BIP 110 (Reduced Data Temporary Soft Fork) mengusulkan pembatasan data non moneter di Bitcoin selama satu tahun, dengan OP RETURN maksimal 83 bytes dan data push maksimal 256 bytes. Hingga pertengahan Juli 2026, dukungan miner sangat minim: kurang dari 1% hashrate (sekitar 5 EH/s dari 940 EH/s) dan hanya 10 dari 2.0...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What are the key details, current status, and community divisions surrounding the proposed BIP-11. Article summary: Here is a comprehensive, source-backed briefing on BIP-110.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Pertempuran tata kelola paling kontroversial di dunia Bitcoin pada tahun 2026 ini tampaknya akan berakhir antiklimaks. BIP-110 (Reduced Data Temporary Soft Fork / RDTS) — yang digadang sebagai respons paling agresif terhadap ledakan data Ordinals — justru menghadapi penolakan luar biasa dari para penambang. Dengan tenggat aktivasi pada awal Agustus 2026 yang semakin dekat, usulan ini terancam gagal total.
BIP-110, yang digagas oleh Dathon Ohm, adalah sebuah 'soft fork' sementara yang dirancang untuk membatasi penyematan data non-moneter dalam transaksi Bitcoin, terutama yang digunakan oleh Ordinals, inscriptions, dan token BRC-20 . Aturan intinya adalah:
Usulan ini juga memberikan 'ampunan' (grandfather) bagi UTXO yang sudah ada sebelum aktivasi, sehingga koin lama tetap bisa dipindahkan dengan aturan lama tanpa batas waktu . Selain itu, beberapa fitur Taproot yang berpotensi digunakan untuk penyematan data untuk sementara dinonaktifkan
.
Awalnya, BIP-110 membutuhkan 55% sinyal dukungan dari miner (Miner-Activated Soft Fork / MASF) dalam periode penyesuaian kesulitan 2.016 blok . Namun, dukungan ini tidak pernah tercapai
.
Sebagai langkah mundur, ada mekanisme 'User-Activated Soft Fork' (UASF) yang menetapkan hari H pada blok 961.632, yang diperkirakan jatuh pada sekitar 8 Agustus 2026 . Pada ketinggian blok tersebut, node yang memberlakukan aturan BIP-110 akan mulai menolak blok yang tidak memberikan sinyal dukungan, terlepas dari berapa pun hashrate yang mendukungnya. Langkah ini memicu risiko terjadinya perpecahan rantai (chain split)
.
Sepanjang periode signaling yang dimulai Maret 2026, dukungan dari miner hampir tidak ada .
Kolam tambang (mining pool) besar seperti Foundry USA (~28% hashrate jaringan) dan Antpool secara terbuka menolak untuk melakukan signaling . Pendiri F2Pool, Wang Chun, juga dengan tegas menolak proposal ini pada Februari 2026
. Hanya Ocean Pool yang menjadi satu-satunya kolam terkenal yang mengaktifkan signaling BIP-110, dengan model 'opt-out' mulai 15 Juli 2026
.
Pada 17 Juli 2026, Foundry Digital — kolam tambang terbesar di dunia dengan hashrate sekitar 237 EH/s atau ~28% jaringan — mulai mengadakan voting di antara klien penambangnya untuk menentukan sikap mereka terhadap BIP-110 .
Mekanisme votingnya cukup unik:
Meskipun voting ini penting, perlu dicatat bahwa bahkan jika semua penambang Foundry setuju, mereka tetap tidak akan mencapai ambang batas 55% yang dibutuhkan untuk aktivasi MASF .
Proposal ini telah memecah belah komunitas Bitcoin menjadi dua kubu yang berseberangan:
Kubu Penentang berpendapat bahwa BIP-110 adalah bentuk sensor dan preseden yang sangat berbahaya. Mereka percaya Bitcoin harus tetap tanpa izin (permissionless) dan membatasi data dalam transaksi melanggar prinsip bahwa "rantai tidak boleh disensor" . Beberapa kritikus teknis bahkan berargumen bahwa karena BIP-110 akan menolak jenis transaksi yang sebelumnya valid, secara teknis ini adalah hard fork, bukan soft fork
. Kolam tambang besar dan penambang skala besar sebagian besar berpihak pada pandangan ini dengan menolak melakukan signaling
.
Kubu Pendukung berargumen bahwa BIP-110 adalah upaya untuk mengembalikan Bitcoin pada tujuan aslinya sebagai uang digital peer-to-peer. Mereka menganggap 'spam data' era Ordinals telah menurunkan pengalaman pengguna, menaikkan biaya transaksi reguler, dan membengkakkan UTXO set. Bagi mereka, soft fork ini adalah koreksi sementara yang diperlukan, bukan perubahan filosofi permanen . Penulis proposal sendiri membingkainya sebagai langkah satu tahun untuk mengurangi metode penyematan data sambil memberi waktu bagi jaringan untuk mengembangkan solusi jangka panjang yang lebih baik
.
Hingga 17–18 Juli 2026, semua indikator menunjukkan BIP-110 gagal mencapai adopsi yang berarti dari para penambang. Wakil Presiden Ocean Mining, Jason Hughes, secara terbuka menyatakan bahwa proposal ini "berada di jalur menuju kegagalan" dengan dukungan miner yang terhenti di bawah 1% .
Tanpa lonjakan dukungan hashrate secara tiba-tiba sebelum blok 961.632, hari H UASF tetap berpotensi memicu perpecahan rantai dengan hashrate rendah — namun sebagian besar analis memperkirakan bahwa garpu (fork) ini tidak akan memiliki kekuatan ekonomi yang cukup untuk bertahan lama . Hasil yang paling mungkin adalah sebuah garpu minoritas berumur pendek yang gagal menarik aktivitas penambangan atau volume transaksi yang berkelanjutan.
Untuk saat ini, BIP-110 akan dikenang sebagai salah satu pertempuran tata kelola paling sengit dalam sejarah Bitcoin — sebuah ujian apakah aturan konsensus jaringan dapat dikencangkan untuk sementara guna membatasi penggunaan non-finansial, atau apakah prinsip inovasi tanpa izin (permissionless innovation) akan tetap menjadi yang utama.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
BIP 110 (Reduced Data Temporary Soft Fork) mengusulkan pembatasan data non moneter di Bitcoin selama satu tahun, dengan OP RETURN maksimal 83 bytes dan data push maksimal 256 bytes.
BIP 110 (Reduced Data Temporary Soft Fork) mengusulkan pembatasan data non moneter di Bitcoin selama satu tahun, dengan OP RETURN maksimal 83 bytes dan data push maksimal 256 bytes. Hingga pertengahan Juli 2026, dukungan miner sangat minim: kurang dari 1% hashrate (sekitar 5 EH/s dari 940 EH/s) dan hanya 10 dari 2.016 blok pada periode kesulitan terakhir yang melakukan signaling.
Ambang aktivasi miner (MASF) 55% tidak tercapai, sehingga mekanisme UASF (User Activated Soft Fork) pada blok 961.632 (sekitar 8 Agustus 2026) berpotensi memicu perpecahan rantai (chain split).