Pada awal Mei 2026, pekerja memasang sekitar 600 gulungan rumput Bermuda Tahoma 31 yang ditanam di North Carolina di atas dasar lapangan sintetis lama . Proyek tersebut juga mencakup pemasangan sistem pemanas bawah permukaan, pipa drainase, lapisan pasir, irigasi sementara, serta lampu LED untuk membantu pertumbuhan rumput .
FIFA menyebut persiapan itu sebagai hasil penelitian, pengujian, dan pengembangan bersama pakar lapangan selama lebih dari lima tahun . MetLife dijadwalkan menggelar delapan pertandingan Piala Dunia, sehingga permukaannya harus tetap siap digunakan sepanjang turnamen.
Kritik terhadap lapangan muncul sejak pertandingan-pertandingan awal di stadion tersebut.
Keluhan tersebut bukan semata soal kenyamanan. Lapangan yang kering dan keras dapat mengubah laju bola, menyulitkan pemain mengontrol permainan, serta menuntut tim menyesuaikan teknik dan pilihan sepatu.
FIFA menolak anggapan bahwa lapangan MetLife berada dalam kondisi buruk. Dalam beberapa pernyataan, badan sepak bola dunia itu mengatakan seluruh 16 lapangan turnamen, termasuk rumput sementara di MetLife, berada dalam kondisi “sangat baik” dan memenuhi standar ketat FIFA .
FIFA juga menekankan bahwa persiapan permukaan tersebut melibatkan lebih dari lima tahun penelitian dan kerja sama dengan spesialis rumput . Alih-alih mengakui adanya kegagalan pemasangan, FIFA mengaitkan keluhan pemain dengan faktor cuaca musiman dan panas musim panas .
Dengan demikian, muncul perbedaan pandangan yang jelas: para pemain menilai lapangan terasa keras dan memperlambat pertandingan, sedangkan FIFA menyatakan permukaan itu layak dimainkan sekaligus aman bagi pemain.
Final Piala Dunia pada 19 Juli mempertemukan juara bertahan Argentina dengan Spanyol, salah satu tim dominan dalam turnamen. Pertandingan tersebut menjadi pengujian paling penting bagi lapangan MetLife karena permukaan itu harus menghadapi laga dengan tekanan dan sorotan global terbesar.
Pada 16 Juli, tiket jual kembali termurah untuk final dilaporkan mulai sekitar US$8.162 di platform seperti Vivid Seats dan SeatGeek . FIFA juga masih menawarkan hampir 1.200 tiket kategori dua dengan harga US$7.380 per lembar. Untuk kursi baris depan di tribun bawah, harganya berkisar antara US$19.995 hingga US$32.970 .
Saat final berlangsung, rumput tersebut telah dipakai dalam delapan pertandingan dan menghadapi panas musim panas selama sekitar dua bulan sejak dipasang. Kondisi itu menjadikan laga Argentina-Spanyol sebagai ujian akhir: apakah rumput alami sementara di stadion yang dirancang untuk sepak bola Amerika mampu memenuhi standar pertandingan sepak bola tertinggi?
Kontroversi MetLife memperlihatkan tantangan dalam mengubah stadion NFL yang dirancang untuk rumput sintetis menjadi venue sepak bola kelas dunia. Pemasangan rumput alami memang memungkinkan stadion-stadion tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia, tetapi kualitas permukaan tetap harus konsisten dari pertandingan ke pertandingan.
Dengan harga tiket final yang mencapai ribuan hingga puluhan ribu dolar, perhatian publik tidak hanya tertuju pada Argentina dan Spanyol. Lapangan MetLife sendiri ikut dipertaruhkan. Jika permukaannya kembali dikeluhkan, kontroversi ini dapat menjadi bukti bahwa memasang rumput sementara belum tentu cukup untuk menghadirkan lapangan yang benar-benar ideal bagi sepak bola elite.