Brasil memulai dengan kuat, dengan Ana Cristina yang agresif mencetak 8 poin di set pertama . Namun, bintang opposite hitter Turki, Melissa Vargas, membalas dengan serangan keras dari belakang untuk menyamakan kedudukan di set kedua
. Set ketiga menjadi pertarungan sengit dengan kedudukan imbang berkali-kali sebelum ketahanan Turki berhasil mengamankan keunggulan krusial
. Setter Elif Şahin akhirnya memastikan kemenangan juara untuk Turki
.
Dengan performa dominan dari Melissa Vargas yang dinobatkan sebagai MVP turnamen, Turki bangkit dari ketertinggalan untuk mengendalikan pertandingan . Vargas memainkan peran penting dalam kebangkitan tim berkat kemampuan serangnya yang mematikan
. Ini melanjutkan performa luar biasa Vargas, yang juga menjadi pencetak poin terbanyak di Piala Dunia 2025 dengan 151 poin
.
Tim voli putri Turki terkenal dengan julukan "Filenin Sultanları" (bahasa Inggris: Sultans of the Net) . Julukan ini berasal dari Kejuaraan Bola Voli Putri Eropa 2003 yang digelar di Ankara dan Antalya, di mana Turki meraih medali perak di kandang sendiri
. Nama ini diciptakan oleh penyiar olahraga TRT yang terkesima dengan performa legendaris tim selama turnamen tersebut
. Sejak saat itu, julukan ini menjadi simbol kebanggaan olahraga Turki.
Pasca VNL 2026, peringkat dunia FIVB diperbarui. Turki tercatat dengan 388,35 poin, menempati posisi ke-3 global, di belakang Italia (461,17 poin) dan Brasil (403,61 poin) . Ini mencerminkan konsistensi performa tinggi mereka di turnamen-turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir.
Final 2026 merupakan ulangan langsung dari final VNL 2023, di mana Turki juga mengalahkan Brasil 3-1 untuk meraih gelar VNL pertama mereka . Kemenangan ini menandai gelar VNL kedua Turki secara keseluruhan dan penampilan final VNL ketiga mereka (sebelumnya meraih perak di 2018)
.
Bagi Brasil, kekalahan ini memperpanjang catatan pahit. Mereka menjadi runner-up VNL untuk kelima kalinya tanpa pernah sekalipun memenangkan turnamen ini .
Hanya sepuluh bulan sebelum kemenangan VNL mereka, Turki mencapai hasil terbaiknya di Piala Dunia FIVB. Pada September 2025 di Bangkok, tim meraih medali perak yang bersejarah setelah kalah dalam pertarungan lima set yang sengit melawan Italia (3-2) . Ini adalah medali pertama Turki di Piala Dunia setelah bertahun-tahun nyaris meraihnya
. Medali perak ini menjadi landasan bagi kebangkitan mereka, membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan yang terbaik di panggung terbesar.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, memiliki pola yang jelas dalam memberikan pengakuan kepada tim voli putri setelah pencapaian besar. Setelah medali perak Piala Dunia 2025, ia secara terbuka memberi selamat kepada tim, menyebutnya sebagai momen kebanggaan bagi negara . Menyusul kemenangan VNL 2026, media pemerintah Turki meliput luas kemenangan tersebut, dan tim menerima pengakuan tingkat tinggi dari para pejabat, memperkuat status mereka sebagai simbol kesuksesan nasional
.
Fokus langsung tim adalah pada Kejuaraan Eropa 2026, yang akan menjadi tuan rumah bagi Turki . Setelah menerima tim usai medali perak Piala Dunia 2025, Presiden Erdoğan menekankan ambisi negara untuk memenangkan gelar Eropa
.
Dalam jangka panjang, target utamanya adalah Olimpiade 2028 di Los Angeles . Setelah memantapkan diri sebagai finalis VNL yang konsisten dan peraih medali kejuaraan dunia, Sultans of the Net kini membidik medali Olimpiade pertama mereka, sebuah pencapaian yang akan melengkapi transformasi mereka menjadi dinasti sejati dalam olahraga ini.
Catatan: Skor set spesifik yang disebutkan di pesan asisten sebelumnya (25-20, 25-18, 25-16) tidak sesuai dengan mayoritas sumber yang diberikan. Skor set yang benar yang digunakan dalam artikel ini (25-23, 26-24, 25-21) dikonfirmasi oleh beberapa media independen termasuk Daily Sabah, Anadolu Agency, Macau Daily Times, dan situs berita resmi pemerintah Makau .