Bagian paling menonjol dari portofolio Rafael adalah pertahanan udara berlapis—pendekatan yang menggabungkan beberapa sistem untuk menghadapi ancaman dari ketinggian dan jarak berbeda.
Dengan meningkatnya penggunaan drone dalam konflik modern, kemampuan mendeteksi dan menetralkan sistem udara nirawak—yang sering disebut counter-UAS—menjadi salah satu fokus utama pengadaan pertahanan.
Rafael juga membawa sejumlah sistem untuk serangan presisi dari jarak aman atau standoff strike. Kategori ini mencakup senjata yang memungkinkan platform peluncur menyerang sasaran tanpa harus mendekati area pertahanan lawan.
Portofolio ini juga mencakup kemampuan intelijen udara, komunikasi, siber, dan sistem satelit . Di sektor lain, Rafael menampilkan TYPHOON 30, stasiun senjata kendali jarak jauh yang baru diuji untuk menghadapi ancaman drone , serta sistem pertahanan laut, termasuk C-Dome, varian Iron Dome untuk kapal perang .
Pameran Rafael berlangsung ketika belanja pertahanan Eropa mengalami lonjakan terbesar dalam beberapa dekade. Pengeluaran militer Eropa naik 14% pada 2025 menjadi US$864 miliar, peningkatan tahunan tercepat sejak 1953 menurut data SIPRI . Pada periode yang sama, negara-negara Eropa anggota NATO dan Kanada meningkatkan belanja pertahanan inti hampir 20% dibandingkan 2024 .
NATO juga telah menaikkan ambisinya. Pada KTT Den Haag 2025, seluruh sekutu berkomitmen mengalokasikan 5% produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan dan kebutuhan terkait keamanan pada 2035. Dari angka tersebut, sedikitnya 3,5% PDB ditujukan untuk kebutuhan pertahanan inti . Laporan NATO menyebut seluruh 32 anggotanya telah memenuhi atau melampaui target lama sebesar 2% PDB, meski sejumlah pelacak dan metodologi penghitungan lain masih mencatat angka yang berbeda .
Di Uni Eropa, investasi pertahanan diproyeksikan mencapai 2,5% PDB Eropa, sementara belanja pertahanan telah melampaui 2% PDB di lebih dari tiga perempat negara anggotanya .
Kebutuhan tersebut beririsan langsung dengan produk yang dipamerkan Rafael: pertahanan udara berlapis seperti Iron Dome dan SPYDER, laser pencegat Iron Beam, sistem penangkal drone, senjata serang presisi jarak jauh, serta pertahanan maritim . Sejumlah sistem Rafael sudah beroperasi atau sedang dipertimbangkan oleh militer Eropa .
Bagi pembeli yang ingin mempercepat pengadaan, label “teruji tempur” menjadi nilai jual penting. Perang Rusia-Ukraina menunjukkan betapa krusialnya pertahanan udara, perlindungan terhadap drone, dan kemampuan serangan presisi dalam perang modern . Namun, label tersebut tetap merupakan klaim pemasaran yang perlu dinilai bersama faktor lain—seperti biaya, interoperabilitas dengan sistem NATO, jadwal produksi, dan kebutuhan operasional masing-masing negara.