Negosiasi dengan Anthropic bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari strategi besar Meta yang mulai terungkap. Pada awal Juli 2026, Bloomberg pertama kali melaporkan bahwa Meta diam-diam membangun bisnis infrastruktur cloud baru yang disebut Meta Compute . Unit ini bertujuan untuk menjual akses daya komputasi AI dan model AI ke pelanggan di luar perusahaan
.
Langkah ini membuat Meta akan bersaing langsung dengan raksasa cloud seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud . Meta masih memperdebatkan apakah akan menawarkan hosting model AI (bersaing dengan Amazon Bedrock atau Vertex AI milik Google) atau hanya menjual akses komputasi mentah (bersaing dengan CoreWeave)
.
Mengapa Meta melakukan ini?
Jawabannya ada pada skala investasi yang luar biasa besar. Meta telah menghabiskan US$72,2 miliar untuk belanja modal pada tahun 2025 saja dan berencana menghabiskan antara US$115 miliar hingga US$145 miliar pada tahun 2026 . Mereka membangun pusat data raksasa, termasuk fasilitas 1 gigawatt (bisa diperluas hingga 1,8 GW) di Alberta, Kanada, yang merupakan investasi senilai C$13 miliar (~US$9,17 miliar)
.
Dengan kapasitas sebesar itu, Meta sadar bahwa mereka tidak akan selalu menggunakan semuanya untuk kebutuhan internal. Alih-alih membiarkan kapasitas tersebut menganggur, mereka berusaha memonetisasinya dengan menjadi 'tuan tanah' komputasi AI—mengubah pusat data menjadi mesin penghasil pendapatan .
Penting untuk dicatat bahwa negosiasi ini masih dalam tahap sangat awal. New York Times, Reuters, dan Bloomberg semuanya menekankan bahwa pembicaraan ini masih bersifat pendahuluan dan bisa saja gagal . Hingga saat ini, baik Meta maupun Anthropic belum memberikan konfirmasi atau komentar resmi mengenai negosiasi tersebut
.
Kesepakatan ini menunjukkan betapa 'laparnya' Anthropic akan daya komputasi. Ini adalah langkah kedua mereka dalam beberapa minggu setelah sebelumnya mengamankan kesepakatan dengan SpaceX untuk pusat data Colossus 1 .