Insiden ini merupakan bagian dari pola pembatasan akses yang lebih luas di situs yang dihormati sebagai tempat tersuci ketiga dalam Islam ini. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam Laporan Situasi Kemanusiaan yang diterbitkan pada 10 Juli 2026, mencatat bahwa perluasan pembatasan pergerakan di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, semakin mengisolasi komunitas Palestina dan membatasi akses mereka terhadap layanan dasar dan mata pencaharian .
Pada Senin malam hingga Selasa dini hari, sekitar 100 anggota kelompok Yahudi ultra-Ortodoks—pengikut Rabi Eliezer Berland, seorang terpidana pelanggaran seksual—memasuki desa Palestina Kifl Haris, barat laut Salfit . Kelompok tersebut melakukan aksi perusakan, merusak kendaraan dan properti
. Menurut The Times of Israel dan The Jerusalem Post, warga Palestina melempari kelompok tersebut dengan batu, dan dua orang Israel yang ikut serta dilaporkan terluka tetapi menolak perawatan di rumah sakit karena takut ditangkap atas tuduhan menghindari wajib militer
.
Polisi Israel menangkap lima warga Israel—penduduk Yerusalem berusia antara 16 dan 20 tahun—sehubungan dengan insiden tersebut . Banyak sumber, termasuk kantor berita resmi Palestina Wafa dan pejabat setempat, menggambarkan serbuan itu sebagai bagian dari serangkaian serangan pemukim di seluruh Tepi Barat pada hari yang sama, dengan pemukim menargetkan rumah, kendaraan, dan infrastruktur, seringkali di bawah perlindungan pasukan Israel
.
Peristiwa 14 Juli tidak terjadi secara terpisah. Pasukan Israel melakukan penggerebekan larut malam di beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki pada awal minggu itu, menahan warga Palestina dan memicu bentrokan . Postur militer secara keseluruhan meningkat tajam. Laporan OCHA pada 10 Juli mendokumentasikan bahwa operasi pasukan Israel, pembongkaran rumah, perluasan pemukiman, dan kekerasan pemukim yang berulang semakin mendorong pengungsian, meningkatkan risiko perlindungan, dan membatasi akses warga Palestina terhadap perumahan, mata pencaharian, dan layanan penting di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur
.
Pada 3 Juli 2026, Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana untuk mendirikan 13 pemukiman baru di Tepi Barat bagian tengah yang diduduki—sebuah langkah yang menurut pejabat Palestina akan semakin memecah-belah wilayah tersebut dan mengisolasi Yerusalem Timur dari komunitas Palestina di sekitarnya .
Peristiwa hari Selasa terjadi dalam lingkungan yang semakin memburuk di wilayah pendudukan: