Max Verstappen memegang salah satu posisi tawar terkuat dalam sejarah kontrak Formula 1: sebuah klausul keluar berbasis performa yang memberinya kekuatan untuk meninggalkan Red Bull pada akhir musim 2026. Namun, dengan Red Bull yang terpuruk di posisi keempat klasemen konstruktor dan gelombang besar kepergian staf senior yang mengubah bentuk tim, pertanyaannya bukan lagi apakah dia bisa pergi—melainkan apakah dia punya tujuan yang menarik untuk dituju.
Artikel ini mengulas klausul yang telah aktif, perjuangan Red Bull di lintasan dan di luar lintasan, sikap hati-hati Verstappen di depan publik, serta destinasi realistis untuk tahun 2027.
Kontrak Verstappen dengan Red Bull secara resmi berlaku hingga akhir tahun 2028, tetapi berisi ketentuan keluar terkait performa . Setelah Grand Prix Inggris pada 5-6 Juli 2026, Verstappen—yang duduk di posisi ketujuh klasemen pembalap—berada di luar dua besar kejuaraan dengan selisih poin yang tidak mungkin dikejar sebelum jeda musim panas. Hal ini memicu klausul yang memungkinkannya hengkang pada akhir musim 2026
. Laporan menunjukkan bahwa dia dapat secara resmi mengaktifkan klausul tersebut pada Oktober 2026 jika dia ingin pergi untuk musim 2027
.
Banyak sumber mengonfirmasi ambang batas klausul 2026: Verstappen harus berada di luar dua besar pada jeda musim panas (setelah Grand Prix Hongaria, balapan ke-13 musim ini) agar klausul tersebut aktif . Untuk tahun 2027, batasnya dilaporkan lebih tinggi—dia harus berada di luar posisi pemimpin kejuaraan pada titik pertengahan musim yang sama untuk memicu klausul keluar
.
Ada laporan yang saling bertentangan mengenai detail pastinya, yang belum dibuat publik . Beberapa laporan menyebutkan ambang batasnya adalah empat besar di tahun-tahun sebelumnya
, tetapi ESPN dan RacingNews365, yang mengutip sumber tim dan manajemen, sepakat bahwa pemicu untuk 2026 adalah dua besar
.
Red Bull saat ini duduk di posisi keempat dalam Kejuaraan Konstruktor 2026. Setelah Grand Prix Belgia (ronde 10), klasemen menunjukkan:
Ini adalah kejatuhan dramatis bagi tim yang mendominasi regulasi sebelumnya. Jarak dengan pemimpin Mercedes (207 poin) menggambarkan besarnya defisit performa. Red Bull memulai musim dengan buruk, dengan laporan awal setelah Grand Prix China menunjukkan tim sudah berada di posisi kelima dengan hanya 12 poin, tertinggal di belakang Haas .
Red Bull telah mengalami kepergian massal personel senior selama beberapa tahun terakhir, yang secara fundamental mengubah struktur teknis dan operasional tim:
Pada Juli 2026, De Telegraaf dan De Limburger melaporkan tiga anggota lagi dari tim insinyur Verstappen akan pergi: insinyur performa Tom Hart (ke Williams), insinyur mesin David Mart (ke Audi), dan insinyur kendali Michael Manning (kepergian yang sudah diketahui), meninggalkan Lambiase sebagai satu-satunya anggota kru inti aslinya yang tersisa untuk 2026 .
Verstappen secara terbuka menolak berkomitmen pada Red Bull melampaui 2026 . Dia mendesak tim untuk menemukan bakat baru secara internal daripada panik, menyerukan Red Bull untuk percaya pada jalur pengembangan mereka untuk menggantikan tokoh-tokoh yang telah pergi
.
Pada Juli 2026, ketika ditanya tentang masa depannya, Verstappen berkata: "Tidak ada yang perlu dikatakan," menolak berkomitmen pada Red Bull melewati musim saat ini . Dia tidak merahasiakan kesediaannya untuk meninggalkan F1 sama sekali: "Kontrak saya berlaku hingga 2028, tetapi itu [masa depannya] akan tergantung pada aturan baru di 2026, dan apakah aturan itu bagus dan menyenangkan. Saya bisa meninggalkan olahraga ini dengan mudah besok"
.
Mercedes — Tidak lagi layak untuk 2027. George Russell telah menyatakan dia "yakin" dia masih akan membalap untuk Mercedes pada 2027, dan sumber mengonfirmasi bahwa kepindahan ke Mercedes pada 2027 sudah tidak mungkin . Mercedes tampaknya akan bertahan dengan Russell dan Kimi Antonelli
.
McLaren — Opsi yang paling banyak dibicarakan. Jurnalis F1 Lawrence Barretto mengonfirmasi bahwa Verstappen dan McLaren telah berbicara, dan pembicaraan awal antara manajemen Verstappen dan CEO McLaren Racing, Zak Brown, telah dilaporkan . Namun, kepindahan tersebut dinilai tidak mungkin terjadi dalam jangka pendek. GPblog melaporkan setelah melakukan percakapan dengan berbagai sumber bahwa transfer ke McLaren tidak realistis dalam jangka pendek, dan beberapa analis percaya bahwa keluar sementara dari F1 atau pensiun lebih mungkin terjadi daripada beralih ke McLaren
. McLaren juga tampaknya berkomitmen penuh pada Lando Norris dan Oscar Piastri
.
Ferrari — Kubu Verstappen dilaporkan telah berbicara dengan Ferrari tentang potensi kursi . Ferrari adalah tujuan paling realistis dan kompetitif di antara tim papan atas, meskipun belum ada yang dikonfirmasi. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sama-sama terikat kontrak dengan Ferrari setidaknya hingga 2027, yang menciptakan potensi hambatan
.
Keluar dari F1 — Beberapa analis menganggap keluar sementara atau permanen dari Formula 1 lebih mungkin terjadi daripada pindah ke McLaren . Verstappen secara konsisten mengatakan dia bisa meninggalkan olahraga ini dengan mudah jika dia berhenti menikmatinya.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, telah mengakui menerima pertanyaan dari pembalap rival yang tertarik dengan kursi Verstappen, tetapi dia menyatakan bahwa fokusnya adalah menutup celah performa daripada terlibat dalam bursa pembalap . Dia secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Verstappen akan bertahan jika tim terbukti kompetitif
. Manajemen Red Bull, termasuk Oliver Mintzlaff, bersikeras bahwa Verstappen akan mengakhiri karir F1-nya bersama tim
.
Red Bull telah berkomitmen secara publik untuk mempertahankan pasangan Verstappen dan rookie Isack Hadjar untuk 2026. Hadjar saat ini duduk di posisi ke-8 klasemen pembalap dengan 42 poin . Tim telah menyusun ini sebagai susunan pemain pilihan mereka, meskipun potensi klausul pemicu Verstappen menimbulkan ketidakpastian untuk 2027.
Verstappen memegang posisi tawar yang kuat—dia bisa mengaktifkan klausul keluarnya pada Oktober 2026. Opsinya lebih sempit dari yang terlihat: Mercedes sudah tertutup, pembicaraan dengan McLaren masih eksploratif dan belum mendesak, dan Ferrari mewakili alternatif paling serius tetapi tidak memiliki kursi kosong yang dikonfirmasi. Hasil yang paling mungkin, jika Red Bull menunjukkan tanda-tanda menutup celah untuk 2027, adalah Verstappen bertahan. Namun, kombinasi antara performa buruk di lintasan, klausul keluar yang telah aktif, dan gelombang eksodus staf yang tak henti-hentinya membuat kepergiannya menjadi kemungkinan yang realistis dan belum terselesaikan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Kontrak Max Verstappen dengan Red Bull (berlaku hingga 2028) berisi klausul performa yang aktif jika ia berada di luar posisi dua besar klasemen pembalap pada jeda musim panas 2026.
Kontrak Max Verstappen dengan Red Bull (berlaku hingga 2028) berisi klausul performa yang aktif jika ia berada di luar posisi dua besar klasemen pembalap pada jeda musim panas 2026. Red Bull saat ini terpuruk di posisi ke 4 klasemen konstruktor 2026 dengan 151 poin, tertinggal 207 poin dari pemuncak klasemen, Mercedes.
Gelombang hengkang staf kunci termasuk Adrian Newey, Jonathan Wheatley, Helmut Marko, dan insinyur balap Verstappen, Gianpiero Lambiase, telah mengubah struktur teknis tim.