Alih-alih memaksa kontraktor untuk membeli mesin otonom yang benar-benar baru, Gravis memasang unit di atap kabin — yang disebut "Gravis RACK" — ke peralatan yang sudah ada. Operator dapat dengan mudah beralih antara mode manual, co-pilot, dan otonom penuh melalui antarmuka tablet bernama "Slate" . Sistem ini telah terbukti mampu melakukan pekerjaan seperti penggalian parit (trenching), penggalian massal (bulk excavation), pemuatan truk, dan pemuatan hopper (hopper loading) di berbagai lokasi global
.
Menurut sumber yang dikutip oleh Bloomberg, kesepakatan ini pada akhirnya dapat menilai Gravis dengan harga lebih dari US$500 juta (~¥82 miliar) . Akuisisi ini diperkirakan akan dilakukan secara bertahap — melibatkan pembelian saham yang sudah ada dan suntikan modal baru dari waktu ke waktu
. SoftBank berencana untuk mengambil kepemilikan saham yang substansial dan menempatkan Gravis di bawah Roze, entitas AI dan robotik yang baru dibentuknya
.
Pada November 2025, Gravis berhasil mengumpulkan dana sebesar US$23 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin bersama oleh IQ Capital dan Zacua Ventures. Putaran ini juga diikuti oleh Pear VC, Imad (CVC dari Nesma & Partners), Sunna Ventures, Armada Investment, dan investor strategis Holcim . Hingga saat itu, total pendanaan yang telah dikumpulkan perusahaan mencapai lebih dari US$27 juta
.
Gravis mengklaim teknologinya mampu memberikan peningkatan produktivitas operator hingga 30%, tingkat pengisian bucket (bucket fill rates) mencapai 97%, dan perkiraan penghematan bersih tahunan hingga lebih dari US$74.000 per mesin . Perlu dicatat, angka-angka ini adalah klaim perusahaan dan belum diaudit secara independen
. Startup ini telah digunakan di tujuh negara dengan mitra termasuk Holcim, Taylor Woodrow, Develon, dan Hitachi
.
SoftBank secara agresif mengonsolidasi aset robotik dan AI-nya ke dalam Roze, sebuah entitas baru yang berbasis di AS yang menggabungkan robotik, konstruksi pusat data, dan infrastruktur AI. Komponen-komponennya meliputi:
Eksekutif SoftBank menargetkan IPO di AS untuk Roze pada paruh kedua tahun 2026, meskipun jadwalnya bisa mundur ke 2027 . Perusahaan ini menargetkan valuasi sekitar US$100 miliar, meskipun beberapa eksekutif internal menganggap target ini terlalu berani, dan target tersebut dapat berubah
. Roze belum melaporkan pendapatan produk atau mengonfirmasi tanggal IPO
.