Pendiri Google Sergey Brin mengungkap bahwa Gemini, model AI unggulan Google sendiri, masuk dalam 'daftar hitam' alat coding internal karena kebijakan lama yang tidak diperbarui. Insiden ini menunjukkan budaya 'proses di atas produk' bisa mengalahkan prioritas strategis bahkan di perusahaan paling inovatif sekalipun.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What irony did Google co-founder Sergey Brin recently reveal about Google's own AI model Gemini b. Article summary: Here is a fact-checked breakdown of the episode and its context.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Inilah momen yang sempurna menggambarkan paradoks perusahaan teknologi raksasa. Sergey Brin, salah satu pendiri Google, baru-baru ini mengungkap bahwa dia harus berjuang melawan birokrasi internal perusahaannya sendiri selama berbulan-bulan hanya untuk mengizinkan para engineer Google menggunakan Gemini — model AI andalan perusahaan — untuk coding.
Dalam rekaman langsung podcast All-In di Miami, Brin bercerita bahwa dia menemukan Gemini ada di 'daftar hitam' internal alat coding yang dilarang digunakan oleh engineer Google . Ironisnya, perusahaan AI terkemuka di dunia secara efektif melarang engineer-nya sendiri menggunakan produk AI paling strategis milik mereka.
Larangan ini bukan berasal dari evaluasi matang tentang kemampuan atau risiko Gemini. Sebaliknya, ini berakar dari kebijakan internal yang sudah usang — peninggalan dari era awal proses persetujuan alat di perusahaan . Brin menggambarkan pembatasan ini memiliki "alasan historis yang aneh," menjelaskan bahwa kebijakan itu sudah lama, jarang ditegakkan, dan tidak pernah diperbarui untuk memperhitungkan Gemini sebagai produk internal
. Kebijakan itu hanya dibiarkan saja dalam daftar terlarang karena inersia administrasi.
Meskipun menjadi salah satu pendiri dengan saham super voting dan akses langsung ke CEO Sundar Pichai, Brin tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat . Dia menghabiskan waktu berhari-hari mencoba mencabut larangan melalui jalur internal biasa, tetapi prosesnya berlarut-larut selama "waktu yang sangat lama"
.
Frustrasi, Brin akhirnya melaporkan masalah ini langsung ke Sundar Pichai, dengan berkata: "Saya tidak bisa berurusan dengan orang-orang ini, Anda harus mengurus ini" . Pichai ternyata mendukung dan membantu mencabut larangan tersebut, sehingga para engineer Google akhirnya bisa menggunakan Gemini untuk coding
.
Episode ini menjadi sinyal yang mengungkapkan banyak hal tentang birokrasi Google:
Kisah 'daftar hitam' ini bukan satu-satunya tanda bahwa hubungan Google dengan AI rumit. Pada 23–24 Juli 2026, saham Alphabet anjlok sekitar 7% setelah perusahaan menaikkan perkiraan belanja modal setahun penuh hingga $205 miliar, membuat investor khawatir tentang disiplin belanja AI . Aksi jual ini menghapus sekitar $290–$294 miliar kapitalisasi pasar Alphabet dalam satu hari — salah satu kehancuran nilai satu hari terbesar yang pernah tercatat
.
Pada 25 Juli 2026, saham Alphabet sebagian pulih, mendorong kekayaan bersih Brin menjadi sekitar $241,8 miliar dan mengembalikan posisinya sebagai orang terkaya ketiga di dunia .
Konteks yang lebih luas menunjukkan paradoks yang sama: Google menginvestasikan puluhan miliar dolar ke AI (capex $195–$205 miliar pada 2026 saja), namun investor khawatir pengeluarannya di luar kendali . Sementara itu, secara internal, birokrasi perusahaan sendiri memblokir para engineer untuk menggunakan model AI andalannya — sebuah ketidaksesuaian yang diungkap dengan jelas oleh anekdot Brin.
WSJ - Google Takes $290 Billion Stumble as Investors Balk at AI Spending
LA Times - Alphabet's $205-billion AI spending plan spooks investors
CGTN - AI spending rattles investors as US tech stocks plunge after earnings
Investopedia - Alphabet Stock Plunges as Investors React to Google's Massive AI Spending Plans
NewsBytes - Sergey Brin reveals Gemini was on Google internal 'no list'
Times of India - Google founder Sergey Brin found out using Gemini company's own AI model on the internal list of tools engineers are banned from using
Inshorts - Gemini was once on Google's 'no list': Sergey Brin
LinkedIn - Google had an internal list of which tools engineers could use for coding
LinkedIn - Sergey Brin saves Google with Gemini AI
X / Twitter - Super voting shares at companies like Google and Meta allows
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pendiri Google Sergey Brin mengungkap bahwa Gemini, model AI unggulan Google sendiri, masuk dalam 'daftar hitam' alat coding internal karena kebijakan lama yang tidak diperbarui.
Pendiri Google Sergey Brin mengungkap bahwa Gemini, model AI unggulan Google sendiri, masuk dalam 'daftar hitam' alat coding internal karena kebijakan lama yang tidak diperbarui. Insiden ini menunjukkan budaya 'proses di atas produk' bisa mengalahkan prioritas strategis bahkan di perusahaan paling inovatif sekalipun.
Pengakuan Brin muncul di tengah sorotan investor atas rencana belanja modal AI Google senilai $195–$205 miliar pada 2026 yang memicu aksi jual saham besar besaran.