Dengan IPO ini, Unitree menjadi produsen robot humanoid pertama yang tercatat di bursa China daratan. Sahamnya diperdagangkan dengan kode 688836.SS di STAR Market Shanghai, papan bursa yang berfokus pada perusahaan teknologi .
Rincian utamanya:
Nilai tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi awal. Sebelumnya, Reuters melaporkan target valuasi hingga 50 miliar yuan, sementara sejumlah bank investasi memperkirakan kisaran valuasi awal 40–50 miliar yuan . Besarnya permintaan membuat nilai penawaran meningkat dari rencana awal sekitar 4,2 miliar yuan atau US$618 juta .
Unitree mencatat pertumbuhan yang sangat cepat ketika bisnisnya beralih dari robot berkaki empat ke robot humanoid. Perusahaan mulai membukukan laba pada 2025, saat pendapatan tahunannya mencapai sekitar 1,70 miliar yuan atau US$235 juta .
| Metrik | 2023 | 2024 | 2025 | Kuartal I 2026 |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | 159,1 juta yuan | Sekitar 390 juta yuan | 1,70 miliar yuan | 420 juta yuan |
| Laba bersih | Tidak tersedia | Sekitar 77 juta yuan | 280–600 juta yuan | Turun 47,7% secara tahunan |
| Margin kotor | Tidak tersedia | Sekitar 40% | Sekitar 59,5–60% | Tidak tersedia |
| Porsi pendapatan robot humanoid | 1,9% | Tidak tersedia | 51,78% atau 868 juta yuan | Tetap menjadi segmen terbesar |
Pendapatan 2025 tumbuh sekitar 335% secara tahunan . Pengiriman robot humanoid juga menembus lebih dari 5.500 unit, yang menurut data pihak ketiga menempatkan Unitree di posisi teratas secara global pada tahun tersebut .
Margin kotor perusahaan meningkat tajam, dari sekitar 40% pada 2024 menjadi kira-kira 60% pada 2025. Produk humanoid bahkan mencatat margin kotor sekitar 62,9% . Perubahan komposisi bisnisnya juga signifikan: kontribusi robot humanoid naik dari 1,9% pendapatan pada 2023 menjadi 51,78% pada 2025.
Namun, laju pertumbuhan mulai kehilangan tenaga pada awal 2026. Pendapatan kuartal pertama naik 68,49% secara tahunan—masih kuat, tetapi jauh di bawah lonjakan 332,64% pada periode yang sama tahun sebelumnya . Laba bersih setelah mengecualikan pos-pos nonberulang turun 52,55% menjadi sekitar 40 juta yuan, seiring meningkatnya pengeluaran untuk riset dan pengembangan serta pembangunan basis manufaktur .
Salah satu sorotan terbesar dalam IPO ini adalah investasi DeepSeek senilai US$20,8 juta di Unitree . Kedua perusahaan sama-sama berbasis di Hangzhou, sehingga kesepakatan tersebut mempertemukan perangkat keras Unitree—robot humanoid dan robot berkaki empat—dengan kemampuan model bahasa besar milik DeepSeek .
Tujuan strategisnya adalah menghadirkan kemampuan penalaran, interaksi bahasa alami, dan pemahaman konteks yang lebih baik ke dalam robot Unitree. Pendekatan ini sejalan dengan tren embodied AI, yaitu penggabungan kecerdasan buatan dengan perangkat fisik yang dapat merasakan lingkungan dan bertindak di dunia nyata.
Bagi Unitree, kemitraan ini dapat membantu perusahaan bergerak melampaui keunggulan mekanis—seperti kemampuan berjalan, berlari, dan melakukan aksi akrobatik—menuju robot yang lebih mampu memahami instruksi dan berinteraksi dengan manusia. Meski demikian, besarnya dampak komersial kemitraan tersebut masih harus dibuktikan setelah produk dan aplikasinya digunakan secara lebih luas.
Pertumbuhan Unitree tidak sepenuhnya bebas dari risiko geopolitik. Menurut prospektus perusahaan, penjualan di Amerika Serikat menyumbang 13,3% pendapatan Unitree pada 2025 . Ketergantungan ini membuat perusahaan rentan terhadap perubahan tarif, pembatasan ekspor, sanksi, atau larangan perdagangan baru.
Beberapa risiko penting bagi Unitree meliputi:
Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan di pasar AS perlu dilihat bersamaan dengan potensi risiko regulasi. Porsi 13,3% memang bukan mayoritas, tetapi cukup besar untuk memengaruhi kinerja jika akses pasar atau pasokan komponen terganggu .
Shein merupakan perusahaan e-commerce fesyen yang jauh lebih besar, dengan estimasi pendapatan lebih dari US$30 miliar dan rumor valuasi IPO sekitar US$50–90 miliar di Inggris atau Hong Kong. Unitree dan Shein beroperasi di sektor, rantai pasok, serta kerangka regulasi yang sangat berbeda.
Kesamaan utama keduanya adalah status sebagai perusahaan China berprofil tinggi yang menghadapi tekanan perdagangan dan regulasi terkait hubungan AS-China. Karena perbedaan model bisnisnya, Shein tidak dapat dijadikan pembanding keuangan langsung bagi Unitree.
EngineAI adalah perusahaan rintisan robot humanoid berbasis di Shenzhen yang masih berada pada tahap pra-IPO. Perusahaan tersebut belum mengajukan pencatatan di STAR Market.
Dibandingkan EngineAI, skala Unitree jauh lebih besar: pendapatan 2025 mencapai 1,7 miliar yuan, sementara estimasi pendapatan EngineAI masih di bawah 100 juta yuan. Pengiriman robot humanoid Unitree juga melampaui 5.500 unit, dibandingkan ratusan unit untuk EngineAI. Karena itu, EngineAI lebih tepat dipandang sebagai calon pesaing masa depan, bukan pembanding keuangan yang setara.
Zhongji Innolight tercatat di papan ChiNext Shenzhen dan memproduksi modul optik berkecepatan tinggi untuk pusat data AI. Kapitalisasi pasarnya diperkirakan sekitar US$10–15 miliar, mendekati valuasi IPO Unitree sekitar US$9 miliar.
Namun, perbedaan bisnisnya sangat mendasar. Zhongji Innolight memasok komponen infrastruktur AI dan disebut memiliki margin kotor sekitar 65–70%, sedangkan Unitree menjual perangkat robotik lengkap. Unitree memiliki pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi, tetapi pasar akhirnya masih relatif lebih muda dan belum terbukti sedalam permintaan infrastruktur pusat data AI.
| Perusahaan | Sektor | Valuasi terbaru | Pendapatan 2025 | Status |
|---|---|---|---|---|
| Unitree | Robot humanoid dan robotika | Sekitar US$9,0 miliar | Sekitar US$235 juta | Penetapan harga IPO pada Agustus 2026 |
| Zhongji Innolight | Modul optik AI | Sekitar US$10–15 miliar | Estimasi sekitar US$2 miliar | Tercatat di Shenzhen |
| Shein | E-commerce fesyen | Estimasi US$50–90 miliar | Lebih dari US$30 miliar | IPO masih direncanakan |
| EngineAI | Robot humanoid | Estimasi di bawah US$500 juta | Estimasi di bawah US$20 juta | Pra-IPO dan masih privat |
IPO Unitree merupakan tonggak penting bagi industri robotika China. Perusahaan menawarkan kombinasi yang menarik: valuasi sekitar US$9 miliar, pertumbuhan pendapatan 335% pada 2025, peningkatan tajam kontribusi robot humanoid, serta hubungan strategis dengan DeepSeek.
Tetapi angka pertumbuhan masa lalu tidak otomatis menjamin kinerja setelah melantai di bursa. Perlambatan tajam pada kuartal pertama 2026 menunjukkan bahwa Unitree harus membuktikan kemampuannya dalam menjaga permintaan, mengendalikan biaya riset dan manufaktur, serta mengubah minat terhadap robot humanoid menjadi pasar yang berkelanjutan.
Bagi investor, pertanyaan utamanya bukan hanya apakah Unitree dapat menjual lebih banyak robot, melainkan apakah perusahaan mampu mempertahankan margin, memperluas aplikasi komersial, dan mengelola risiko geopolitik yang muncul dari eksposur pasar AS.