Karena dua laporan itu memakai patokan jumlah cofounder yang berbeda—12 dalam laporan TechCrunch dan 11 dalam laporan The Next Web—ringkasan paling aman adalah: xAI menghadapi eksodus besar di kalangan cofounder, dan satu laporan belakangan menyebut seluruh 11 cofounder kabarnya telah meninggalkan perusahaan .
Rangkaian laporan itu menjelaskan mengapa narasi singkat “semua keluar” mudah menyebar. Beritanya memang besar. Tetapi frasa itu juga kurang presisi: yang diberitakan adalah cofounder, peneliti, engineer senior, dan karyawan level atas—bukan seluruh tenaga kerja xAI .
Salah satu sumber frasa yang lebih bombastis adalah video YouTube yang dipublikasikan pada 22 April 2026 berjudul “The $250 Billion Lie. Why Musk’s Elite Team All QUIT.” Cuplikannya menyebut “entire team vanished” atau “seluruh tim menghilang” .
Masalahnya, kalimat itu lebih kuat daripada apa yang dibuktikan laporan utama. Versi yang lebih akurat adalah: xAI dilaporkan kehilangan banyak pemimpin pendiri dan talenta teknis senior, dan The Next Web kemudian melaporkan seluruh 11 cofounder telah pergi . Itu berbeda dari membuktikan bahwa seluruh perusahaan ikut mundur.
Nama-nama yang muncul dalam laporan mencakup beberapa figur teknis senior. Fortune menyebut Jimmy Ba, yang digambarkan sebagai cofounder yang memimpin upaya riset dan keselamatan, serta Tony Wu, cofounder yang memimpin tim reasoning, di antara mereka yang keluar . Business Insider juga memasukkan Ba dan Wu dalam daftar kepergian karyawan tingkat atas xAI baru-baru ini
.
The Next Web kemudian menyebut Manuel Kroiss, yang digambarkan memimpin tim pretraining, dan Ross Nordeen, yang oleh Business Insider disebut sebagai “right-hand operator” Musk, sebagai dua terakhir dari 11 cofounder yang pergi .
Musk membingkai setidaknya sebagian perubahan itu sebagai restrukturisasi saat xAI tumbuh. TechCrunch melaporkan bahwa Musk mengatakan kepada staf bahwa karena perusahaan telah mencapai skala tertentu, xAI sedang ditata agar lebih efektif pada skala tersebut; ia juga menyebut sebagian orang lebih cocok untuk fase awal perusahaan daripada operasi di tahap yang lebih matang . Business Insider juga melaporkan bahwa Musk memberi tahu karyawan xAI bahwa perusahaan sedang direstrukturisasi seiring pertumbuhannya
.
Namun, penjelasan itu tidak membuktikan satu alasan tunggal untuk semua kepergian. Fortune melaporkan bahwa catatan publik Jimmy Ba berterima kasih kepada Musk dan mengatakan ia akan “continue to stay close as a friend of the team,” sehingga sulit menyederhanakan semua keluarnya karyawan sebagai satu cerita yang sama—misalnya sepenuhnya konflik, sepenuhnya sukarela, atau sepenuhnya pemecatan .
Beberapa klaim sekunder melangkah lebih jauh daripada versi yang paling kuat didukung. Sebuah unggahan Metaintro menyebut seluruh 11 cofounder asli dan lebih dari 80 peneliti serta engineer telah meninggalkan xAI . Klaim 11 cofounder memang sejalan dengan laporan The Next Web, tetapi angka “80+” tidak terbukti secara konsisten dalam laporan Fortune, TechCrunch, Business Insider, dan The Next Web yang menjadi rujukan utama di sini
.
Klaim viral “semua tim xAI mundur” perlu diberi pagar konteks. Yang didukung laporan adalah guncangan besar di jajaran kepemimpinan dan talenta riset xAI, termasuk banyak kepergian cofounder dan, menurut The Next Web, seluruh 11 cofounder kabarnya telah keluar pada akhir Maret 2026 .
Namun, laporan-laporan itu tidak menunjukkan bahwa seluruh karyawan xAI mengundurkan diri, dan tidak membuktikan satu penyebab tunggal di balik semua kepergian tersebut.