Aplikasi yang Dimigrasi: Sekitar 70 aplikasi kritis Airbus—termasuk sistem desain pesawat, teknik, produksi industri, operasi perusahaan, ERP, CRM, dan manufaktur—akan pindah ke cloud sovereign Eropa milik Scaleway . Secara keseluruhan, portofolio yang lebih luas mencakup sekitar 900 aplikasi akan tetap berada di bawah kendali Eropa .
Integrasi AI: Infrastruktur cloud ini akan mendukung penerapan alat kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan bersama startup AI asal Prancis, Mistral. AI ini akan digunakan untuk desain pesawat, rekayasa, dan proses produksi . Pimpinan Airbus menyatakan, "Fakta bahwa model Mistral sudah diterapkan di infrastruktur Scaleway akan memungkinkan kami mempercepat pendekatan AI" .
Jadwal: Migrasi 70 aplikasi prioritas ini ditargetkan selesai pada tahun 2028 .
Proses Tender: Kontrak ini dimenangkan melalui tender kompetitif untuk layanan "Trusted Cloud". Airbus meluncurkan tender pada awal 2026, mengevaluasi sepuluh kandidat, dan Scaleway menang berdasarkan tiga kriteria: kemampuan teknologi/AI, keunggulan operasional, serta jaminan hukum dan tata kelola .
Jenis Data: Kesepakatan ini mencakup "data paling sensitif" milik Airbus, termasuk kekayaan intelektual dan informasi terkait pertahanan .
Cloud Berdaulat, Bukan Sembarang Cloud: Scaleway mengoperasikan infrastruktur milik Eropa sepenuhnya. Artinya, data tetap berada di bawah yurisdiksi Eropa dan tidak tunduk pada hukum AS seperti Cloud Act—faktor penentu bagi perusahaan yang menangani teknologi penggunaan ganda (sipil/militer) . Airbus menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga data "di bawah kendali Eropa" .
Putus dari Raksasa Cloud AS: Sebelumnya, Airbus sangat bergantung pada AWS. Kesepakatan ini menunjukkan pergeseran langsung dari dominasi cloud Amerika untuk beban kerja paling berharga perusahaan . The Register mencatat bahwa langkah ini pertama kali "diungkap secara eksklusif" oleh mereka pada Desember 2025 .
Pemicu AI Skala Besar: Segitiga Scaleway-Mistral-Airbus menghubungkan infrastruktur cloud berdaulat dengan model AI milik Eropa, menciptakan alternatif vertikal Eropa yang terintegrasi untuk menyaingi tumpukan cloud-AI yang didominasi AS . Catherine Jestin, eksekutif Airbus, menulis di LinkedIn bahwa kesepakatan ini mengikuti pilihan Ericsson untuk Private 5G, Bull untuk superkomputer, dan Mistral untuk AI, menyebutnya "tonggak baru dalam komitmen Airbus terhadap kedaulatan digital Eropa" .
Pertanda bagi Sektor Ini: Sebagai perusahaan aerospace dan pertahanan terbesar di Eropa, keputusan Airbus untuk menarik beban kerja sensitif dari penyedia cloud AS memberikan preseden kuat bagi perusahaan pertahanan Eropa lainnya. Ini menandakan bahwa cloud berdaulat kini layak secara operasional untuk sistem yang sangat penting (mission-critical) .
Dukungan Regulasi: Kesepakatan ini selaras dengan dorongan Prancis dan UE untuk kerangka kerja "cloud de confiance" (cloud tepercaya), termasuk kualifikasi SecNumCloud Prancis dan Strategi Data Eropa yang lebih luas. Semua ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada penyedia cloud non-Eropa untuk data sensitif .
Ketahanan dan Keamanan Rantai Pasok: Dengan menghosting aplikasi pertahanan dan penggunaan ganda di infrastruktur yang dikendalikan Eropa, Airbus mengurangi risiko geopolitik—khususnya paparan terhadap hukum akses data ekstrateritorial AS atau potensi gangguan akibat sanksi .
Lompatan Strategis Scaleway: Bagi Scaleway, memenangkan Airbus membuktikan dirinya sebagai alternatif sovereign yang kredibel dibandingkan AWS, Azure, dan GCP untuk pelanggan industri dan pertahanan paling menuntut. Ini berpotensi membuka lebih banyak kontrak di seluruh infrastruktur kritis Eropa . Scaleway sebelumnya juga terpilih oleh Komisi Eropa untuk menyediakan platform cloud publik dan AI yang berdaulat bagi institusi Uni Eropa . Kontrak ini juga membangun peran Scaleway sebagai penyedia penyimpanan data kesehatan Prancis .