Tanjakan utama dalam etape ini adalah:
Plateau de Solaison menjalani debutnya di Tour de France. Tanjakan terakhir ini memiliki panjang 11,3 kilometer dengan kemiringan rata-rata 9 persen dan beberapa bagian lebih dari 12 persen . Jalan yang sempit serta tanjakan yang terus menekan membuat finis tersebut sangat cocok untuk spesialis tanjakan dan berpotensi memperlihatkan siapa yang mulai kehilangan tenaga di antara para kandidat klasifikasi umum .
Momen paling menentukan terjadi ketika jarak menuju finis tersisa sekitar 20 kilometer. Jonas Vingegaard dari Visma-Lease a Bike kehilangan kendali di sebuah tikungan saat menuruni jalan menuju kaki Plateau de Solaison. Ia tidak dapat melanjutkan balapan dan langsung dinyatakan mundur dari Tour de France .
Vingegaard kemudian dirawat di rumah sakit dengan cedera patah tulang selangka dan sejumlah luka lecet . Mundurnya juara bertahan dua kali itu menghilangkan rival utama Tadej Pogacar dan mengubah keseimbangan persaingan Tour 2026 secara drastis.
Kecelakaan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Vingegaard dan Pogacar dibangunkan lebih awal untuk menjalani pemeriksaan doping sebelum etape dimulai .
Setelah Vingegaard keluar dari balapan, kelompok terdepan di tanjakan terakhir berisi Tadej Pogacar dari UAE Team Emirates, rekan setimnya Isaac del Toro, serta Remco Evenepoel dari Red Bull-BORA-hansgrohe .
Del Toro dua kali melancarkan akselerasi dalam 800 meter terakhir, tetapi Evenepoel mampu mengikuti dan menetralisasi kedua serangan tersebut . Pogacar kemudian mengatur tempo sepanjang sebagian besar dari lima kilometer terakhir, sekaligus membantu menempatkan Del Toro dalam persaingan jersey putih. Namun, sekitar 150 meter sebelum finis, Pogacar mengurangi lajunya dan memberi ruang bagi Evenepoel untuk merebut kemenangan .
Evenepoel akhirnya mengalahkan Pogacar dalam sprint menuju garis finis di puncak Plateau de Solaison . Ini merupakan kemenangan etape jalan raya pertamanya di Tour de France. Sebelumnya, dua kemenangan Evenepoel di Tour diraih dalam nomor uji waktu, sehingga kemenangan di tanjakan Alpen ini menjadi pencapaian penting bagi pembalap Belgia tersebut .
Pogacar masih mempertahankan jersey kuning dengan keunggulan besar di klasifikasi umum . Namun, setelah Vingegaard tersingkir, Evenepoel naik ke posisi kedua dan menjadi penantang terdekat Pogacar menjelang hari istirahat kedua .
Dengan rival utama Pogacar tidak lagi berada di dalam balapan, sisa Tour de France 2026 akan memasuki babak baru. Perhatian kini tertuju pada apakah Evenepoel mampu terus menekan pemimpin klasifikasi umum di etape-etape pegunungan berikutnya.
| Posisi | Pembalap | Tim | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Remco Evenepoel | Red Bull-BORA-hansgrohe | 4j 43m 14d |
| 2 | Tadej Pogacar | UAE Team Emirates | waktu sama |
| 3 | Isaac del Toro | UAE Team Emirates | +16 detik |
Sumber: data resmi letour.fr dan ProCyclingStats
Etape ke-15 menjadi hari paling penuh peristiwa dalam Tour de France 2026 sejauh ini. Kemenangan Evenepoel dan mundurnya Vingegaard sama-sama mengubah peta persaingan klasifikasi umum tepat sebelum jeda balapan .