Pada siang hingga sore hari, sebuah drone Rusia menghantam supermarket ATB di distrik permukiman ZAZ, Chernihiv. Dua orang tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia 9 tahun, sementara 25 orang lainnya terluka. Anak-anak termasuk di antara korban luka .
Menurut data tim penjinak bom kepolisian, drone bertenaga jet jenis Geran-4 yang digunakan dalam serangan tersebut dilengkapi kamera video. Temuan itu disebut mengindikasikan bahwa serangan tersebut dilakukan secara sengaja terhadap supermarket tersebut . Chernihiv kemudian menetapkan 27 Juli sebagai hari berkabung untuk para korban .
Kharkiv diserang menggunakan munisi yang diluncurkan dari drone jenis Banderol serta drone lainnya. Salah satu serangan menghantam sebuah rumah tinggal di distrik Slobidskyi .
Seorang perempuan berusia 40 tahun tewas dan 16 orang terluka, termasuk dua anaknya . Jumlah korban luka sempat dilaporkan enam orang dalam laporan awal, kemudian meningkat menjadi 16 orang pada malam hari setelah proses pendataan dan penanganan korban diperbarui .
Pasukan Rusia melancarkan serangan menggunakan bom udara berpemandu, yang dikenal sebagai KAB, ke sebuah fasilitas sipil di Zaporizhzhia. Seorang laki-laki tewas dan enam orang lainnya terluka .
Serangan itu juga merusak bangunan tempat tinggal, bangunan nonhunian, serta sebuah fasilitas pendidikan . Dalam periode 24 jam yang sama, otoritas setempat melaporkan 1.029 serangan Rusia terhadap 50 permukiman di wilayah Zaporizhzhia. Satu orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam rangkaian serangan tersebut .
Pada malam hingga dini hari 26 Juli, Rusia meluncurkan tujuh rudal balistik dan 136 drone ke wilayah Ukraina, menurut Angkatan Udara Ukraina . Kyiv menjadi salah satu sasaran serangan rudal balistik pada pagi hari.
Kebakaran dilaporkan terjadi di tiga distrik ibu kota. Tiga warga sipil terluka, menurut keterangan otoritas setempat .
Di Horlivka, kota di wilayah Donetsk yang berada di bawah kendali Rusia, wali kota yang ditunjuk Rusia, Ivan Prikhodko, mengatakan bahwa serangan drone Ukraina menewaskan empat warga sipil . Laporan terpisah menyebut tujuh warga telah terluka lebih awal pada hari yang sama, sebelum laporan mengenai korban tewas tersebut muncul .
Ukraina tidak memberikan komentar mengenai laporan serangan itu . Karena informasi mengenai kejadian tersebut terutama berasal dari otoritas yang ditunjuk Rusia, rincian serangan dan jumlah korban perlu dibaca dengan mempertimbangkan keterbatasan verifikasi independen di wilayah yang diduduki.
Serangkaian serangan pada 26 Juli berlangsung di tengah fase perang yang disebut sebagai periode paling mematikan bagi warga sipil Ukraina sejak April 2022.
Konteks yang disertakan dalam laporan menyebutkan bahwa PBB mencatat 1.396 kematian warga sipil yang telah diverifikasi pada paruh pertama 2026, atau meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Selain itu, sedikitnya 240 kematian warga sipil tambahan disebut telah tercatat hingga pertengahan Juli.
Akan tetapi, angka-angka spesifik tersebut belum diverifikasi ulang secara independen dalam penelusuran sumber ini. Untuk memastikan angka final dan metodologinya, rujukan paling berwenang adalah laporan langsung dari Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina (HRMMU).
Terlepas dari perbedaan angka dalam laporan awal, 26 Juli memperlihatkan bagaimana serangan jarak jauh terus menempatkan warga sipil—termasuk anak-anak—di sejumlah kota jauh dari garis depan dalam risiko besar.