Jackson Plan, yang juga dikenal sebagai Raffles Town Plan, dirancang untuk menata kota Singapura yang berkembang pesat pada 1820 an. Rencana ini membagi kawasan di sekitar Sungai Singapura menurut fungsi dan menetapkan panduan jalan serta bangunan, tetapi tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan di lapangan.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What was the "Jackson Plan," and how did it influence Singapore's urban layout?. Article summary: The **Jackson Plan**, also called the **Raffles Town Plan**, was an early plan for Singapore’s town centre, initiated in 1822 under Stamford Raffles and drawn up by surveyor Lieutenant Philip Jackson. It sought to bring . Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails,
Jackson Plan—atau Raffles Town Plan—adalah rancangan awal untuk menata kota Singapura yang berkembang pesat. Stamford Raffles memulai upaya perencanaan pada 1822, lalu perwira survei Letnan Philip Jackson menyusun denahnya pada 1822–23. Arti penting rencana ini terutama terletak pada penataan kota kolonial di sekitar Sungai Singapura, bukan sebagai cetak biru bagi seluruh Singapura modern. 2
5
10
Saat kembali ke Singapura pada 1822, Raffles mendapati pembagian lahan di kawasan permukiman tidak berjalan sesuai arahannya. Ia kemudian membentuk Komite Kota untuk menangani pertumbuhan yang tidak teratur dan merencanakan penggunaan lahan di pusat permukiman. 5
8
Rencana yang disusun menetapkan fungsi bagi sejumlah kawasan dan mengalokasikan area untuk komunitas yang berbeda. Namun, denah itu menggambarkan tata kota yang diharapkan, bukan catatan lengkap tentang bagaimana orang benar-benar tinggal atau menggunakan lahan. 3
6
Sungai Singapura menjadi pemisah alami bagi beberapa zona utama. Kawasan di tepi utara diperuntukkan bagi pemerintahan, sedangkan tepi selatan ditetapkan untuk kegiatan keuangan dan perdagangan. Rencana tersebut juga memuat panduan jalan dan bangunan, termasuk persimpangan bersudut siku-siku dan jalur pejalan kaki selebar lima kaki. 4
Area untuk kelompok-kelompok etnis yang berbeda turut ditetapkan, dan pembagian ini ikut membentuk distrik-distrik tersendiri di kota kolonial. Meski begitu, rencana tidak selalu terlaksana sesuai peruntukannya. Padang, misalnya, ditetapkan sebagai kawasan pemerintahan, tetapi juga ditempati rumah dan gudang. 1
3
Jackson Plan membantu membentuk kerangka awal pusat kota Singapura: kawasan tempat kegiatan pemerintahan dan perdagangan direncanakan, susunan jalan dan bangunan, serta pembagian distrik. Kawasan yang kemudian dikenal sebagai Raffles Place termasuk dalam fokus komersial rencana tersebut. 4
Namun, jangkauannya terbatas pada kawasan utama kota. Untuk sebagian besar abad ke-19 hingga paruh pertama abad ke-20, pertumbuhan wilayah Singapura yang lebih luas masih berlangsung secara tidak teratur dan sebagian besar belum diatur. Karena itu, pembangunan Singapura modern yang direncanakan kemudian tidak tepat dipandang sebagai kelanjutan langsung tanpa jeda dari skema Jackson. 8
Jackson Plan merupakan salah satu upaya awal untuk menata kota kolonial Singapura. Pembagian zona berdasarkan sungai, alokasi distrik, dan panduan desainnya membentuk gambaran tentang pusat kota yang hendak dibangun. Namun, penerapannya tidak merata dan perkembangan kota setelahnya punya jalannya sendiri.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Jackson Plan, yang juga dikenal sebagai Raffles Town Plan, dirancang untuk menata kota Singapura yang berkembang pesat pada 1820 an.
Jackson Plan, yang juga dikenal sebagai Raffles Town Plan, dirancang untuk menata kota Singapura yang berkembang pesat pada 1820 an. Rencana ini membagi kawasan di sekitar Sungai Singapura menurut fungsi dan menetapkan panduan jalan serta bangunan, tetapi tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan di lapangan.
Pengaruhnya terutama membentuk gagasan tentang pusat kota; pertumbuhan Singapura yang lebih luas masih berlangsung tanpa banyak pengaturan hingga pertengahan abad ke 20.