Pada 13 Juli 2026, kelompok ransomware D1R mengaku meretas Synopsys melalui celah website, mencuri database 40.000 klien korporat, lalu mengincar Bosch dan Arm. Synopsys dengan tegas membantah klaim tersebut setelah investigasi internal tidak menemukan bukti akses tidak sah ke sistem mereka.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What happened when the newly emerged D1R ransomware group claimed to have breached Synopsys's sys. Article summary: Here is a thorough, source-backed account of the incident and the corporate responses.. Topic tags: general, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as fact
Pada 13 Juli 2026, sebuah kelompok ransomware baru bernama D1R muncul di dark web dan membuat klaim mencengangkan: mereka telah membobol Synopsys, perusahaan desain semikonduktor raksasa asal AS, dan mencuri database berisi sekitar 40.000 data klien korporat . Kelompok ini lalu mengklaim menggunakan data tersebut untuk mengidentifikasi dan meretas dua pelanggan Synopsys — raksasa otomotif Bosch (Jerman) dan perancang chip Arm (Inggris)
. Namun, dalam hitungan hari, Synopsys secara terbuka membantah klaim tersebut, menyatakan investigasi mereka tidak menemukan bukti adanya peretasan
. Artikel ini menyajikan kronologi lengkap berdasarkan sumber terverifikasi.
D1R memasang tiga nama korban di situs bocoran dark web mereka pada 13 Juli 2026: Synopsys (AS), Bosch (Jerman), dan Arm (Inggris) . Klaim kelompok tersebut meliputi:
TARGETLIST.txt), D1R mengaku berhasil mengidentifikasi dan kemudian membobol Bosch dan Arm sebagai target lanjutan Kelompok ini mengunggah apa yang mereka klaim sebagai kode implementasi modul CAN Bosch di situs bocoran mereka, dengan pernyataan bahwa kode tersebut dirilis "gratis untuk semua insinyur dan penggemar mobil" .
Synopsys secara terbuka menyatakan bahwa investigasi mereka tidak menemukan bukti akses tidak sah ke sistem mereka atau data teknis pelanggan mana pun . Detail penting dari berbagai portal berita keamanan siber:
Situasi ini sedikit rumit karena Synopsys pernah mengalami kebocoran data nyata yang terpisah pada awal 2026 (diungkapkan ke regulator Massachusetts pada April 2026) yang melibatkan nomor Jaminan Sosial dan informasi medis yang terekspos — tetapi itu adalah insiden berbeda dan tidak terkait dengan klaim D1R di bulan Juli .
Bosch tidak mengeluarkan bantahan publik yang mendetail. Menurut sumber pemantauan dark web, perusahaan tersebut diberi waktu 11 hari untuk menghubungi dan bernegosiasi . Laporan keamanan menunjukkan bahwa Bosch sedang menyelidiki klaim tersebut tetapi belum mengonfirmasi adanya intrusi langsung ke sistem mereka sendiri
. Hingga laporan terbaru (14-15 Juli 2026), belum ada kebocoran data besar kekayaan intelektual Bosch yang diverifikasi secara independen
.
Arm terdaftar sebagai korban, namun klaim spesifik D1R mengenai Arm menerima lebih sedikit verifikasi independen dibandingkan dengan klaim terhadap Bosch .
Synopsys dengan tegas membantah peretasan tersebut dan tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim D1R. Bosch masih melakukan penilaian. Para analis independen telah meragukan kredibilitas D1R secara signifikan, tetapi situasi masih terbuka per 15 Juli 2026.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 13 Juli 2026, kelompok ransomware D1R mengaku meretas Synopsys melalui celah website, mencuri database 40.000 klien korporat, lalu mengincar Bosch dan Arm.
Pada 13 Juli 2026, kelompok ransomware D1R mengaku meretas Synopsys melalui celah website, mencuri database 40.000 klien korporat, lalu mengincar Bosch dan Arm. Synopsys dengan tegas membantah klaim tersebut setelah investigasi internal tidak menemukan bukti akses tidak sah ke sistem mereka.
Bosch masih melakukan investigasi; analis independen menilai bukti yang dipamerkan D1R lemah dan kemungkinan hasil rekayasa.