Binance beralih dari bursa crypto murni menjadi 'super app' berbasis pembayaran ala WeChat, mengandalkan stablecoin dan layanan keuangan sebagai mesin pertumbuhan baru, bukan biaya trading. Lebih dari 98% transaksi di Binance Pay menggunakan stablecoin, dengan jaringan 20 juta merchant global dan volume transaksi te...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for How is Binance pivoting toward a payments-focused "super app" strategy, including its use of stab. Article summary: Binance's pivot is the most aggressive convergence of crypto, TradFi, and payments of any major exchange. Its structural advantages — 77% emerging-market user base, stablecoin payment infrastructure, and on-chain equity . Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Binance sedang menjalankan transformasi besar-besaran. Bursa kripto terbesar di dunia ini tidak lagi hanya ingin menjadi tempat jual-beli aset digital, tetapi beralih menjadi "super app" berbasis pembayaran yang terinspirasi dari WeChat. Langkah ini diambil karena Binance yakin fase pertumbuhan berikutnya tidak akan datang dari biaya trading, melainkan dari pembayaran berbasis stablecoin dan layanan keuangan yang lebih luas. Eksekutif Binance, Shunyet Jan, dalam wawancara dengan CoinDesk pada Juli 2026, secara terbuka mengatakan bahwa perusahaan membidik model yang lebih mendekati WeChat dibandingkan bursa konvensional mana pun, dengan pembayaran sebagai pusatnya.
Visi super app Binance dibangun di atas tiga pilar strategis besar yang disebut perusahaan sebagai "TriFi" — perpaduan antara kripto, keuangan tradisional (TradFi), dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dalam satu aplikasi.
Stablecoin menjadi fondasi strategi Binance di negara-negara berkembang. Sebanyak 77% pengguna Binance kini berasal dari negara berkembang, naik drastis dari 49% pada tahun 2020. Platform ini semakin mengandalkan stablecoin untuk tabungan, pembayaran, dan transfer lintas batas di wilayah yang kurang terlayani perbankan tradisional. Pengguna di sana tidak hanya sekadar trading — mereka menggunakan stablecoin sebagai alat keuangan sehari-hari. Di seluruh platform Binance, 36% pengguna di negara berkembang dengan saldo minimal US$10 menyimpan setidaknya setengah portofolio mereka dalam bentuk stablecoin, dibandingkan dengan 28% secara global.
Binance Pay, lengan pembayaran Binance, kini mendukung lebih dari 20 juta merchant di seluruh dunia — sebuah lompatan luar biasa dari hanya 12.000 merchant pada awal tahun 2025. Stablecoin mencakup lebih dari 98% pembayaran B2C di jaringan ini.
Sejak diluncurkan pada tahun 2021, Binance Pay telah memproses transaksi senilai lebih dari US$250 miliar dan menggaet lebih dari 45 juta pengguna di seluruh dunia.
Binance juga telah mendistribusikan imbal hasil stablecoin senilai US$1,2 miliar melalui Binance Earn sejak tahun 2022, menawarkan imbal hasil dollar on-chain sebesar 2–4% yang secara dramatis melampaui rata-rata suku bunga tabungan di banyak negara berkembang. Mesin stablecoin ini juga meluas melampaui dollar AS: total perdagangan kumulatif dalam stablecoin mata uang lokal (seperti EURI, AEUR, dan KGST) telah melampaui US$5 miliar di Binance sejak 2025, dengan volume bulanan rata-rata yang stabil sebesar US$316 juta.
Pada Juni 2026, Binance meluncurkan perdagangan saham AS, memberikan akses kepada pengguna non-AS yang memenuhi syarat ke lebih dari 7.000 saham dan ETF yang terdaftar di AS. Layanan ini ditawarkan tanpa komisi dan memungkinkan pembelian saham pecahan mulai dari US$5, yang bisa dibeli menggunakan USDT, USDC, atau BNB.
Selanjutnya, Binance meluncurkan bStocks — saham AS yang di-tokenisasi di BNB Smart Chain (token BEP-20). Setiap bStock didukung 1:1 oleh satu saham asli yang disimpan di kustodian yang teregulasi. Lima bStock pertama meliputi Nvidia, Tesla, Circle, Micron, dan Sandisk.
bStocks dapat diperdagangkan 24/7 di pasar spot Binance dengan penyelesaian sub-detik (tanpa jendela penyelesaian T+1), dan pengguna dapat mengonversi kepemilikan saham mereka menjadi bStocks pada rasio 1:1 tanpa biaya konversi.
Aksi korporasi seperti dividen dan pemecahan saham diproses secara otomatis melalui mekanisme on-chain yang disebut Multiplier.
Model "TriFi" ini — yang menggabungkan kripto, saham tradisional, dan DeFi dalam satu akun — menjadi inti dari visi super app Binance. Pengguna dapat menyimpan bStocks di dompet kustodi sendiri (self-custody) dan menggunakannya di berbagai protokol DeFi untuk staking, pinjaman, dan aktivitas lainnya.
Strategi resmi Binance disusun dalam empat lapisan yang terintegrasi: Lapisan Kecerdasan (alat dan wawasan berbasis AI), Lapisan Pembayaran (penyelesaian stablecoin dan pembayaran merchant), Lapisan Imbal Hasil (produk earn), dan Lapisan Layanan On-Chain (kustodi sendiri dan DeFi) — yang menyatukan semua aktivitas keuangan dalam satu aplikasi.
Binance menggunakan basis pengguna negara berkembang yang sangat besar dan kumpulan likuiditas stablecoin untuk melompati perbankan tradisional — menawarkan imbal hasil tabungan, pembayaran instan, dan ekuitas tokenisasi, semuanya dalam satu aplikasi. Produk bStocks-nya unik: tidak ada pesaing yang menawarkan ekuitas tokenisasi 1:1 yang dapat disimpan dalam kustodi sendiri dan digunakan di seluruh protokol DeFi.
Robinhood mengejar strategi super app melalui lensa fintech tradisional: menambahkan produk (kartu kredit, rekening pensiun, pasar prediksi, langganan) di atas pialang intinya. Pada akhir Mei 2026, Robinhood memiliki 27,7 juta nasabah terdana dan total aset platform sebesar US$377 miliar.
Perusahaan ini teregulasi di AS dan diperdagangkan secara publik, memberikan keunggulan kepercayaan yang tidak dimiliki Binance. Namun, Robinhood tidak memiliki tokenisasi ekuitas on-chain dan tidak memiliki jaringan merchant seperti Binance Pay.
Kraken tidak mengumumkan strategi super app atau yang berpusat pada pembayaran yang sebanding. Kraken tetap fokus pada layanan bursa kripto, staking, dan produk institusional. Bukti yang tersedia tidak menunjukkan Kraken menawarkan saham AS, saham tokenisasi, atau jaringan pembayaran skala besar.
Transformasi Binance adalah konvergensi paling agresif antara kripto, TradFi, dan pembayaran yang pernah dilakukan oleh bursa besar mana pun. Keunggulan strukturalnya — 77% basis pengguna negara berkembang, infrastruktur pembayaran stablecoin, dan tokenisasi ekuitas on-chain — menciptakan "super app TriFi" unik yang belum bisa ditandingi oleh pesaing. Robinhood adalah analog terdekat dalam hal keluasan layanan keuangan, tetapi tidak memiliki jangkauan pasar negara berkembang, lapisan pembayaran stablecoin, dan model aset on-chain. Kraken tidak mengejar strategi ini dalam skala yang sebanding. Risiko utama bagi Binance tetaplah regulasi: visi super app-nya bergantung pada operasi di puluhan yurisdiksi dengan undang-undang sekuritas dan pembayaran yang berbeda-beda.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Binance beralih dari bursa crypto murni menjadi 'super app' berbasis pembayaran ala WeChat, mengandalkan stablecoin dan layanan keuangan sebagai mesin pertumbuhan baru, bukan biaya trading.
Binance beralih dari bursa crypto murni menjadi 'super app' berbasis pembayaran ala WeChat, mengandalkan stablecoin dan layanan keuangan sebagai mesin pertumbuhan baru, bukan biaya trading. Lebih dari 98% transaksi di Binance Pay menggunakan stablecoin, dengan jaringan 20 juta merchant global dan volume transaksi tembus US$250 miliar.
Binance luncurkan bStocks, saham AS tokenisasi di BNB Chain yang bisa diperdagangkan 24/7, didukung 1:1 oleh saham asli, dan bisa digunakan di protokol DeFi.