Penyebab dominan dari penurunan saham ASML adalah efek contagion dari indeks KOSPI Korea Selatan yang mengalami salah satu sesi terburuknya pada tahun 2026 . KOSPI ditutup di level 6.806,93, turun 8,95%, menembus level psikologis 7.000 untuk pertama kalinya dalam dua bulan . Penurunan ini mengaktifkan sell-sidecar dan circuit breaker—yang merupakan aktivasi circuit breaker ketujuh di tahun 2026 .
Kehancuran Korea ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran di saham-saham chip AI. Saham SK Hynix, misalnya, sempat ambruk hampir 15% dalam satu hari, memperkuat guncangan pasar . Analis dan regulator menyalahkan produk leverage saham tunggal (single-stock leveraged products) yang baru diperkenalkan di Korea pada 27 Mei sebagai pemicu utama volatilitas. Lee Chan-jin, kepala Financial Supervisory Service Korea, mengakui kesulitan dalam mengendalikan instrumen-instrumen ini yang memungkinkan taruhan ganda pada saham seperti Samsung Electronics dan SK Hynix .
Ini bukan peristiwa yang terisolasi. Pada 7 Juli lalu, saham ASML sudah lebih dulu turun 4,6% setelah Samsung Electronics melaporkan laba rekor yang gagal memenuhi ekspektasi investor yang terlalu tinggi, memicu penurunan tajam di saham chip Asia dan menghentikan perdagangan KOSPI .
Di luar gejolak pasar harian, ada kekhawatiran struktural yang membebani ASML: RUU Multilateral Alignment of Technology Controls on Hardware (MATCH) Act yang diusulkan AS. Diajukan oleh sekelompok anggota parlemen AS dari kedua partai pada April 2026, RUU ini akan memperluas sanksi ekspor ke mesin litografi deep ultraviolet (DUV) immersion ASML—alat generasi lama yang saat ini boleh dijual ke China . RUU ini juga akan membatasi pemeliharaan peralatan di China .
Pemerintah Belanda telah secara resmi menolak jangkauan ekstrateritorial dari MATCH Act ini, dengan Menteri Perdagangan Sjoerd Sjoerdsma terbang ke Washington untuk melobi penolakan tersebut . ASML sendiri telah membantah tuduhan AS bahwa salah satu mesin extreme ultraviolet (EUV)-nya digunakan di China untuk tujuan militer, dan pemerintah Belanda menegaskan bahwa kontrol ekspor yang ada saat ini sudah efektif .
Ketegangan semakin meningkat pada 14 Juni 2026, ketika pejabat AS menyatakan kekhawatiran bahwa mesin ASML kelas atas mungkin telah dikirim ke China yang berpotensi melanggar aturan ekspor yang ada . Konfrontasi yang belum terselesaikan ini berkontribusi pada penurunan saham ASML sebesar 7,9% pada 23 Juni .
ASML dijadwalkan merilis hasil Q2 FY2026 sebelum bel pembukaan pada Rabu, 15 Juli . Laporan ini akan dirilis dalam bentuk rekaman .
Pada Q1 2026, ASML berhasil mengalahkan ekspektasi konsensus dengan pendapatan €8,8 miliar dan laba per saham (EPS) €7,15, melampaui estimasi €8,6 miliar dan €6,57 per saham . Manajemen kemudian menaikkan panduan pendapatan untuk tahun penuh 2026 menjadi kisaran €36–€40 miliar, naik dari sebelumnya €35–€40 miliar . Untuk Q2, ASML memberikan panduan pendapatan €8,4–€9,0 miliar dengan margin kotor 51%–53% .
Saham ASML sempat menyentuh level tertinggi 52 minggu di $1.959,04 pada 22 Juni sebelum akhirnya terkoreksi . Investor kini mengamati apakah hasil Q2 dapat membenarkan valuasi yang tinggi di tengah gejolak pasar Korea dan ketidakpastian sanksi ekspor.
Meskipun terjadi gejolak baru-baru ini, komunitas analis sebagian besar tetap optimis. Menurut data dari StockAnalysis, rata-rata dari 43 analis memberikan rekomendasi 'Strong Buy' dengan target harga 12 bulan sebesar $1.830,83 .
Gelombang upgrade mengikuti setelah ASML berhasil mengalahkan ekspektasi laba Q1 dan menaikkan panduannya:
Upgrade-upgrade ini sebagian dipicu oleh dua katalis jangka panjang yang kuat: demonstrasi teknologi chip 0,7-nanometer oleh IBM dan kesepakatan penting untuk memasok pabrik semikonduktor besar pertama di India .
Saham ASML telah melonjak hampir 70% sejak awal tahun 2026 , membuatnya rentan terhadap aksi ambil untung (profit-taking) ketika sentimen saham chip AI berubah negatif. Kehancuran pasar Korea pada 13 Juli secara spesifik adalah 'aksi jual massal chip'—indeks KOSPI yang sarat saham semikonduktor adalah yang terparah, dengan SK Hynix memicu aksi jual berantai di ETF .
Ini mengikuti pola guncangan yang berulang: pada 23 Juni, ASML ambruk 7,9% di tengah konfrontasi sanksi ekspor AS yang belum terselesaikan dan circuit breaker KOSPI yang dipicu oleh aksi ambil untung di saham chip AI . Pada 26 Juni, KOSPI kembali memicu circuit breaker saat investor melepas saham teknologi berkapitalisasi besar .
Saham ASML saat ini berada di persimpangan antara kekuatan bullish dan bearish yang kuat.
Skenario Bullish (Optimis) bertumpu pada: (a) permintaan luar biasa dari belanja litografi yang didorong oleh AI, (b) prospek pesanan yang kuat yang membenarkan kenaikan panduan, (c) upgrade agresif dari sebagian besar firma Wall Street, dan (d) katalis jangka panjang seperti pabrik pertama di India dan terobosan 0,7nm IBM .
Skenario Bearish (Pesimis) berpusat pada: (a) eskalasi sanksi ekspor AS-China yang mengancam sebagian besar pasar potensial ASML, (b) risiko contagion dari ketidakstabilan keuangan Korea Selatan (yang kini menjadi sumber utama tekanan jual), dan (c) valuasi yang sangat tinggi setelah reli 70% sepanjang tahun ini, yang menyisakan sedikit ruang untuk kekecewaan pada laporan 15 Juli nanti.
Bagi para investor, tanggal-tanggal kunci yang perlu dipantau adalah 15 Juli untuk rilis laba Q2, dan setiap perkembangan di Washington atau Den Haag terkait MATCH Act. Arah pergerakan saham akan sangat bergantung pada apakah gejolak jangka pendek di Korea mereda dan apakah ASML dapat meyakinkan pasar bahwa lintasan pertumbuhan jangka panjangnya tetap utuh di tengah lanskap geopolitik yang berubah.
Penyebab dominan dari penurunan saham ASML adalah efek contagion dari indeks KOSPI Korea Selatan yang mengalami salah satu sesi terburuknya pada tahun 2026 . KOSPI ditutup di level 6.806,93, turun 8,95%, menembus level psikologis 7.000 untuk pertama kalinya dalam dua bulan . Penurunan ini mengaktifkan sell-sidecar dan circuit breaker—yang merupakan aktivasi circuit breaker ketujuh di tahun 2026 .
Kehancuran Korea ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran di saham-saham chip AI. Saham SK Hynix, misalnya, sempat ambruk hampir 15% dalam satu hari, memperkuat guncangan pasar . Analis dan regulator menyalahkan produk leverage saham tunggal (single-stock leveraged products) yang baru diperkenalkan di Korea pada 27 Mei sebagai pemicu utama volatilitas. Lee Chan-jin, kepala Financial Supervisory Service Korea, mengakui kesulitan dalam mengendalikan instrumen-instrumen ini yang memungkinkan taruhan ganda pada saham seperti Samsung Electronics dan SK Hynix .
Ini bukan peristiwa yang terisolasi. Pada 7 Juli lalu, saham ASML sudah lebih dulu turun 4,6% setelah Samsung Electronics melaporkan laba rekor yang gagal memenuhi ekspektasi investor yang terlalu tinggi, memicu penurunan tajam di saham chip Asia dan menghentikan perdagangan KOSPI .
Di luar gejolak pasar harian, ada kekhawatiran struktural yang membebani ASML: RUU Multilateral Alignment of Technology Controls on Hardware (MATCH) Act yang diusulkan AS. Diajukan oleh sekelompok anggota parlemen AS dari kedua partai pada April 2026, RUU ini akan memperluas sanksi ekspor ke mesin litografi deep ultraviolet (DUV) immersion ASML—alat generasi lama yang saat ini boleh dijual ke China . RUU ini juga akan membatasi pemeliharaan peralatan di China .
Pemerintah Belanda telah secara resmi menolak jangkauan ekstrateritorial dari MATCH Act ini, dengan Menteri Perdagangan Sjoerd Sjoerdsma terbang ke Washington untuk melobi penolakan tersebut . ASML sendiri telah membantah tuduhan AS bahwa salah satu mesin extreme ultraviolet (EUV)-nya digunakan di China untuk tujuan militer, dan pemerintah Belanda menegaskan bahwa kontrol ekspor yang ada saat ini sudah efektif .
Ketegangan semakin meningkat pada 14 Juni 2026, ketika pejabat AS menyatakan kekhawatiran bahwa mesin ASML kelas atas mungkin telah dikirim ke China yang berpotensi melanggar aturan ekspor yang ada . Konfrontasi yang belum terselesaikan ini berkontribusi pada penurunan saham ASML sebesar 7,9% pada 23 Juni .
ASML dijadwalkan merilis hasil Q2 FY2026 sebelum bel pembukaan pada Rabu, 15 Juli . Laporan ini akan dirilis dalam bentuk rekaman .
Pada Q1 2026, ASML berhasil mengalahkan ekspektasi konsensus dengan pendapatan €8,8 miliar dan laba per saham (EPS) €7,15, melampaui estimasi €8,6 miliar dan €6,57 per saham . Manajemen kemudian menaikkan panduan pendapatan untuk tahun penuh 2026 menjadi kisaran €36–€40 miliar, naik dari sebelumnya €35–€40 miliar . Untuk Q2, ASML memberikan panduan pendapatan €8,4–€9,0 miliar dengan margin kotor 51%–53% .
Saham ASML sempat menyentuh level tertinggi 52 minggu di $1.959,04 pada 22 Juni sebelum akhirnya terkoreksi . Investor kini mengamati apakah hasil Q2 dapat membenarkan valuasi yang tinggi di tengah gejolak pasar Korea dan ketidakpastian sanksi ekspor.
Meskipun terjadi gejolak baru-baru ini, komunitas analis sebagian besar tetap optimis. Menurut data dari StockAnalysis, rata-rata dari 43 analis memberikan rekomendasi 'Strong Buy' dengan target harga 12 bulan sebesar $1.830,83 .
Gelombang upgrade mengikuti setelah ASML berhasil mengalahkan ekspektasi laba Q1 dan menaikkan panduannya:
Upgrade-upgrade ini sebagian dipicu oleh dua katalis jangka panjang yang kuat: demonstrasi teknologi chip 0,7-nanometer oleh IBM dan kesepakatan penting untuk memasok pabrik semikonduktor besar pertama di India .
Saham ASML telah melonjak hampir 70% sejak awal tahun 2026 , membuatnya rentan terhadap aksi ambil untung (profit-taking) ketika sentimen saham chip AI berubah negatif. Kehancuran pasar Korea pada 13 Juli secara spesifik adalah 'aksi jual massal chip'—indeks KOSPI yang sarat saham semikonduktor adalah yang terparah, dengan SK Hynix memicu aksi jual berantai di ETF .
Ini mengikuti pola guncangan yang berulang: pada 23 Juni, ASML ambruk 7,9% di tengah konfrontasi sanksi ekspor AS yang belum terselesaikan dan circuit breaker KOSPI yang dipicu oleh aksi ambil untung di saham chip AI . Pada 26 Juni, KOSPI kembali memicu circuit breaker saat investor melepas saham teknologi berkapitalisasi besar .
Saham ASML saat ini berada di persimpangan antara kekuatan bullish dan bearish yang kuat.
Skenario Bullish (Optimis) bertumpu pada: (a) permintaan luar biasa dari belanja litografi yang didorong oleh AI, (b) prospek pesanan yang kuat yang membenarkan kenaikan panduan, (c) upgrade agresif dari sebagian besar firma Wall Street, dan (d) katalis jangka panjang seperti pabrik pertama di India dan terobosan 0,7nm IBM .
Skenario Bearish (Pesimis) berpusat pada: (a) eskalasi sanksi ekspor AS-China yang mengancam sebagian besar pasar potensial ASML, (b) risiko contagion dari ketidakstabilan keuangan Korea Selatan (yang kini menjadi sumber utama tekanan jual), dan (c) valuasi yang sangat tinggi setelah reli 70% sepanjang tahun ini, yang menyisakan sedikit ruang untuk kekecewaan pada laporan 15 Juli nanti.
Bagi para investor, tanggal-tanggal kunci yang perlu dipantau adalah 15 Juli untuk rilis laba Q2, dan setiap perkembangan di Washington atau Den Haag terkait MATCH Act. Arah pergerakan saham akan sangat bergantung pada apakah gejolak jangka pendek di Korea mereda dan apakah ASML dapat meyakinkan pasar bahwa lintasan pertumbuhan jangka panjangnya tetap utuh di tengah lanskap geopolitik yang berubah.