Anti-stall adalah fitur pengaman yang mencegah mesin mati dengan mengurangi tenaga ketika sistem mendeteksi putaran mesin tidak sesuai dengan input kopling dan throttle. Dalam kasus Russell, masalahnya berkaitan dengan respons throttle pada power unit keempat yang baru dipasang untuk balapan tersebut.
Bos Mercedes, Toto Wolff, menjelaskan bahwa Russell menekan throttle sekitar 10 persen hingga putaran mesin melonjak ke puncak. Ketika throttle dilepas, mesin kesulitan mempertahankan tenaga dan sistem anti-stall pun aktif . Wolff menegaskan bahwa insiden itu bukan kesalahan Russell, melainkan tanggung jawab tim. Ia bahkan mengakui Mercedes telah membuat “terlalu banyak kesalahan” .
Russell menggambarkan situasinya dengan mengatakan bahwa ia sedang menahan putaran mesin melalui throttle, tetapi beberapa detik kemudian mesin “mulai naik-turun tidak menentu” .
Meski kehilangan hampir seluruh keuntungan dari posisi startnya, Russell tidak menyerah. Ia menyalip beberapa mobil secara bertahap dan sudah mendekati persaingan zona poin pada fase awal balapan. Kecepatan Mercedes juga cukup kuat untuk membawanya kembali ke barisan depan kelompok tengah .
Russell akhirnya finis di posisi ketujuh—hasil yang menunjukkan kemampuan pemulihannya, tetapi belum cukup untuk menyelamatkan akhir pekannya. Ia juga diuntungkan oleh mundurnya Oscar Piastri karena masalah girboks pada bagian akhir balapan .
Di sisi lain, Russell finis lebih dari 18 detik di belakang rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang meraih podium di posisi ketiga . Jarak tersebut memperlihatkan bahwa meski pace Russell kuat, ia tetap kesulitan mengejar para pebalap terdepan setelah kehilangan banyak waktu di awal.
Kesulitan Russell sudah dimulai sejak sesi kualifikasi Sabtu. Pada Q3, Mercedes mendeteksi hilangnya tekanan air setelah power unit mengalami kebocoran. Russell menyebut cairan menyembur ke arah ban seperti “pistol air”, sehingga ia harus menghentikan mobil di lintasan dan berjalan kembali ke pit .
Kerusakan itu diduga terjadi setelah mobil melewati kerb di Tikungan 4 dan menyebabkan bagian sump—komponen penampung oli di bagian bawah mesin—retak .
Mercedes kemudian memasang power unit keempat Russell untuk balapan hari Minggu. Karena unit pengganti memiliki spesifikasi yang sama dan masih berada dalam alokasi musim 2026, pergantian tersebut tidak memicu penalti grid . Namun, justru unit baru itu mengalami masalah respons throttle saat start.
Masalah di Budapest juga tidak berdiri sendiri. Russell datang ke Hungaroring dengan defisit 50 poin dari Antonelli setelah tersingkir pada lap pertama di Spa-Francorchamps pada pekan sebelumnya .
Sebelum GP Hungaria, Mercedes juga masih berusaha mengatasi gangguan deployment energi pada mobil Russell. Masalah tersebut kembali memengaruhi performanya sepanjang akhir pekan dan membatasi kemampuannya untuk bertarung melawan pebalap di posisi terdepan .
Dengan demikian, akhir pekan Russell di Hungaria bukan hanya soal satu start yang buruk. Rangkaian persoalan power unit, kebocoran, dan distribusi energi membuat Mercedes kembali kehilangan poin penting dalam perebutan gelar.
Setelah balapan di Hungaria, Russell tertinggal 59 poin dari Antonelli, dengan 12 seri masih tersisa dalam kalender 2026 . Secara matematis, peluang itu belum sepenuhnya tertutup. Namun, hasil di Budapest membuat harapan tersebut semakin sulit dipertahankan, terutama karena Antonelli justru finis di podium dan terus memperlebar keunggulannya .
Russell mengaku sudah lebih dari sekadar “kecewa”. Saat ditanya mengenai kemunduran terbaru dalam musimnya, ia menjawab singkat: “Tambahkan saja ke dalam daftar.”
Ia menyebut musim ini seperti “rollercoaster” dan berharap dapat “kembali lebih kuat” setelah jeda musim panas . Finis ketujuh membuktikan bahwa Russell masih mampu tampil cepat dan melakukan pemulihan besar. Namun, jika Mercedes tidak segera menghentikan rentetan masalah teknis, perjuangan Russell untuk mengejar Antonelli dan mempertahankan ambisi juara akan semakin berat.