Kemampuan: Beroperasi di ketinggian hingga 9.000 meter, menggunakan AI untuk mendeteksi dan mengunci target secara otomatis, dengan jangkauan hingga 120 km (75 mil) . Membawa hulu ledak 500 gram dan bisa terbang hingga 15 menit
.
Proses pengembangan: SkyFall mengaku mulai mengerjakan versi cepat ini hanya sekitar tiga bulan lalu (sekitar April 2026) .
Hasil pertempuran: Perusahaan mengklaim JetKiller sudah diuji dalam pertempuran dan berhasil menembak jatuh lebih dari selusin Shahed bertenaga jet .
Apa itu: Drone interceptor sayap tetap bertenaga jet hasil pengembangan perusahaan Inggris-Ukraina, Firebolt Engineering. Ini adalah drone interceptor pertama yang terverifikasi menembak jatuh Shahed Rusia dalam pertempuran .
Kemampuan: Desain sayap tetap bertenaga jet, ketinggian operasi lebih dari 7.500 meter (~24.600 kaki), jangkauan 120 km (75 mil), dan diluncurkan menggunakan pelontar khusus .
Proses pengembangan: Griffen adalah hasil pengembangan bersama Ukraina-Inggris yang dimatangkan pada paruh pertama 2026 hingga siap operasional pada Juli .
Hasil pertempuran: Pada 7 Juli 2026, Firebolt Engineering mengonfirmasi intersepsi tempur pertama yang terverifikasi terhadap drone Shahed (Geran-2) oleh Griffen di Ukraina . Ini adalah pertama kalinya drone interceptor bertenaga jet berhasil menembak jatuh Shahed di medan perang.
Produksi massal: Firebolt Engineering menargetkan produksi massal Griffen dan mengerahkannya dalam jumlah besar untuk menutupi wilayah udara Ukraina yang luas . Belum ada bulan spesifik yang disebutkan, tetapi sistem ini sudah aktif digunakan dalam pertempuran.
Kedua sistem ini mewakili pergeseran strategis menuju interceptor murah yang bisa diproduksi massal. Satu Shahed bisa menelan biaya produksi hingga USD 20.000; menggunakan rudal Patriot seharga jutaan dolar untuk menembak jatuhnya sangat tidak ekonomis. Ukraina telah menghindari masalah biaya ini dengan mengembangkan drone interceptor yang dirancang khusus untuk berburu dan menghancurkan drone musuh yang masuk .
Varian Shahed yang lebih cepat kini memaksa drone-drone ini untuk ikut menjadi lebih cepat. JetKiller dan Griffen adalah respons langsung dan cepat terhadap celah kecepatan yang terbuka akibat upgrade jet Rusia .