Infinity Vision adalah program sertifikasi teater premium (PLF) dari Disney, bukan teknologi proyeksi atau audio baru; bioskop yang memenuhi standar teknis dapat mendapat label ini. Syaratnya: layar lebar minimal 45 kaki, proyektor laser 4K, kecerahan 14 foot lambert (2D) / 6 foot lambert (3D), dan sistem suara mini...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact check with cited sources for What is Disney's Infinity Vision theater brand, how does it work as a certification rather than n. Article summary: Here is the full fact checked breakdown.. Topic tags: general web, benchmarks, marketing, video, gaming. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Disney Infinity Vision adalah program sertifikasi teater premium (Premium Large Format/PLF) — bukan teknologi baru yang revolusioner. The Walt Disney Company memperkenalkannya di ajang CinemaCon 2026 pada 16 April lalu. Program ini digambarkan sebagai label jaminan kualitas yang membantu penonton mengidentifikasi auditorium mana yang menyajikan tayangan Disney terbesar, paling terang, dan paling imersif . Program ini dikembangkan dalam kemitraan dengan para ekshibitor internasional
.
Disney secara eksplisit menyatakan Infinity Vision bukanlah teknologi video atau audio baru, format kamera, layar proprietary, atau sistem proyeksi baru . Ia adalah tanda sertifikasi (mirip dengan konsep sertifikasi THX di masa lalu) yang bisa diperoleh teater PLF yang sudah ada dengan memenuhi serangkaian tolok ukur teknis yang telah ditentukan
. Lebih jauh lagi, kepala distribusi Disney, Andrew Cripps, bahkan menyebutnya sebagai program pemasaran ketimbang skema sertifikasi ketat — sebuah merek terpadu yang berorientasi pada konsumen yang menandakan ambang kualitas yang layak dibayar lebih mahal
.
Persyaratan teknis inti untuk sertifikasi Infinity Vision adalah:
Berbeda dengan IMAX, Infinity Vision tidak mewajibkan layar proprietary, rasio aspek tetap, perangkat keras proyeksi khusus, atau tata letak kursi tertentu . Ia adalah lencana berbasis standar yang lebih ringan untuk auditorium PLF pihak ketiga yang sudah ada.
Jumlahnya berkembang pesat:
Disney juga mengonfirmasi jejak awal tersertifikasi lebih dari 75 lokasi domestik (AS) dan 300 lokasi internasional saat peluncuran .
Jadwal:
Penjualan tiket awal: Disney memutuskan tradisi promosi selama 16 tahun dengan membuka registrasi pemesanan awal untuk format premium pada 20 Juli 2026 — hampir lima bulan sebelum perilisan film — dan membatasi jendela awal hanya untuk layar bersertifikasi Infinity Vision .
Model harga: Disney belum mengungkapkan secara publik tingkatan harga spesifik atau persyaratan bagi hasil dengan ekshibitor. Namun, merek ini diposisikan untuk harga tiket premium (biaya tambahan PLF), mirip dengan IMAX atau Dolby Cinema . Program ini gratis untuk diikuti bioskop dalam artian merupakan sertifikasi peralatan yang sudah ada, bukan waralaba berbayar, tetapi Disney diuntungkan dengan mengarahkan konsumen ke layar dengan harga lebih tinggi
.
Ini adalah pendorong strategis utama di balik Infinity Vision.
Kedua film, Avengers: Doomsday dan Dune: Part Three, dijadwalkan rilis pada hari yang sama, 18 Desember 2026 — sebuah konflik yang ramai dijuluki "Dunesday" . Warner Bros. dan Legendary telah mengamankan jendela eksklusif IMAX selama tiga minggu di Amerika Utara untuk Dune: Part Three, yang berarti Avengers: Doomsday tidak akan memiliki akses ke layar IMAX setidaknya selama tiga minggu pertama masa tayangnya
.
Infinity Vision dipahami secara luas sebagai langkah tandingan langsung Disney: alih-alih bersaing untuk layar IMAX yang langka atau membayar biaya lisensi IMAX, Disney menciptakan merek PLF-nya sendiri untuk memastikan Avengers: Doomsday tetap memiliki rumah premium — di layar bersertifikasi Infinity Vision milik jaringan bioskop non-IMAX .
IMAX bereaksi dengan nada meremehkan. CEO IMAX, Rich Gelfond, secara terbuka mengecam Infinity Vision sebagai "permainan pemasaran" (marketing play) dan "gimmick" yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dari kenyataan bahwa Avengers: Doomsday kehilangan layar IMAX karena Dune: Part Three . Posisi resmi IMAX adalah bahwa Infinity Vision hanyalah latihan branding reaktif, bukan pesaing teknis yang sesungguhnya
. Eksekutif IMAX menunjukkan bahwa Infinity Vision mensertifikasi auditorium pihak ketiga yang sudah ada (seperti Cinemark XD, Showcase, dll.) alih-alih membangun teater proprietary, dan berargumen bahwa merek tersebut tidak memiliki standardisasi, kontrol kualitas, dan rekayasa khusus yang ditawarkan IMAX
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Infinity Vision adalah program sertifikasi teater premium (PLF) dari Disney, bukan teknologi proyeksi atau audio baru; bioskop yang memenuhi standar teknis dapat mendapat label ini.
Infinity Vision adalah program sertifikasi teater premium (PLF) dari Disney, bukan teknologi proyeksi atau audio baru; bioskop yang memenuhi standar teknis dapat mendapat label ini. Syaratnya: layar lebar minimal 45 kaki, proyektor laser 4K, kecerahan 14 foot lambert (2D) / 6 foot lambert (3D), dan sistem suara minimal 7.1 surround.
Hingga akhir Juni 2026, Disney telah menerima lebih dari 7.500 aplikasi dari layar bioskop yang ingin tersertifikasi Infinity Vision.