1X menyebut tangan ini mendekati atau bahkan melampaui ketangkasan, kekuatan, keamanan, dan keandalan tingkat manusia.
Reaksi publik langsung terbelah. Wired menerbitkan artikel berjudul "The 1X Neo Robot Has Freaky Fast Fingers" yang mendeskripsikan gerakan supercepat tangan robot itu sebagai 'freaky' dan 'unsettling'. Caitlin Kennedy, VP Komunikasi 1X, merespons dengan frustrasi di media sosial, merasa pemberitaan itu tidak adil dan mempertanyakan apakah bahasa yang sama akan digunakan untuk inovasi tangan prostetik.
Video demo NEO meledak di X dan Reddit, meraih jutaan tayangan. Publik melihat NEO menyortir anggur, menuang teh, meresleting jaket, menangkap bola, hingga membuka bungkus snack Funyuns untuk diberikan ke manusia — dan reaksinya campur aduk antara kekaguman dan rasa tidak nyaman.
Futurism meliput pertengkaran ini sebagai studi kasus startup yang kesal karena jurnalis 'menyoroti betapa seremnya' tangan robot mereka.
1X secara eksplisit membingkai tangan ini sebagai solusi untuk apa yang disebut industri robotika sebagai 'hands problem' — tantangan lama membuat tangan robot yang setangkas manusia tapi juga tahan banting, murah, dan aman untuk rumah. Perusahaan mengklaim tangan baru ini menyamai atau melampaui performa manusia dalam metrik utama sekaligus cukup kokoh untuk penggunaan rumah tangga sehari-hari.
NEO dirancang sebagai robot rumah, bukan robot pabrik — targetnya adalah membersihkan, memasak, mencuci, dan menangani benda. 1X juga mengumumkan kemitraan dengan EQT untuk menyebarkan 10.000 unit humanoid di tempat kerja menggunakan model pelatihan 'human-in-the-loop'.
Masalah paling signifikan sebenarnya bukan pada tangannya, melainkan pada seberapa otonom demonstrasi kemampuan itu.
1X memiliki sistem 'Expert Mode' yang memungkinkan operator manusia jarak jauh (disebut '1X Expert') mengambil alih kendali robot menggunakan headset VR saat NEO tidak bisa menyelesaikan tugas secara otonom. Tinjauan independen memperkirakan otonomi nyata NEO di dunia nyata hanya sekitar 60-70% dari tugas, sisanya membutuhkan bantuan manusia jarak jauh.
CEO Bernt Børnich membela pendekatan ini di podcast New York Times 'Hard Fork', berargumen bahwa sistem teleoperasi adalah alat belajar yang diperlukan dan bisa 'lebih aman daripada menyewa jasa cleaning service manusia'. Dia menyatakan perusahaan berharap dapat mengirimkan versi yang 'sebagian besar sepenuhnya otonom' di masa depan.
Kritikus, termasuk teknisi ulung Marques Brownlee (MKBHD) dan CEO Figure, Brett Adcock, menyebut robot seharga $20.000 ini sebagai 'menjual mimpi'. Pertanyaan kunci yang belum terjawab: seberapa banyak ketangkasan tangan dalam video viral itu dilakukan secara otonom versus dipandu oleh operator manusia jarak jauh? 1X belum memberikan rincian yang jelas. Juru bicara perusahaan mengatakan kepada Business Insider bahwa robot dalam video peluncuran menggunakan campuran operasi otonom dan kendali jarak jauh 'untuk menunjukkan batas atas kemampuan perangkat keras'.
Tangan NEO adalah lompatan teknis yang nyata — didukung spesifikasi terverifikasi dan dikonfirmasi oleh banyak media utama. Namun demonstrasi ini memicu dua kontroversi: satu tentang kecepatan gerakan yang membuat orang merasa 'seram', dan satu lagi yang lebih substansial tentang jurang antara otonomi yang dipasarkan dan ketergantungan nyata pada teleoperasi manusia. Harga $20.000 dan pengiriman akhir 2026 masih berlaku, tapi pengamat skeptis mengatakan ujian sebenarnya adalah seberapa banyak yang bisa dilakukan NEO sendirian begitu ia benar-benar masuk ke rumah sungguhan.