Callimacus dirancang untuk membangun generasi baru situs dan aplikasi “tanpa halaman” (pageless) . Pada situs e-commerce tradisional, pengunjung biasanya mengikuti menu, kategori, dan jalur navigasi yang sudah ditentukan. Callimacus mencoba mengganti pola tersebut dengan sistem yang membaca maksud pengunjung, lalu menyusun pengalaman digital secara dinamis dalam waktu nyata.
Platform ini menggunakan “orkestra agen AI” untuk memahami tujuan setiap pengunjung dan merangkai tampilan serta konten yang paling sesuai . Dalam pengalaman e-commerce Brunello Cucinelli, antarmuka dapat berubah mengikuti perilaku pengguna tanpa mengumpulkan data pribadi .
Dengan pendekatan ini, aktivitas berbelanja tidak hanya diarahkan pada pencarian produk, tetapi juga pada proses menemukan koleksi dan cerita di balik merek secara lebih personal. Nama Callimacus sendiri merujuk pada penyair dan filolog Yunani kuno yang dikenal dalam konteks Perpustakaan Besar Alexandria .
Callimacus berangkat dari gagasan Brunello Cucinelli tentang “Human Artificial Intelligence”—kecerdasan buatan yang tetap berorientasi pada manusia dan melengkapi, bukan menggantikan, kecerdasan manusia .
Sistem ini dirancang untuk menonjolkan kemampuan mendengarkan, memahami, dan menyambut pengunjung, menyerupai pengalaman ketika pelanggan memasuki butik fisik . Prinsip tersebut menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, nuansa emosional, dan kehadiran manusia sebagai bagian penting dari rancangan teknologi .
Bagi Cucinelli, tantangannya bukan sekadar membuat toko online yang lebih otomatis. Tujuannya adalah menghadirkan teknologi yang tetap terasa hangat dan membantu pelanggan menemukan sesuatu dengan caranya sendiri.
Solomei AI bermula pada 2021 sebagai tim peneliti di bawah perusahaan holding Brunello Cucinelli . Francesco Bottigliero, Chief of Humanistic Technology di Brunello Cucinelli, menjadi salah satu tokoh utama yang menjelaskan filosofi humanistik di balik proyek tersebut .
Dalam unggahan LinkedIn, Bottigliero menyebut investasi Salesforce Ventures sebagai “tonggak penting” yang akan membantu Solomei AI memperluas tim engineering dan riset AI di Milan, mempercepat pengembangan produk, serta memperluas bisnis ke Eropa dan Amerika Utara .
Setelah dikembangkan selama tiga tahun, Callimacus ditujukan untuk mengubah perdagangan digital menjadi proses penemuan yang berkelanjutan . Data awal menunjukkan pengunjung menghabiskan lebih banyak waktu di situs dan menjelajahi lebih banyak produk. Hasil tersebut dikaitkan dengan peningkatan keterlibatan serta sinyal awal konversi yang lebih kuat dibandingkan e-commerce tradisional .
Cucinelli juga mengatakan bahwa ia meyakini platform tersebut dapat membantu perusahaan bertumbuh “baik dalam omzet maupun pengetahuan” . Namun, angka nilai investasi Salesforce tidak diumumkan dalam sumber yang tersedia.
Belum ada hubungan bisnis formal yang terdokumentasi secara publik antara Salesforce dan Brunello Cucinelli sebelum investasi ini. Pada Januari 2026, Cucinelli memang menyebut bahwa jalur komunikasi telah terbuka dengan sejumlah perusahaan teknologi besar setelah para eksekutif Silicon Valley menunjukkan ketertarikan pada Callimacus. CEO Shopify Harley Finkelstein, misalnya, disebut berminat mengunjungi Solomeo .
Dengan demikian, investasi yang diumumkan pada 27 Juli 2026 tampaknya menjadi hubungan finansial dan strategis langsung pertama antara Salesforce dan Brunello Cucinelli .
Investasi di Solomei AI hadir di tengah kampanye ekspansi AI Salesforce yang lebih luas di Eropa. Pada 2026, Salesforce mengumumkan beberapa komitmen besar:
Secara strategis, kesepakatan dengan Solomei AI memberi Salesforce akses ke pengembang platform AI asal Italia yang berfokus pada pengalaman digital dan e-commerce. Di sisi lain, Callimacus memperoleh modal, dukungan engineering, dan jaringan komersial untuk memperbesar skala bisnisnya di pasar internasional .