerika Serikat yang dilaporkan untuk dua konfigurasi peluncuran adalah:
Di Eropa, harga dilaporkan mulai sekitar €3.249 dan dapat mencapai sekitar €3.450 untuk konfigurasi yang lebih tinggi . GMKtec belum menyajikan satu daftar harga resmi yang merinci setiap SKU dalam mata uang euro, sehingga angka tersebut dapat berbeda tergantung retailer .
Pendaftaran early access dijadwalkan dibuka pada 22 Juni 2026 melalui JD.com di China dan situs global GMKtec . Peluncuran global dan penjualan umum dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026 .
Pendaftar lebih awal dilaporkan akan memperoleh kupon potongan harga sebesar US$20 . Ketersediaan aktual di tiap negara tetap dapat bergantung pada kanal penjualan dan distribusi lokal.
GMKtec juga mengonfirmasi pengembangan varian EVO-X3 yang lebih bertenaga untuk dikirim pada waktu lain di 2026 . Model ini akan menggunakan Ryzen AI Max+ PRO 495 dengan 16 inti Zen 5, boost clock hingga 5,2 GHz, GPU Radeon 8065S dengan 40 compute unit, serta NPU XDNA 2 hingga 55 TOPS .
Peningkatan terbesarnya ada pada memori: hingga 192 GB LPDDR5X-8533. Dalam sistem yang sesuai, hingga 160 GB dari memori terpadu tersebut dapat dialokasikan sebagai VRAM untuk GPU . Kapasitas ini akan membuka peluang untuk menjalankan model AI lokal yang lebih besar dibandingkan batas model 128 GB.
GMKtec belum mengumumkan bulan peluncuran maupun harga untuk varian PRO 495 tersebut . Jadi, pembeli yang membutuhkan kapasitas terbesar perlu menunggu informasi resmi lebih lanjut.
GMKtec EVO-X3 adalah workstation AI ringkas dengan pendekatan yang cukup spesifik: membawa kapasitas memori besar dan kemampuan inferensi lokal ke perangkat berukuran mini. Model awal menawarkan Ryzen AI Max+ 395, memori terpadu 128 GB, port OCuLink, dan dukungan menjalankan model hingga 235 miliar parameter menurut klaim perusahaan.
Dengan harga mulai US$3.600, perangkat ini bukan pilihan umum untuk pengguna yang hanya membutuhkan mini PC sehari-hari. Namun, bagi pengembang atau perusahaan yang mengutamakan AI lokal, privasi data, dan opsi menambahkan GPU eksternal, kombinasi memori besar, pendingin tiga kipas, serta software Claw+Wrangler membuat EVO-X3 layak diperhatikan. Varian 192 GB berbasis Ryzen AI Max+ PRO 495 bahkan berpotensi memperluas kemampuan tersebut, meski harga dan tanggal rilisnya masih belum diketahui.