Robot Humanoid Foundation Future Industries Segera Uji Coba Bersenjata: Target 2027
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026. Dua unit robot Phantom MK 1 telah diuji untuk misi logistik dan pengintaian di dekat garis depan Ukraina, namun memiliki keterbatasan daya angkut dan ketahan...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026.
Dua unit robot Phantom MK 1 telah diuji untuk misi logistik dan pengintaian di dekat garis depan Ukraina, namun memiliki keterbatasan daya angkut dan ketahanan lingkungan.
Foundation telah mengamankan kontrak riset senilai $24 juta dari Pentagon, dan tengah mengembangkan Phantom 2 dengan daya angkut dua kali lipat serta ketahanan yang lebih baik.
CEO Pathak membantah perbandingan dengan 'Terminator', menekankan bahwa robot humanoid berguna untuk misi presisi tinggi, bukan penghancuran massal.
Search & fact-check with cited sources for What timeline has Foundation Future Industries CEO Sankaet Pathak given for weaponized humanoid tConceptual rendering of Foundation Future Industries' Phantom humanoid robot. The company has already tested two unarmed MK-1 units in Ukraine's war zone and plans weaponized testing by 2027.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What timeline has Foundation Future Industries CEO Sankaet Pathak given for weaponized humanoid t. Article summary: Here is a fact-checked summary based on the available evidence from CNBC, Euronews, BBC, Business Insider, TNW, and other sources.. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful
openai.com
Sebuah startup asal San Francisco bernama Foundation Future Industries telah menempatkan robot humanoid di zona perang Ukraina, mengantongi kontrak riset senilai $24 juta dari Pentagon AS, dan berencana memulai uji coba versi bersenjata pada tahun 2027. Ini bukanlah skenario fiksi ilmiah belaka. Robot Phantom MK-1 milik perusahaan telah menyelesaikan uji coba logistik di dekat garis depan aktif pada Februari 2026. Versi yang ditingkatkan secara signifikan, Phantom 2, dijadwalkan akan dikerahkan pada akhir tahun ini juga . Berikut adalah fakta-fakta yang terverifikasi, dirangkum dari laporan CNBC, Euronews, BBC, Business Insider, TNW, dan sumber lainnya.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Robot Humanoid Foundation Future Industries Segera Uji Coba Bersenjata: Target 2027"?
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026. Dua unit robot Phantom MK 1 telah diuji untuk misi logistik dan pengintaian di dekat garis depan Ukraina, namun memiliki keterbatasan daya angkut dan ketahanan lingkungan.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Foundation telah mengamankan kontrak riset senilai $24 juta dari Pentagon, dan tengah mengembangkan Phantom 2 dengan daya angkut dua kali lipat serta ketahanan yang lebih baik.
Robot Humanoid Foundation Future Industries Segera Uji Coba Bersenjata: Target 2027
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026. Dua unit robot Phantom MK 1 telah diuji untuk misi logistik dan pengintaian di dekat garis depan Ukraina, namun memiliki keterbatasan daya angkut dan ketahan...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026.
Dua unit robot Phantom MK 1 telah diuji untuk misi logistik dan pengintaian di dekat garis depan Ukraina, namun memiliki keterbatasan daya angkut dan ketahanan lingkungan.
Foundation telah mengamankan kontrak riset senilai $24 juta dari Pentagon, dan tengah mengembangkan Phantom 2 dengan daya angkut dua kali lipat serta ketahanan yang lebih baik.
CEO Pathak membantah perbandingan dengan 'Terminator', menekankan bahwa robot humanoid berguna untuk misi presisi tinggi, bukan penghancuran massal.
Search & fact-check with cited sources for What timeline has Foundation Future Industries CEO Sankaet Pathak given for weaponized humanoid tConceptual rendering of Foundation Future Industries' Phantom humanoid robot. The company has already tested two unarmed MK-1 units in Ukraine's war zone and plans weaponized testing by 2027.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What timeline has Foundation Future Industries CEO Sankaet Pathak given for weaponized humanoid t. Article summary: Here is a fact-checked summary based on the available evidence from CNBC, Euronews, BBC, Business Insider, TNW, and other sources.. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful
openai.com
Sebuah startup asal San Francisco bernama Foundation Future Industries telah menempatkan robot humanoid di zona perang Ukraina, mengantongi kontrak riset senilai $24 juta dari Pentagon AS, dan berencana memulai uji coba versi bersenjata pada tahun 2027. Ini bukanlah skenario fiksi ilmiah belaka. Robot Phantom MK-1 milik perusahaan telah menyelesaikan uji coba logistik di dekat garis depan aktif pada Februari 2026. Versi yang ditingkatkan secara signifikan, Phantom 2, dijadwalkan akan dikerahkan pada akhir tahun ini juga . Berikut adalah fakta-fakta yang terverifikasi, dirangkum dari laporan CNBC, Euronews, BBC, Business Insider, TNW, dan sumber lainnya.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Robot Humanoid Foundation Future Industries Segera Uji Coba Bersenjata: Target 2027"?
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
CEO Foundation Future Industries menargetkan uji coba robot humanoid bersenjata pada 2027, menyusul uji coba non senjata di Ukraina yang dimulai Februari 2026. Dua unit robot Phantom MK 1 telah diuji untuk misi logistik dan pengintaian di dekat garis depan Ukraina, namun memiliki keterbatasan daya angkut dan ketahanan lingkungan.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Foundation telah mengamankan kontrak riset senilai $24 juta dari Pentagon, dan tengah mengembangkan Phantom 2 dengan daya angkut dua kali lipat serta ketahanan yang lebih baik.
CEO Foundation, Sankaet Pathak, menyatakan bahwa ia memperkirakan akan memulai pengujian skenario penggunaan senjata untuk robotnya 'paling cepat tahun depan' — yang berarti tahun 2027 — setelah program percontohan di Ukraina . Beberapa media melaporkan bahwa target perusahaan untuk robot humanoid bertenaga AI yang berpotensi menjadi senjata adalah tahun 2027. Pathak menyebut jalur peran tempur ini sebagai 'frontline weaponization' — yaitu melibatkan dan menetralisir ancaman — dan mengatakan bahwa progresnya akan bersifat bertahap, bukan pengerahan mendadak .
Uji Coba Militer yang Sudah Dilakukan di Ukraina
Perusahaan telah melakukan uji coba di dunia nyata di zona konflik:
Februari 2026: Foundation mengirim dua unit robot humanoid Phantom MK-1 ke Ukraina untuk pengujian di medan perang . Ini adalah pertama kalinya robot humanoid digunakan di teater pertempuran mana pun .
Jenis misi: Robot-robot ini terutama digunakan untuk misi logistik dan pengintaian, termasuk mengambil pasokan di area berbahaya dekat garis depan . Robot-robot tersebut selama uji coba ini .
Keterbatasan yang ditemukan: Pengujian di Ukraina menemukan bahwa kemampuan MK-1 masih terbatas untuk pengerahan nyata — daya angkut sekitar 44 pon (20 kg) , mobilitas yang lebih lemah dari yang diharapkan di medan sulit, dan kerentanan terhadap kondisi lingkungan seperti kurangnya lapisan kedap air . Badan robot tidak kedap air, dan daya tahan baterai pendek .
Kementerian Pertahanan Ukraina menolak berkomentar mengenai uji coba tersebut, yang menandakan kehati-hatian resmi meskipun ada keterlibatan pemerintah yang dikonfirmasi dalam pengujian .
Foundation berencana mengirim unit Phantom 2 yang ditingkatkan ke Ukraina pada akhir tahun 2026 untuk mengatasi kekurangan ini .
Argumen Pathak: Humanoid untuk Presisi, Bukan Kehancuran Massal
Pathak secara langsung membantah perbandingan 'robot pembunuh', terutama citra 'Terminator' yang mendominasi diskusi publik . Ia mengemukakan beberapa argumen spesifik:
Presisi vs. kehancuran sembarangan: Ia berargumen bahwa jika tujuannya hanyalah kehancuran massal, bom atau serangan artileri akan jauh lebih murah dan efektif daripada mengirim robot humanoid. Menurutnya, robot humanoid hanya masuk akal jika militer membutuhkan presisi, pengendalian, dan diskriminasi — memasuki gedung, membersihkan titik rawan, atau menyerang target tertentu tanpa meratakan seluruh area . "Mengapa Anda mengirim sekelompok humanoid jika tujuan Anda hanyalah menyebabkan kehancuran?" tanya Pathak dalam sebuah wawancara .
Melindungi tentara manusia: Pathak membingkai robot humanoid bersenjata sebagai cara untuk menjaga tentara manusia keluar dari lingkungan paling berbahaya — gedung yang rawan penyergapan, zona terkontaminasi, atau operasi tempur berkelanjutan di mana kelelahan dan trauma menurunkan kinerja manusia . Ia menyebut ini sebagai 'keharusan moral' .
Keunggulan ketahanan: Robot tidak menderita kelelahan, ketakutan, penyakit radiasi, atau kejahatan perang akibat stres, dan dapat beroperasi terus-menerus dalam kondisi ekstrem . Pathak menggambarkan masa depan pertempuran semacam itu sebagai 'permainan video kehidupan nyata' .
Peningkatan Perangkat Keras pada Phantom 2
Phantom 2 (juga disebut MK-2) membawa peningkatan perangkat keras yang signifikan dari MK-1 untuk mengatasi keterbatasan yang ditemukan di Ukraina :
Upgrade
MK-1
Phantom 2 (MK-2)
Daya Angkut
~44 pon (20 kg)
~88 pon (40 kg) (dua kali lipat) ; beberapa sumber menyebutkan 175 pon
Elektronik
Modul terpisah
Elektronik terkonsolidasi untuk mengurangi risiko korsleting
Ketahanan Lingkungan
Terbatas
Lapisan kedap air ditambahkan, ketahanan debu/lapangan yang lebih baik
Baterai
Paket standar
Paket baterai lebih besar untuk waktu operasi yang lebih lama
Manufaktur
Dirakit tangan
Bodi cetakan untuk mempercepat produksi dan mengurangi biaya
Phantom 2 diharapkan akan dikerahkan ke Ukraina pada akhir tahun 2026 .
Kontrak Pentagon dan Target Produksi
Kontrak: Foundation telah mengamankan sekitar $24 juta dalam kontrak riset Pentagon di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara AS untuk uji kelayakan dalam inspeksi, logistik, penanganan senjata, dan pembobolan posisi musuh . Perusahaan juga menunjuk Eric Trump sebagai penasihat strategis utama .
Target produksi: CEO Pathak telah menyatakan ambisi untuk meningkatkan skala produksi menjadi ribuan unit. Dalam sebuah wawancara pada akhir tahun 2025, ia menyebut target 10.000 unit pada tahun 2026, meskipun angka itu tampaknya masih aspiratif dan mencakup varian komersial/industri di samping varian militer . Laporan lain menyebutkan rencana untuk .
Celah Regulasi untuk Robot Humanoid/Otonom dalam Pertempuran
Laporan yang tersedia mengidentifikasi beberapa celah signifikan dalam kerangka hukum dan peraturan:
Tidak ada perjanjian yang secara spesifik mengatur robot humanoid tempur: Hukum humaniter internasional (IHL) dan debat Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (CCW) telah berfokus pada sistem senjata otonom secara umum, tetapi tidak ada perjanjian atau protokol khusus yang membahas penggunaan robot otonom berbentuk humanoid dalam pertempuran .
Kontrol manusia yang berarti tidak terdefinisi: Tidak ada standar internasional yang mengikat tentang tingkat pengawasan manusia yang diperlukan ketika robot humanoid secara otonom menyerang target . Pathak telah mengatakan bahwa Phantom tidak akan berfungsi sebagai unit tempur yang otonom penuh, membayangkan kerangka kerja 'human-in-loop' yang mirip dengan operasi drone militer saat ini , tetapi ini adalah kebijakan perusahaan, bukan persyaratan hukum.
Persenjataan sektor swasta tanpa kerangka hukum yang jelas: Foundation adalah startup swasta yang mengembangkan robot humanoid berkemampuan senjata di bawah kontrak riset Pentagon, yang menimbulkan pertanyaan tentang kontrol ekspor, pengujian di tanah asing (Ukraina), dan akuntabilitas untuk keputusan medan perang yang dibuat oleh sistem yang digerakkan AI .
Pembicaraan CCW masih buntu: Upaya di bawah PBB CCW untuk menegosiasikan batasan yang mengikat secara hukum pada senjata otonom yang mematikan telah terhenti selama bertahun-tahun, dengan kekuatan-kekuatan besar tidak setuju apakah akan melarang keputusan serangan otonom penuh. Robot humanoid jatuh ke dalam kekosongan regulasi ini .
Ambiguitas penggunaan ganda: Robot yang sama yang dijual untuk penggunaan pabrik industri dapat dipersenjatai dengan modifikasi minimal, membuat perbedaan kontrol senjata tradisional sulit ditegakkan .
Intinya: Foundation Future Industries telah menguji robot humanoid Phantom MK-1 tanpa senjata untuk logistik di Ukraina, memegang kontrak Pentagon senilai $24 juta, menargetkan uji coba bersenjata pada tahun 2027, dan sedang meningkatkan ke Phantom 2 dengan daya angkut ganda dan ketahanan lapangan. Pathak berargumen bahwa humanoid menawarkan keterlibatan presisi daripada kehancuran massal, tetapi celah tata kelola yang signifikan masih ada — tidak ada perjanjian yang mencakup robot humanoid tempur, kontrol manusia yang berarti tidak terdefinisi, dan pembicaraan CCW tentang senjata otonom masih macet. Teknologi sudah ada di lapangan, tetapi kerangka hukum untuk mengaturnya belum ada.
CEO Foundation, Sankaet Pathak, menyatakan bahwa ia memperkirakan akan memulai pengujian skenario penggunaan senjata untuk robotnya 'paling cepat tahun depan' — yang berarti tahun 2027 — setelah program percontohan di Ukraina . Beberapa media melaporkan bahwa target perusahaan untuk robot humanoid bertenaga AI yang berpotensi menjadi senjata adalah tahun 2027. Pathak menyebut jalur peran tempur ini sebagai 'frontline weaponization' — yaitu melibatkan dan menetralisir ancaman — dan mengatakan bahwa progresnya akan bersifat bertahap, bukan pengerahan mendadak .
Uji Coba Militer yang Sudah Dilakukan di Ukraina
Perusahaan telah melakukan uji coba di dunia nyata di zona konflik:
Februari 2026: Foundation mengirim dua unit robot humanoid Phantom MK-1 ke Ukraina untuk pengujian di medan perang . Ini adalah pertama kalinya robot humanoid digunakan di teater pertempuran mana pun .
Jenis misi: Robot-robot ini terutama digunakan untuk misi logistik dan pengintaian, termasuk mengambil pasokan di area berbahaya dekat garis depan . Robot-robot tersebut selama uji coba ini .
Keterbatasan yang ditemukan: Pengujian di Ukraina menemukan bahwa kemampuan MK-1 masih terbatas untuk pengerahan nyata — daya angkut sekitar 44 pon (20 kg) , mobilitas yang lebih lemah dari yang diharapkan di medan sulit, dan kerentanan terhadap kondisi lingkungan seperti kurangnya lapisan kedap air . Badan robot tidak kedap air, dan daya tahan baterai pendek .
Kementerian Pertahanan Ukraina menolak berkomentar mengenai uji coba tersebut, yang menandakan kehati-hatian resmi meskipun ada keterlibatan pemerintah yang dikonfirmasi dalam pengujian .
Foundation berencana mengirim unit Phantom 2 yang ditingkatkan ke Ukraina pada akhir tahun 2026 untuk mengatasi kekurangan ini .
Argumen Pathak: Humanoid untuk Presisi, Bukan Kehancuran Massal
Pathak secara langsung membantah perbandingan 'robot pembunuh', terutama citra 'Terminator' yang mendominasi diskusi publik . Ia mengemukakan beberapa argumen spesifik:
Presisi vs. kehancuran sembarangan: Ia berargumen bahwa jika tujuannya hanyalah kehancuran massal, bom atau serangan artileri akan jauh lebih murah dan efektif daripada mengirim robot humanoid. Menurutnya, robot humanoid hanya masuk akal jika militer membutuhkan presisi, pengendalian, dan diskriminasi — memasuki gedung, membersihkan titik rawan, atau menyerang target tertentu tanpa meratakan seluruh area . "Mengapa Anda mengirim sekelompok humanoid jika tujuan Anda hanyalah menyebabkan kehancuran?" tanya Pathak dalam sebuah wawancara .
Melindungi tentara manusia: Pathak membingkai robot humanoid bersenjata sebagai cara untuk menjaga tentara manusia keluar dari lingkungan paling berbahaya — gedung yang rawan penyergapan, zona terkontaminasi, atau operasi tempur berkelanjutan di mana kelelahan dan trauma menurunkan kinerja manusia . Ia menyebut ini sebagai 'keharusan moral' .
Keunggulan ketahanan: Robot tidak menderita kelelahan, ketakutan, penyakit radiasi, atau kejahatan perang akibat stres, dan dapat beroperasi terus-menerus dalam kondisi ekstrem . Pathak menggambarkan masa depan pertempuran semacam itu sebagai 'permainan video kehidupan nyata' .
Peningkatan Perangkat Keras pada Phantom 2
Phantom 2 (juga disebut MK-2) membawa peningkatan perangkat keras yang signifikan dari MK-1 untuk mengatasi keterbatasan yang ditemukan di Ukraina :
Upgrade
MK-1
Phantom 2 (MK-2)
Daya Angkut
~44 pon (20 kg)
~88 pon (40 kg) (dua kali lipat) ; beberapa sumber menyebutkan 175 pon
Elektronik
Modul terpisah
Elektronik terkonsolidasi untuk mengurangi risiko korsleting
Ketahanan Lingkungan
Terbatas
Lapisan kedap air ditambahkan, ketahanan debu/lapangan yang lebih baik
Baterai
Paket standar
Paket baterai lebih besar untuk waktu operasi yang lebih lama
Manufaktur
Dirakit tangan
Bodi cetakan untuk mempercepat produksi dan mengurangi biaya
Phantom 2 diharapkan akan dikerahkan ke Ukraina pada akhir tahun 2026 .
Kontrak Pentagon dan Target Produksi
Kontrak: Foundation telah mengamankan sekitar $24 juta dalam kontrak riset Pentagon di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara AS untuk uji kelayakan dalam inspeksi, logistik, penanganan senjata, dan pembobolan posisi musuh . Perusahaan juga menunjuk Eric Trump sebagai penasihat strategis utama .
Target produksi: CEO Pathak telah menyatakan ambisi untuk meningkatkan skala produksi menjadi ribuan unit. Dalam sebuah wawancara pada akhir tahun 2025, ia menyebut target 10.000 unit pada tahun 2026, meskipun angka itu tampaknya masih aspiratif dan mencakup varian komersial/industri di samping varian militer . Laporan lain menyebutkan rencana untuk .
Celah Regulasi untuk Robot Humanoid/Otonom dalam Pertempuran
Laporan yang tersedia mengidentifikasi beberapa celah signifikan dalam kerangka hukum dan peraturan:
Tidak ada perjanjian yang secara spesifik mengatur robot humanoid tempur: Hukum humaniter internasional (IHL) dan debat Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (CCW) telah berfokus pada sistem senjata otonom secara umum, tetapi tidak ada perjanjian atau protokol khusus yang membahas penggunaan robot otonom berbentuk humanoid dalam pertempuran .
Kontrol manusia yang berarti tidak terdefinisi: Tidak ada standar internasional yang mengikat tentang tingkat pengawasan manusia yang diperlukan ketika robot humanoid secara otonom menyerang target . Pathak telah mengatakan bahwa Phantom tidak akan berfungsi sebagai unit tempur yang otonom penuh, membayangkan kerangka kerja 'human-in-loop' yang mirip dengan operasi drone militer saat ini , tetapi ini adalah kebijakan perusahaan, bukan persyaratan hukum.
Persenjataan sektor swasta tanpa kerangka hukum yang jelas: Foundation adalah startup swasta yang mengembangkan robot humanoid berkemampuan senjata di bawah kontrak riset Pentagon, yang menimbulkan pertanyaan tentang kontrol ekspor, pengujian di tanah asing (Ukraina), dan akuntabilitas untuk keputusan medan perang yang dibuat oleh sistem yang digerakkan AI .
Pembicaraan CCW masih buntu: Upaya di bawah PBB CCW untuk menegosiasikan batasan yang mengikat secara hukum pada senjata otonom yang mematikan telah terhenti selama bertahun-tahun, dengan kekuatan-kekuatan besar tidak setuju apakah akan melarang keputusan serangan otonom penuh. Robot humanoid jatuh ke dalam kekosongan regulasi ini .
Ambiguitas penggunaan ganda: Robot yang sama yang dijual untuk penggunaan pabrik industri dapat dipersenjatai dengan modifikasi minimal, membuat perbedaan kontrol senjata tradisional sulit ditegakkan .
Intinya: Foundation Future Industries telah menguji robot humanoid Phantom MK-1 tanpa senjata untuk logistik di Ukraina, memegang kontrak Pentagon senilai $24 juta, menargetkan uji coba bersenjata pada tahun 2027, dan sedang meningkatkan ke Phantom 2 dengan daya angkut ganda dan ketahanan lapangan. Pathak berargumen bahwa humanoid menawarkan keterlibatan presisi daripada kehancuran massal, tetapi celah tata kelola yang signifikan masih ada — tidak ada perjanjian yang mencakup robot humanoid tempur, kontrol manusia yang berarti tidak terdefinisi, dan pembicaraan CCW tentang senjata otonom masih macet. Teknologi sudah ada di lapangan, tetapi kerangka hukum untuk mengaturnya belum ada.