Ini bukan kejutan dadakan. Sebelumnya pada Mei 2026, NVIDIA sudah menaikkan harga paket untuk RTX 5090 dan RTX 5090 D V2. Kini, kebijakan tersebut diperluas ke seluruh jajaran GeForce . Alhasil, harga konsumen di pasaran pun ikut terdampak. WCCFTech melaporkan kenaikan harga eceran bisa mencapai 20–30% . Sebagai gambaran, RTX 5090 yang awalnya dibanderol US$1.999 (sekitar Rp31 jutaan) di pasaran Amerika Serikat kini sudah meroket ke kisaran US$4.300–US$5.000 (sekitar Rp67–Rp78 juta) .
Kenaikan harga ini bukan semata-mata karena NVIDIA serakah. Faktor utamanya adalah krisis pasokan DRAM global yang belum pernah terjadi sebelumnya, akibat permintaan chip kecerdasan buatan (AI) yang luar biasa.
NVIDIA tidak sendirian. AMD juga sudah lebih dulu menaikkan harga paket GPU Radeon series pada akhir Juni/awal Juli 2026. AMD telah memberi tahu mitra seperti Sapphire, ASUS, XFX, dan ASRock bahwa harga paket GPU dan memori akan naik sekitar 10% mulai Juli 2026 . Beberapa sumber bahkan menyebut kenaikannya bisa mencapai 10–15% . Penyebabnya sama: pasokan GDDR6 global yang ketat dan biaya memori yang terus naik .
Sayangnya, para analis tidak memberikan kabar baik. Mereka memprediksi situasi ini akan bertahan lama.
Buat para gamer dan pengguna PC di tanah air, ini artinya:
Intinya, kenaikan harga GPU oleh NVIDIA dan AMD adalah dampak langsung dari perang besar industri teknologi untuk menguasai kecerdasan buatan. Bagi konsumen, saran yang paling realistis adalah: jika memang sangat membutuhkan, belilah sekarang sebelum harga semakin tinggi. Jika tidak, bersiaplah untuk menunggu panjang hingga pasar memori kembali stabil.