Tadej Pogačar di ambang kemenangan kelima Tour de France nya pada 2026, menyamai rekor resmi lima gelar yang dipegang Anquetil, Merckx, Hinault, dan Induráin. Usai Stage 13 (18 Juli 2026), Pogačar memimpin klasemen umum dengan selisih lebih dari tiga menit di usia 27 tahun, dengan banyak kemenangan etape yang prakti...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for How did Tadej Pogačar respond to Lance Armstrong's claim that he is chasing the stripped record o. Article summary: Here are the verified facts for all three parts of your question.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Tadej Pogačar sedang mendominasi Tour de France 2026, dan keperkasaannya memunculkan kembali hantu lama ke dalam perbincangan. Lance Armstrong — yang tujuh gelar Tour juaranya secara beruntun (1999–2005) dicabut setelah ia mengaku doping — menggunakan siniarnya The Move untuk mengklaim bahwa target sesungguhnya Pogačar bukanlah rekor resmi lima kemenangan, melainkan tujuh gelar miliknya yang sudah dihapus. Jawaban Pogačar singkat, langsung, dan meremehkan. Berikut ini pertukaran lengkapnya, sudah diperiksa faktanya dan dengan sumber.
Dalam siniar harian The Move yang ia bawakan selama Tour de France, Armstrong berkata Pogačar "tahu persis berapa rekor sebenarnya" — yang dimaksud adalah tujuh gelarnya yang sudah dicabut, bukan rekor resmi lima gelar . Banyak media mengutip Armstrong yang mengatakan bahwa "Pogačar tahu betul apa rekor yang sesungguhnya" dan bahwa lima kemenangan resmi bukanlah angka yang sebenarnya dikejar pebalap Slovenia itu
.
Armstrong juga menyatakan di siniarnya: "Dia akan memenangkan Tour ini, kan? Yang kelima. Dan setelah finis, kita semua akan mendengar — termasuk kita sendiri — bahwa Tadej Pogačar telah menyamai rekor sepanjang masa kemenangan Tour dan bergabung dengan klub eksklusif lima. Nah, coba tebak? Dia sendiri tidak percaya itu."
Faktor yang mempersulit: Di siniar yang sama, Armstrong juga menyebut Pogačar sebagai "yang terhebat sepanjang masa, jauh di atas yang lain," menciptakan pesan campur aduk antara pujian dan provokasi .
Pogačar menolak terlibat. Responsnya langsung pada intinya:
Seperti yang ia katakan kepada The Guardian setelah Stage 13: "Pertanyaan ini sudah saya terima pagi hari. Saya tidak bisa bilang apa-apa. Saya tidak mengejar rekor, saya hanya ingin menyelesaikan Tour ini dengan jersey kuning di Paris. Itu fokus utama saya."
Per 18 Juli 2026 (setelah Stage 13), berikut fakta-fakta kuncinya :
Intinya: Pogačar menolak bermain dalam permainan Armstrong, mengatakan ia tidak balap demi rekor, sementara pada saat yang sama melaju dengan mulus menuju kemenangan Tour kelima yang akan menempatkannya sejajar sebagai pemegang rekor kemenangan terbanyak resmi dalam sejarah.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Tadej Pogačar di ambang kemenangan kelima Tour de France nya pada 2026, menyamai rekor resmi lima gelar yang dipegang Anquetil, Merckx, Hinault, dan Induráin.
Tadej Pogačar di ambang kemenangan kelima Tour de France nya pada 2026, menyamai rekor resmi lima gelar yang dipegang Anquetil, Merckx, Hinault, dan Induráin. Usai Stage 13 (18 Juli 2026), Pogačar memimpin klasemen umum dengan selisih lebih dari tiga menit di usia 27 tahun, dengan banyak kemenangan etape yang praktis melibas rival rivalnya.