Langkah ini menunjukkan pola yang sudah mapan di Wall Street: bank-bank besar memanfaatkan momen pengumuman laba kuartalan untuk menerbitkan obligasi dengan persyaratan pendanaan yang lebih menguntungkan.
Artikel ini mengupas tuntas detail kedua penawaran obligasi tersebut, kaitannya dengan laba fenomenal Goldman Sachs, serta strategi di balik timing yang tepat ini.
Pada 14 Juli 2026—hari yang sama saat Goldman Sachs merilis laporan labanya—bank ini berhasil menjual obligasi投资级 (investment-grade) di Amerika Serikat senilai US$ 10 miliar . Penawaran obligasi ini terbagi dalam tiga seri (tranches) :
Penawaran ini mendapatkan sambutan luar biasa dari para investor. Pada puncaknya, permintaan mencapai sekitar US$ 32 miliar, yang artinya penawaran ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 3,2 kali lipat . Bagian obligasi dengan tenor terpanjang (30 tahun) akhirnya dijual dengan imbal hasil 1,13 poin persentase di atas acuan US Treasury. Angka ini sekitar 0,22 poin persentase lebih ketat (lebih murah bagi Goldman) dari perkiraan awal saat penawaran mulai dibahas .
Keesokan harinya, tepatnya pada 15 Juli 2026, Goldman Sachs meluncurkan penjualan obligasi dalam denominasi euro yang terdiri dari tiga bagian . Target awal bank ini adalah menggalang dana setidaknya €1,5 miliar (setara dengan sekitar US$ 1,65 miliar pada saat itu) dari transaksi berskala patokan (benchmark-sized) ini .
Penawaran obligasi euro ini mengikuti pola yang dikenal sebagai penerbitan "reverse Yankee"—yaitu saat penerbit dari Amerika Serikat menerbitkan obligasi di pasar utang Eropa yang didenominasi euro . Obligasi ini terbagi dalam seri suku bunga mengambang (floating rate) dan suku bunga tetap (fixed rate), dengan struktur opsi penarikan (call structure) yang berbeda-beda .
Penerbitan di Eropa ini menjadi kelanjutan dari aksi borong utang Goldman Sachs sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, bank ini telah menerbitkan obligasi US$ 6,5 miliar pada April 2026 dan US$ 12 miliar pada Januari 2026 .
Goldman Sachs melaporkan kinerja kuartalan terkuat sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal II tahun 2026 . Berikut adalah angka-angka utamanya:
| Metrik | Angka yang Dilaporkan | Perubahan Tahun-ke-Tahun (YoY) |
|---|---|---|
| Pendapatan bersih | US$ 20,34 miliar | +39% |
| Laba bersih | US$ 6,63 miliar | +78% |
| Laba per saham (EPS) terdilusi | US$ 20,98 | +92% |
| Pendapatan perdagangan saham | US$ 7,42 miliar (rekor) | +72% |
| Biaya jasa investment banking | US$ 3,40 miliar | +55% |
| Pendapatan FICC (Fixed Income, Currency & Commodities) | US$ 4,59 miliar | +32% |
| Pendapatan bersih Global Banking & Markets | US$ 15,52 miliar (rekor) | +53% |
| ROE tahunan | 23,5% | — |
| ROTE tahunan | 25,5% | — |
Hasil ini jauh melampaui ekspektasi para analis Wall Street. Analis sebelumnya memperkirakan EPS sebesar US$ 14,47 dan pendapatan US$ 16,49 miliar—Goldman berhasil melampaui kedua angka tersebut dengan margin yang lebar . Saham Goldman langsung melonjak 7,66% menjadi US$ 1.126,86 pada hari pengumuman .
Pendorong utama di balik laba rekor ini, menurut Goldman dan para analis , antara lain:
Waktu pelaksanaan penjualan obligasi ini bukanlah kebetulan, melainkan strategi yang sangat terencana. Goldman Sachs memanfaatkan momen pengumuman laba sebagai "jendela emas" untuk mengakses pasar utang dengan persyaratan yang sangat menguntungkan.
1. Penerbitan pasca-laba adalah praktik standar. Bank-bank besar AS secara rutin menerbitkan obligasi segera setelah merilis laporan laba kuartalan. Hasil laba kuartal kedua yang memecahkan rekor memberi Goldman momentum yang sangat kuat di mata investor. Hal ini tercermin dari US$ 32 miliar pesanan yang masuk hanya untuk obligasi senilai US$ 10 miliar . Permintaan yang tinggi ini memungkinkan Goldman untuk menekan biaya pinjaman dengan mempersempit selisih imbal hasil (spread) sebesar 0,22 poin persentase dari panduan awal .
2. Dana digunakan untuk kebutuhan korporasi umum. Dana dari penerbitan obligasi ini digunakan untuk refinancing utang yang akan jatuh tempo dan menjaga profil likuiditas perusahaan—penggunaan standar untuk obligasi investment-grade perbankan .
3. Bagian dari pola pinjaman sepanjang tahun. Penerbitan Juli 2026 ini memperpanjang pola penerbitan utang skala besar. Goldman sebelumnya telah menggalang US$ 6,5 miliar pada bulan April dan US$ 12 miliar pada bulan Januari 2026 . Kinerja kuartal yang gemilang memberi kredibilitas lebih bagi bank untuk terus mengakses pasar modal dengan spread yang menguntungkan.
Singkatnya, laba rekor menciptakan jendela sempurna bagi Goldman untuk menggalang utang dengan biaya murah, dan bank ini bertindak cepat—pertama dalam dolar AS, lalu dalam euro.