Rata-rata kepemilikan kas (cash holdings) turun dari 4,1% di bulan Juni menjadi 3,6% di bulan Juli — sebuah level yang oleh BofA digambarkan sebagai "sangat rendah" . Penurunan ini memicu indikator kepemilikan Bull & Bear milik BofA, yang mencapai angka bull ekstrem di 9,4. Para ahli strategi BofA menafsirkan angka ini sebagai sinyal jual kontrarian yang mengindikasikan investor sebaiknya mengurangi eksposur ekuitas dan aset beresiko tinggi lainnya
.
"Long global semiconductors" (posisi beli saham semikonduktor global) dinobatkan sebagai trade paling ramai (most crowded trade) di pasar, disebut oleh 82% responden — sebuah rekor tertinggi baru . Angka ini meningkat dari 80% di survei Juni, ketika posisi ini sudah digambarkan sebagai trade paling ramai dalam sejarah survei
.
Untuk pertama kalinya, "gelembung AI" melonjak menjadi risiko tail risk nomor satu, disebut oleh 45% responden — sebuah lonjakan tajam dari 28% di bulan Juni . Risiko ini menggeser "inflasi gelombang kedua" yang sebelumnya menjadi kekhawatiran utama dalam beberapa bulan terakhir dan turun menjadi sekitar ~20%
.
| Peringkat | Risiko Tail Risk | Persentase (Juli) | Perubahan dari Juni |
|---|---|---|---|
| 1 | Gelembung AI (AI bubble) | 45% | +17pp |
| 2 | Inflasi gelombang kedua | ~20% (estimasi) | -14pp |
| 3 | Kenaikan imbal hasil obligasi yang tidak teratur | — | — |
Poin pentingnya: Faktor yang sama yang mendorong narasi bullish — antusiasme terhadap AI — kini juga menjadi risiko terbesar yang dirasakan pasar. Ini mencerminkan sifat reli yang sangat terkonsentrasi di saham semikonduktor dan AI . Ditambah dengan alokasi kas yang rendah dan pembacaan ekstrem pada indikator Bull & Bear, survei ini mengindikasikan risiko terjadinya koreksi kontrarian
.