Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut jumlah armada yang direncanakan mencapai hingga 10 pesawat . Dengan demikian, GlobalEye menjadi platform yang dipilih dalam proses pengadaan tersebut, sementara Boeing E-7 Wedgetail tidak menjadi pilihan akhir yang diumumkan NATO.
Keputusan ini dipandang sebagai perubahan strategis karena NATO selama lebih dari empat dekade mengandalkan platform peringatan dini buatan Amerika Serikat. Sejumlah laporan menyebut langkah tersebut sebagai pergeseran menuju kemampuan industri dan sistem misi Eropa .
Meski angka sekitar US$4,5 miliar beredar dalam pemberitaan industri, NATO tidak secara eksplisit mencantumkan nilai tersebut dalam rilis resmi yang tersedia. Karena itu, nilai final pengadaan belum dapat dipastikan dari sumber-sumber tersebut.
Terkonfirmasi. Pada 30 Desember 2025, Saab menandatangani kontrak dengan Direction générale de l'armement (DGA), lembaga pengadaan pertahanan Prancis, untuk dua GlobalEye. Paket tersebut mencakup pesawat, perlengkapan darat, pelatihan, dan dukungan.
Nilai kontrak mencapai sekitar SEK12,3 miliar, atau US$1,34 miliar. Pengiriman dijadwalkan berlangsung antara 2029 dan 2032, dengan opsi bagi Prancis untuk membeli dua pesawat tambahan .
Kontrak final ini mengikuti deklarasi niat bersama yang ditandatangani Saab dan DGA pada Juni 2025 . GlobalEye nantinya akan memperbarui kemampuan peringatan dini udara Prancis dan menggantikan armada E-3F Sentry yang lebih tua.
Sebagian terkonfirmasi—masih dalam negosiasi. Pada 27 Mei 2026, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan bahwa pemerintahnya memasuki pembahasan formal dengan Saab dan menetapkan perusahaan Swedia itu sebagai pemasok pilihan untuk kemampuan AEW&C masa depan Kanada .
GlobalEye dipilih di atas dua proposal dari Amerika Serikat, yakni Boeing E-7 Wedgetail dan Aeris X buatan L3Harris . Sejumlah laporan memperkirakan program tersebut dapat bernilai sekitar C$5 miliar untuk hingga enam pesawat .
Akan tetapi, Saab menegaskan bahwa belum ada kontrak yang ditandatangani dan belum ada pesanan resmi yang diterima . Jadi, menyebut Kanada sudah “memesan” GlobalEye atau telah menyelesaikan kesepakatan senilai C$5 miliar masih terlalu dini.
Terkonfirmasi. Uni Emirat Arab (UAE) merupakan pelanggan peluncur GlobalEye dan menjadi pengguna awal platform tersebut . UAE sebelumnya memesan sistem GlobalEye dalam beberapa tahap, menjadikannya pijakan penting bagi Saab dalam mengembangkan rekam jejak operasional pesawat ini.
Belum ditemukan bukti langsung. Meningkatnya permintaan dari UAE, Prancis, NATO, Kanada, dan pelanggan baru di Timur Tengah memang dapat menimbulkan kebutuhan untuk memperluas kapasitas produksi. Namun, sumber-sumber yang tersedia belum menyatakan secara eksplisit bahwa Saab akan meningkatkan produksi menjadi enam pesawat per tahun atau membangun fasilitas manufaktur Eropa kedua.
Karena itu, kedua klaim tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai informasi yang belum terverifikasi, bukan sebagai rencana resmi Saab.
Belum terkonfirmasi dalam sumber yang tersedia. Laporan mengenai ketertarikan Qatar, Arab Saudi, dan Mesir terhadap GlobalEye tidak dapat diverifikasi secara independen berdasarkan sumber yang digunakan dalam artikel ini. Tidak adanya konfirmasi bukan berarti ketertarikan tersebut pasti tidak ada, tetapi belum cukup untuk disebut sebagai pesanan atau keputusan pengadaan.
| Klaim | Status | Sumber utama |
|---|---|---|
| Pesanan Timur Tengah senilai US$1,04 miliar untuk dua pesawat, pengiriman 2030 | ✅ Terkonfirmasi | |
| NATO memilih GlobalEye, hingga 10 pesawat | ✅ Terkonfirmasi | |
| Kanada memiliki kesepakatan C$5 miliar | ⚠️ Masih negosiasi, belum ditandatangani | |
| Prancis memesan dua pesawat senilai sekitar US$1,34 miliar | ✅ Terkonfirmasi | |
| Produksi meningkat menjadi enam pesawat per tahun | ❓ Belum ditemukan bukti langsung | — |
| Saab mempertimbangkan fasilitas produksi Eropa kedua | ❓ Belum ditemukan bukti langsung | — |
| UAE sebagai pelanggan peluncur | ✅ Terkonfirmasi | |
| Ketertarikan Qatar, Arab Saudi, dan Mesir | ❓ Belum terkonfirmasi | — |
Secara keseluruhan, GlobalEye memang sedang mengalami lonjakan permintaan. Pesanan Timur Tengah dan Prancis sudah menjadi kontrak yang dikonfirmasi, sedangkan pilihan NATO dan status pemasok pilihan Kanada menunjukkan prospek pertumbuhan yang lebih besar. Namun, angka nilai program, rencana ekspansi produksi, dan minat dari negara-negara lain tetap perlu dibedakan secara tegas dari fakta yang sudah resmi.