Fitur utama Sospiro A15 adalah layar kedua TFT 1,88 inci yang tertanam di blok kamera di panel belakang . Dengan resolusi 240×284 piksel, layar kecil ini punya tiga fungsi inti:
Desainnya disebut mirip dengan pendekatan "Magic Back Screen" Xiaomi 17 Pro, di mana layar belakang diletakkan di samping deretan kamera . Namun, Sospiro A15 menggunakan panel TFT yang lebih sederhana dibanding AMOLED di flagship Xiaomi.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Layar utama | 6,67 inci IPS LCD, HD+ (1600×720), refresh rate 120Hz |
| Layar belakang | 1,88 inci TFT, resolusi 240×284 |
| Prosesor | Unisoc T615 octa-core, hanya 4G LTE |
| RAM / Penyimpanan | 6GB RAM + 128GB, bisa diperluas via microSD hingga 1TB |
| Kamera belakang | 64MP utama |
| Kamera depan | 16MP |
| Baterai | 5.000 mAh, pengisian 18W |
| OS | Android 16 |
| Konektivitas | 4G LTE (Band 1–5, 7, 13, 20, 28, 38, 40, 41, 66), GSM, UMTS |
| Lainnya | NFC, jack headphone 3,5mm, ketahanan percikan IP64, sidik jari di samping |
Sospiro A15 adalah perangkat entry-level yang secara eksplisit menyasar pasar Amerika Latin . Harganya belum diumumkan secara resmi, tapi berbagai sumber menyebutnya "terjangkau" atau "murah" . Pilihan chipset Unisoc T615 — yang tidak mendukung 5G — semakin menegaskan posisinya di segmen entry-level .
Perbandingan paling langsung. Xiaomi 17 Pro menggunakan layar belakang AMOLED yang jauh lebih besar, yaitu 2,6–2,8 inci (disebut "Dynamic Back Display" atau "Magic Back Screen") dengan resolusi sekitar 976×596, ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan harga flagship . Acer Sospiro A15 meniru konsep layar belakang yang sama tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah, menggunakan panel TFT yang lebih kecil dan resolusi lebih rendah serta chip Unisoc entry-level .
Percobaan awal Xiaomi menggunakan layar belakang AMOLED 1,1 inci di samping tonjolan kamera, yang secara signifikan lebih kecil dan kurang fungsional dibanding panel 1,88 inci Sospiro A15 dan panel 2,6 inci 17 Pro. Mi 11 Ultra juga merupakan flagship premium, bukan perangkat murah.
Pelopor ponsel dual-screen asli menggunakan layar belakang E Ink untuk membaca dan info selalu aktif. Pendekatan Acer dan Xiaomi berbeda dengan menggunakan layar belakang TFT/AMOLED berwarna yang fokus pada notifikasi, musik, dan penggunaan viewfinder kamera, bukan untuk membaca e-book.
Meizu bereksperimen dengan layar belakang kecil di samping kamera, tapi itu adalah konsep desain edisi terbatas, bukan produk massal.
Perbedaan utama: Sospiro A15 adalah satu-satunya HP kelas murah yang saat ini menawarkan layar belakang sekunder. Sementara Xiaomi, Meizu, dan YotaPhone menyasar pasar premium atau penggemar khusus, Acer membawa fitur ini ke segmen entry-level, meskipun dengan layar TFT yang lebih kecil dan resolusi lebih rendah, tanpa 5G, serta ketersediaan regional yang terbatas .
Acer Sospiro A15 tidak bermaksud menyaingi Xiaomi 17 Pro dalam hal spesifikasi, performa, atau kualitas layar. Sebaliknya, ini adalah bukti konsep untuk segmen murah: bisakah fitur layar belakang — yang sudah divalidasi oleh flagship Xiaomi — menemukan penggemar di kalangan pembeli yang sensitif harga di Amerika Latin? Untuk saat ini, HP ini menawarkan utilitas inti yang sama (notifikasi, kontrol musik, viewfinder selfie) dengan harga yang jauh lebih murah, dengan konsekuensi pada kualitas layar, kekuatan pemrosesan, dan konektivitas 5G. Jika taruhan Acer berhasil, Sospiro A15 bisa membuka pintu bagi lebih banyak ponsel dual-screen murah dari produsen lain.
Fitur utama Sospiro A15 adalah layar kedua TFT 1,88 inci yang tertanam di blok kamera di panel belakang . Dengan resolusi 240×284 piksel, layar kecil ini punya tiga fungsi inti:
Desainnya disebut mirip dengan pendekatan "Magic Back Screen" Xiaomi 17 Pro, di mana layar belakang diletakkan di samping deretan kamera . Namun, Sospiro A15 menggunakan panel TFT yang lebih sederhana dibanding AMOLED di flagship Xiaomi.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Layar utama | 6,67 inci IPS LCD, HD+ (1600×720), refresh rate 120Hz |
| Layar belakang | 1,88 inci TFT, resolusi 240×284 |
| Prosesor | Unisoc T615 octa-core, hanya 4G LTE |
| RAM / Penyimpanan | 6GB RAM + 128GB, bisa diperluas via microSD hingga 1TB |
| Kamera belakang | 64MP utama |
| Kamera depan | 16MP |
| Baterai | 5.000 mAh, pengisian 18W |
| OS | Android 16 |
| Konektivitas | 4G LTE (Band 1–5, 7, 13, 20, 28, 38, 40, 41, 66), GSM, UMTS |
| Lainnya | NFC, jack headphone 3,5mm, ketahanan percikan IP64, sidik jari di samping |
Sospiro A15 adalah perangkat entry-level yang secara eksplisit menyasar pasar Amerika Latin . Harganya belum diumumkan secara resmi, tapi berbagai sumber menyebutnya "terjangkau" atau "murah" . Pilihan chipset Unisoc T615 — yang tidak mendukung 5G — semakin menegaskan posisinya di segmen entry-level .
Perbandingan paling langsung. Xiaomi 17 Pro menggunakan layar belakang AMOLED yang jauh lebih besar, yaitu 2,6–2,8 inci (disebut "Dynamic Back Display" atau "Magic Back Screen") dengan resolusi sekitar 976×596, ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan harga flagship . Acer Sospiro A15 meniru konsep layar belakang yang sama tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah, menggunakan panel TFT yang lebih kecil dan resolusi lebih rendah serta chip Unisoc entry-level .
Percobaan awal Xiaomi menggunakan layar belakang AMOLED 1,1 inci di samping tonjolan kamera, yang secara signifikan lebih kecil dan kurang fungsional dibanding panel 1,88 inci Sospiro A15 dan panel 2,6 inci 17 Pro. Mi 11 Ultra juga merupakan flagship premium, bukan perangkat murah.
Pelopor ponsel dual-screen asli menggunakan layar belakang E Ink untuk membaca dan info selalu aktif. Pendekatan Acer dan Xiaomi berbeda dengan menggunakan layar belakang TFT/AMOLED berwarna yang fokus pada notifikasi, musik, dan penggunaan viewfinder kamera, bukan untuk membaca e-book.
Meizu bereksperimen dengan layar belakang kecil di samping kamera, tapi itu adalah konsep desain edisi terbatas, bukan produk massal.
Perbedaan utama: Sospiro A15 adalah satu-satunya HP kelas murah yang saat ini menawarkan layar belakang sekunder. Sementara Xiaomi, Meizu, dan YotaPhone menyasar pasar premium atau penggemar khusus, Acer membawa fitur ini ke segmen entry-level, meskipun dengan layar TFT yang lebih kecil dan resolusi lebih rendah, tanpa 5G, serta ketersediaan regional yang terbatas .
Acer Sospiro A15 tidak bermaksud menyaingi Xiaomi 17 Pro dalam hal spesifikasi, performa, atau kualitas layar. Sebaliknya, ini adalah bukti konsep untuk segmen murah: bisakah fitur layar belakang — yang sudah divalidasi oleh flagship Xiaomi — menemukan penggemar di kalangan pembeli yang sensitif harga di Amerika Latin? Untuk saat ini, HP ini menawarkan utilitas inti yang sama (notifikasi, kontrol musik, viewfinder selfie) dengan harga yang jauh lebih murah, dengan konsekuensi pada kualitas layar, kekuatan pemrosesan, dan konektivitas 5G. Jika taruhan Acer berhasil, Sospiro A15 bisa membuka pintu bagi lebih banyak ponsel dual-screen murah dari produsen lain.