Perintah ini dikeluarkan berdasarkan Pasal 79(3)(b) Undang-Undang Teknologi Informasi India, 2000, yang dibaca bersama dengan Aturan 3(1)(d) Aturan TI, 2021 .
Pemberitahuan pemerintah secara spesifik keberatan dengan empat karakteristik teknis Bitchat:
Kementerian Dalam Negeri India berpendapat bahwa fitur-fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghindari "pengawasan yang sah" dan menimbulkan "risiko penyalahgunaan yang substansial oleh elemen anti-nasional, teroris, dan kelompok kejahatan terorganisir" terhadap kedaulatan, ketertiban umum, dan keamanan nasional India .
Saat pemerintah memutus internet seluler di pusat Delhi, aplikasi pesan tradisional seperti WhatsApp dan Signal berhenti berfungsi . Para demonstran kemudian menginstal Bitchat dan menggunakan jaringan mesh Bluetooth-nya untuk mengirim pesan teks dan berkoordinasi dalam jarak beberapa ratus meter. Pesan secara otomatis diteruskan melalui ponsel pengguna lain dalam pola yang mirip rantai (daisy-chain)
.
Aplikasi ini membantu demonstran menemukan teman yang terpisah saat bentrok dengan polisi, menerima pembaruan dari penyelenggara, dan menjaga komunikasi di area di mana panggilan dan data seluler sama sekali tidak tersedia . Laporan menggambarkan aplikasi ini sebagai "peralatan darurat" yang "mengalahkan pemadaman internet" dan menjadi alat koordinasi penting bagi para demonstran Gen-Z yang beradaptasi dengan pembatasan internet pemerintah
. Unduhan Bitchat melonjak lebih dari delapan kali lipat di India selama protes berlangsung
.
Internet Freedom Foundation (IFF) India menyebut perintah tersebut inkonstitusional, dengan alasan bahwa perintah itu melampaui kewenangan hukum pemerintah berdasarkan Undang-Undang TI dan mengancam kebebasan berpendapat serta ekosistem perangkat lunak sumber terbuka .
Karena kode Bitchat bersifat open source, menghapusnya dari GitHub tidak berarti menghapus semua salinannya. Siapa pun yang sudah melakukan fork, clone, atau mengunduh repositori tersebut masih dapat membuat dan mendistribusikan aplikasi secara mandiri .
IFF memperingatkan bahwa langkah ini menciptakan preseden berbahaya dengan menyasar proyek sumber terbuka berdasarkan potensi penyalahgunaan hipotetis oleh pengguna, bukan karena adanya pelanggaran hukum dalam kode itu sendiri .
Banyak laporan mencatat bahwa perintah ini bersifat simbolis dan mudah diakali — kode yang sama dapat diunggah ulang ke platform lain seperti GitLab, dihosting di server pribadi, atau dibagikan melalui saluran peer-to-peer. Hal ini membuat penghapusan terpusat menjadi tidak efektif secara inheren terhadap aplikasi terdesentralisasi yang mengutamakan mode offline . Seperti yang diungkapkan Jack Dorsey sendiri di X sebagai tanggapan: "Pemerintah India tidak menyukai teknologi seperti Bitchat dan ingin agar teknologi itu dihapus"
.