Klaim bahwa “semua tim xAI Elon Musk mundur” terdengar dramatis, dan memang ada inti faktualnya: xAI dilaporkan mengalami gelombang kepergian besar di jajaran pendiri, peneliti, engineer senior, dan karyawan tingkat atas. Namun, jika dibaca secara ketat, laporan-laporan yang tersedia mendukung gambaran eksodus cofounder dan talenta teknis senior, bukan bukti bahwa seluruh karyawan xAI berhenti serentak [7][
8][
10][
14].
Putusan singkat
Jika “tim” dimaknai sebagai seluruh perusahaan xAI, jawabannya: tidak. Laporan yang dikutip tidak menunjukkan adanya walkout atau pengunduran diri seluruh tenaga kerja.
Jika “tim” dimaknai sebagai kelompok cofounder awal xAI, klaim itu lebih mendekati inti berita—tetapi tetap perlu dirumuskan hati-hati. TechCrunch melaporkan pada 13 Februari 2026 bahwa enam dari 12 cofounder asli xAI telah keluar [7]. Lalu, The Next Web melaporkan pada 28 Maret 2026 bahwa setiap cofounder yang direkrut Musk untuk membangun xAI kabarnya telah pergi, dengan Manuel Kroiss dan Ross Nordeen disebut sebagai dua terakhir dari 11 cofounder yang keluar [
10].
Karena dua laporan itu memakai patokan jumlah cofounder yang berbeda—12 dalam laporan TechCrunch dan 11 dalam laporan The Next Web—ringkasan paling aman adalah: xAI menghadapi eksodus besar di kalangan cofounder, dan satu laporan belakangan menyebut seluruh 11 cofounder kabarnya telah meninggalkan perusahaan [7][
10].
Apa yang sebenarnya dilaporkan?
| Tanggal | Perkembangan yang dilaporkan | Artinya |
|---|---|---|
| 11 Februari 2026 | Fortune melaporkan xAI sedang “mengalami semacam eksodus,” dengan dua cofounder dan setidaknya enam peneliti lain keluar dalam beberapa pekan sebelumnya [ | Ada gelombang nyata kepergian talenta teknis senior. |
| 13 Februari 2026 | TechCrunch melaporkan dua cofounder lagi keluar, sehingga totalnya menjadi enam dari 12 cofounder asli [ | Pada titik itu, sekitar separuh kelompok cofounder awal dilaporkan telah pergi. |
| 27 Februari 2026 | Business Insider melaporkan “flurry of top employee departures,” termasuk Jimmy Ba dan Tony Wu, serta menyebut lebih dari separuh cofounder xAI telah keluar sejak Musk mendirikan perusahaan itu pada 2023 [ | Kepergian tersebut bukan hanya satu-dua kasus terpisah. |
| 28 Maret 2026 | The Next Web melaporkan seluruh 11 cofounder xAI kabarnya telah keluar, dengan Manuel Kroiss dan Ross Nordeen disebut sebagai dua terakhir [ | Ini adalah versi terkuat dari klaim “semua cofounder pergi.” |
Rangkaian laporan itu menjelaskan mengapa narasi singkat “semua keluar” mudah menyebar. Beritanya memang besar. Tetapi frasa itu juga kurang presisi: yang diberitakan adalah cofounder, peneliti, engineer senior, dan karyawan level atas—bukan seluruh tenaga kerja xAI [7][
8][
10][
14].
Dari mana narasi “semua tim keluar” muncul?
Salah satu sumber frasa yang lebih bombastis adalah video YouTube yang dipublikasikan pada 22 April 2026 berjudul “The $250 Billion Lie. Why Musk’s Elite Team All QUIT.” Cuplikannya menyebut “entire team vanished” atau “seluruh tim menghilang” [15].
Masalahnya, kalimat itu lebih kuat daripada apa yang dibuktikan laporan utama. Versi yang lebih akurat adalah: xAI dilaporkan kehilangan banyak pemimpin pendiri dan talenta teknis senior, dan The Next Web kemudian melaporkan seluruh 11 cofounder telah pergi [7][
8][
10][
14]. Itu berbeda dari membuktikan bahwa seluruh perusahaan ikut mundur.
Siapa saja yang dilaporkan keluar?
Nama-nama yang muncul dalam laporan mencakup beberapa figur teknis senior. Fortune menyebut Jimmy Ba, yang digambarkan sebagai cofounder yang memimpin upaya riset dan keselamatan, serta Tony Wu, cofounder yang memimpin tim reasoning, di antara mereka yang keluar [8]. Business Insider juga memasukkan Ba dan Wu dalam daftar kepergian karyawan tingkat atas xAI baru-baru ini [
14].
The Next Web kemudian menyebut Manuel Kroiss, yang digambarkan memimpin tim pretraining, dan Ross Nordeen, yang oleh Business Insider disebut sebagai “right-hand operator” Musk, sebagai dua terakhir dari 11 cofounder yang pergi [10].
Apa penjelasan Musk?
Musk membingkai setidaknya sebagian perubahan itu sebagai restrukturisasi saat xAI tumbuh. TechCrunch melaporkan bahwa Musk mengatakan kepada staf bahwa karena perusahaan telah mencapai skala tertentu, xAI sedang ditata agar lebih efektif pada skala tersebut; ia juga menyebut sebagian orang lebih cocok untuk fase awal perusahaan daripada operasi di tahap yang lebih matang [7]. Business Insider juga melaporkan bahwa Musk memberi tahu karyawan xAI bahwa perusahaan sedang direstrukturisasi seiring pertumbuhannya [
14].
Namun, penjelasan itu tidak membuktikan satu alasan tunggal untuk semua kepergian. Fortune melaporkan bahwa catatan publik Jimmy Ba berterima kasih kepada Musk dan mengatakan ia akan “continue to stay close as a friend of the team,” sehingga sulit menyederhanakan semua keluarnya karyawan sebagai satu cerita yang sama—misalnya sepenuhnya konflik, sepenuhnya sukarela, atau sepenuhnya pemecatan [8].
Hati-hati dengan angka terbesar
Beberapa klaim sekunder melangkah lebih jauh daripada versi yang paling kuat didukung. Sebuah unggahan Metaintro menyebut seluruh 11 cofounder asli dan lebih dari 80 peneliti serta engineer telah meninggalkan xAI [1]. Klaim 11 cofounder memang sejalan dengan laporan The Next Web, tetapi angka “80+” tidak terbukti secara konsisten dalam laporan Fortune, TechCrunch, Business Insider, dan The Next Web yang menjadi rujukan utama di sini [
7][
8][
10][
14].
Kesimpulan
Klaim viral “semua tim xAI mundur” perlu diberi pagar konteks. Yang didukung laporan adalah guncangan besar di jajaran kepemimpinan dan talenta riset xAI, termasuk banyak kepergian cofounder dan, menurut The Next Web, seluruh 11 cofounder kabarnya telah keluar pada akhir Maret 2026 [7][
8][
10][
14].
Namun, laporan-laporan itu tidak menunjukkan bahwa seluruh karyawan xAI mengundurkan diri, dan tidak membuktikan satu penyebab tunggal di balik semua kepergian tersebut.




