Pernyataan pada Juli ini sejalan dengan penjelasan Le kepada investor pada Februari 2026. Saat itu, ia mengatakan Bitcoin harus turun sekitar 90% ke level US$8.000 dan bertahan di sana selama lima hingga enam tahun agar kemampuan Strategy membayar utang konversinya benar-benar tertekan .
Dalam skenario ekstrem tersebut, nilai cadangan Bitcoin Strategy hanya akan setara dengan utang bersih perusahaan. Le menggambarkannya sebagai batas tekanan negatif yang sangat ekstrem, bukan sinyal bahwa perusahaan akan segera gagal membayar utang .
Antara 29 Juni dan 5 Juli 2026, Strategy menjual total 3.588 BTC dalam dua tahap dengan nilai sekitar US$216 juta :
Dana hasil penjualan digunakan untuk membiayai dividen saham preferen STRC .
Le mengatakan aksi tersebut bukan semata-mata didorong kebutuhan kas. Menurutnya, penjualan itu juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada investor, lembaga pemeringkat, dan pemegang surat utang bahwa Strategy memiliki opsi untuk menjual Bitcoin jika diperlukan .
“Kami seharusnya bisa menjual Bitcoin tanpa membuat pasar bereaksi berlebihan,” ujar Le dalam wawancara dengan Coinage .
Penjualan ini menjadi penting karena menunjukkan perubahan pendekatan: Bitcoin tetap menjadi aset utama Strategy, tetapi tidak lagi diperlakukan sebagai aset yang sama sekali tidak boleh disentuh.
Kerangka modal baru yang diumumkan pada 29 Juni 2026 mencakup lima elemen utama: kebijakan cadangan dolar AS, penyesuaian dividen STRC, program pembelian kembali saham preferen, program pembelian kembali saham biasa, serta program monetisasi Bitcoin .
Rinciannya sebagai berikut:
Dengan demikian, kerangka ini tidak berarti Strategy berencana melepas seluruh kepemilikan Bitcoinnya. Kerangka tersebut menyediakan jalur resmi untuk memonetisasi sebagian BTC demi menjaga likuiditas dan memenuhi kewajiban kepada pemegang instrumen digital credit perusahaan.
Saat diluncurkan, kombinasi USD Reserve senilai US$2,55 miliar dan kapasitas monetisasi Bitcoin yang telah diotorisasi hingga US$1,25 miliar memberikan Strategy total perlindungan likuiditas sekitar US$3,80 miliar untuk pembayaran dividen saham preferen dan beban bunga .
Perusahaan memperkirakan jumlah tersebut setara dengan sekitar 25,9 bulan pembayaran dividen saham preferen dan beban bunga tahunan yang diproyeksikan saat ini .
Sebelumnya, pada Mei 2026, Strategy juga menyelesaikan pembelian kembali utang senilai US$1,5 miliar atas surat utang senior konversi berbunga 0% yang jatuh tempo pada 2029. Transaksi itu dibiayai melalui cadangan kas serta penjualan instrumen Digital Equity (MSTR) dan Digital Credit (STRC) lewat program penawaran di pasar .
Per 25 Mei 2026, Strategy memiliki pokok surat utang konversi agregat sebesar US$6,7 miliar dan nilai nosional saham preferen yang beredar sebesar US$15,5 miliar .
Berdasarkan pelacak treasury Bitcoin CoinGecko, posisi Strategy per 15 Juli 2026 adalah sebagai berikut :
Pada harga yang dirujuk saat itu, posisi tersebut mencatat kerugian belum terealisasi sekitar US$9,03 miliar, atau sekitar 14,2% di bawah harga pokok rata-rata .
Langkah terbaru Strategy memperlihatkan keseimbangan baru antara dua tujuan: mempertahankan eksposur jangka panjang terhadap Bitcoin dan memastikan perusahaan mampu membayar dividen, bunga, serta kewajiban lainnya.
Pernyataan Phong Le mengenai ambang US$8.000–US$10.000 menggambarkan batas tekanan ekstrem yang digunakan manajemen untuk menilai ketahanan neraca. Sementara itu, penjualan 3.588 BTC dan Digital Credit Capital Framework menunjukkan bahwa Strategy kini bersedia menggunakan Bitcoin sebagai sumber likuiditas—meski perusahaan tetap mempertahankan sebagian besar cadangannya.