Dalam 72 jam setelah peluncuran, OpenAI menerapkan sejumlah langkah darurat:
OpenAI juga untuk sementara menurunkan pengaturan jendela konteks terkait Codex dari 372.000 menjadi 272.000 token setelah menemukan bahwa ukuran awal turut membebani infrastruktur. Perusahaan tersebut juga memperbaiki masalah pengiriman plugin dan akses ke mode penalaran bawaan .
Pada 14–15 Juli 2026, jumlah pengguna aktif mingguan gabungan Codex dan ChatGPT Work mencapai 8 juta . Angka tersebut naik lebih dari tujuh kali lipat dalam lima bulan, dari sekitar 1 juta pengguna pada Februari 2026 .
Namun, ada catatan penting: 8 juta adalah angka gabungan Codex dan ChatGPT Work, bukan jumlah pengguna Codex secara mandiri . Tibo Sottiaux, pemimpin bidang engineering Codex, mengonfirmasi konteks tersebut di X . Sebelum peluncuran GPT-5.6, Codex sendiri dilaporkan telah mencapai 5 juta pengguna aktif mingguan pada Juni 2026 .
Pertumbuhan paling cepat terjadi setelah GPT-5.6 tersedia secara umum. Basis pengguna gabungan tersebut meningkat dari 6 juta menjadi 8 juta hanya dalam tiga hari .
Perubahan paling strategis dari GPT-5.6 mungkin bukan hanya kemampuan Sol, melainkan struktur tiga tingkat yang memberikan pilihan harga dan performa berbeda bagi pengembang maupun perusahaan.
| Tingkat | Posisi | Input per 1 juta token | Output per 1 juta token |
|---|---|---|---|
| Sol | Penalaran unggulan | $5,00 | $30,00 |
| Terra | Seimbang untuk penggunaan sehari-hari | $2,50 | $15,00 |
| Luna | Volume tinggi dan hemat biaya | $1,00 | $6,00 |
Harga tersebut tercantum dalam informasi resmi OpenAI dan dikonfirmasi oleh sejumlah sumber independen .
OpenAI juga memperkenalkan mode penalaran max, yang tersedia bagi pengguna GPT-5.6 di Codex, serta ultra untuk tugas profesional paling sulit. Mode ultra menggunakan akselerasi multiagen dan tersedia pada paket tertentu .
Bagi perusahaan, model bertingkat ini berarti tidak semua tugas perlu dijalankan dengan model termahal. Tugas rutin dapat diarahkan ke Luna atau Terra, sementara Sol dipakai untuk pekerjaan yang membutuhkan penalaran lebih panjang dan kompleks.
Peluncuran GPT-5.6 Sol berlangsung ketika peta persaingan AI perusahaan sedang berubah.
Dengan demikian, persaingan tidak lagi hanya soal siapa yang memiliki model paling pintar. Harga per token, integrasi produk, kontrol perusahaan, kapasitas komputasi, dan hubungan dengan regulator ikut menentukan siapa yang dapat mempertahankan pelanggan.
Akses GPT-5.6 Sol ke publik juga tidak mengikuti pola peluncuran produk biasa. Pada 26 Juni 2026, OpenAI memulai pratinjau terbatas selama 13 hari untuk kelompok mitra dan organisasi tepercaya . Akses publik kemudian dibuka pada 9 Juli setelah mendapat persetujuan pemerintah Amerika Serikat .
OpenAI menyatakan bahwa akses pemerintah terlebih dahulu seperti ini tidak ingin dijadikan kebiasaan, tetapi menerimanya sebagai langkah transisi menuju ketersediaan umum .
Di Eropa, perkembangan regulasi juga memberi ruang waktu tambahan bagi perusahaan. Uni Eropa mencapai kesepakatan yang menunda tenggat penerapan aturan AI berisiko tinggi dari Agustus 2026 menjadi Desember 2027. Perusahaan yang menggunakan AI dalam perekrutan, pemberian pinjaman, pendidikan, penegakan hukum, dan perangkat medis memperoleh tambahan 16 bulan untuk memenuhi kewajiban tersebut .
Minggu pertama GPT-5.6 Sol memperlihatkan dua hal sekaligus. Pertama, permintaan terhadap kemampuan AI frontier masih tumbuh lebih cepat daripada perkiraan kapasitas penyedia. Kedua, perusahaan AI mulai berlomba menawarkan inteligensi yang lebih terukur biayanya, bukan sekadar model yang lebih kuat.
Reset kuota dan penghapusan batas lima jam merupakan solusi sementara. OpenAI masih perlu memperjelas informasi tentang penggunaan dan waktu reset, serta membantu pengguna memahami kapan sebaiknya memakai ChatGPT Work dan kapan menggunakan Codex .
Namun, dampak yang lebih panjang kemungkinan datang dari struktur Sol, Terra, dan Luna. Dengan menempatkan model yang lebih hemat sebagai pilihan bawaan dan menyediakan tingkat murah untuk volume tinggi, OpenAI mendorong seluruh industri untuk menghitung ulang biaya menjalankan AI dalam skala besar. Perang AI berikutnya mungkin bukan hanya tentang kemampuan berpikir, tetapi tentang seberapa murah kemampuan itu dapat diproduksi dan digunakan.