InterDigital berhasil memperoleh dua injungsi yang berlaku di 11 negara Uni Eropa dari Pengadilan Paten Bersatu (UPC) terhadap Disney, terkait pelanggaran paten teknologi encoding video HEVC (H.265) yang digunakan di... Selain di Eropa, InterDigital juga mendapatkan tiga injungsi dari pengadilan nasional Jerman sert...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What legal challenges has Disney faced regarding InterDigital's HEVC video codec patents, includi. Article summary: Disney is facing a rapidly escalating multi-jurisdictional patent war with InterDigital over HEVC (H.265) video encoding technology used in its Disney+ streaming service, with two pan-European injunctions already in plac. Topic tags: general, government, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, ch
Disney kini berada dalam pusaran perang paten multi-yurisdiksi yang semakin intens dengan InterDigital. Inti sengketanya adalah teknologi encoding video HEVC (H.265) yang menjadi tulang punggung layanan streaming Disney+. Hingga Juli 2026, dua injungsi berbeda dari Pengadilan Paten Bersatu atau Unified Patent Court (UPC) sudah diterbitkan, ditambah injungsi nasional di Jerman dan Brasil. Keputusan UPC ketiga dijadwalkan pada 2 September 2026, dan saham Disney (DIS) sudah terpuruk mendekati level terendah 52 minggu karena tekanan hukum dan kekhawatiran investor.
Injungsi UPC Pertama (16 Juni 2026) – Divisi Lokal Mannheim. Divisi Lokal Mannheim dari UPC memutuskan bahwa Disney melanggar paten Eropa milik InterDigital, EP 2465265 B1, yang mencakup teknik encoding video HEVC yang digunakan di Disney+. Pengadilan menguatkan validitas paten tersebut dan mengeluarkan injungsi yang berlaku di 11 negara anggota UE yang telah meratifikasi perjanjian UPC. InterDigital diwajibkan menyetor jaminan sebesar €8 juta—jauh lebih kecil dari €500 juta yang diminta Disney. Pengadilan menolak pembelaan FRAND (Fair, Reasonable, and Non-Discriminatory) Disney, dengan kesimpulan bahwa Disney bertindak sebagai pihak yang tidak bersedia (unwilling licensee) selama negosiasi lisensi.
Injungsi UPC Kedua (23 Juli 2026) – Divisi Lokal Düsseldorf. Divisi Lokal Düsseldorf dari UPC memberikan InterDigital injungsi kedua yang juga berlaku di 11 negara terhadap Disney. Keputusan ini mencakup paten HEVC yang berbeda, kembali menguatkan validitas paten dan menolak semua pembelaan Disney. Blog ip fray melaporkan bahwa tiga injungsi nasional Jerman sebelumnya gagal membuat Disney mau berdamai, bahkan sebelum kemenangan UPC kedua ini.
InterDigital tidak hanya bertumpu pada UPC. Mereka menekan Disney di berbagai forum sekaligus:
Dalam putusan 16 Juni, Divisi Lokal Mannheim menolak pembelaan FRAND Disney dengan beberapa alasan. Pengadilan menyimpulkan Disney adalah pihak yang tidak bersedia (unwilling licensee) selama negosiasi. Yang menarik, pengadilan mengasumsikan—semata-mata untuk keperluan analisis FRAND—bahwa klaim paten InterDigital setidaknya de facto bersifat esensial terhadap standar teknis (standard-essential), namun tetap memutuskan melawan Disney. Pengadilan juga menegaskan bahwa sinyal video tak berwujud (intangible) yang dikirimkan melalui jaringan dapat dianggap sebagai pelanggaran langsung (direct infringement); ini adalah putusan hukum penting bagi layanan streaming.
Beberapa komentator mencatat bahwa UPC juga memutuskan, untuk pertama kalinya, bahwa paten encoding video tidak otomatis disebut sebagai standard-essential patents (SEPs) yang tunduk pada kewajiban lisensi FRAND, karena standar HEVC mendefinisikan proses encoding sebagai bagian yang tidak termasuk dalam spesifikasinya.
Di 11 negara UPC (ditambah Jerman dan Brasil), pilihan Disney sangat terbatas:
Saham Disney (DIS) anjlok 3,35% pada 23 Juli 2026, diperdagangkan di kisaran $92,66 dan mendekati level terendah 52 minggu di $92,19. Dalam 12 bulan terakhir, saham Disney turun sekitar 20% dan sudah menghapus seluruh keuntungan sejak awal tahun. Investor menimbang injunsi UPC kedua di tengah kekhawatiran lain, seperti seruan restrukturisasi korporasi dari investor aktivis, tekanan pemutusan langganan TV kabel (cord-cutting) pada bisnis TV linear Disney, PHK sebelumnya, dan ketidakpastian menjelang laporan laba Q3 yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026.
Keputusan UPC ketiga dalam sengketa InterDigital vs Disney dijadwalkan pada 2 September 2026, yang akan melibatkan paten HEVC lainnya yang disengketakan. Sumber yang memantau litigasi ini memperkirakan bahwa keputusan ini akan semakin mempersempit opsi Disney, kecuali jika kesepakatan tercapai sebelum tanggal tersebut. Blog ip fray mencatat bahwa dua injungsi UPC pertama belum mendorong Disney untuk berdamai, yang berarti tekanan hukum akan terus meningkat.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
InterDigital berhasil memperoleh dua injungsi yang berlaku di 11 negara Uni Eropa dari Pengadilan Paten Bersatu (UPC) terhadap Disney, terkait pelanggaran paten teknologi encoding video HEVC (H.265) yang digunakan di...
InterDigital berhasil memperoleh dua injungsi yang berlaku di 11 negara Uni Eropa dari Pengadilan Paten Bersatu (UPC) terhadap Disney, terkait pelanggaran paten teknologi encoding video HEVC (H.265) yang digunakan di... Selain di Eropa, InterDigital juga mendapatkan tiga injungsi dari pengadilan nasional Jerman serta satu injunsi awal (preliminary injunction) di Brasil.
Disney bisa mengajukan banding, tetapi injungsi tetap berlaku selama proses banding.