Nikola Tsolov, pembalap junior Red Bull (19 tahun) dari Campos Racing, mencatatkan tiga kemenangan beruntun pertama dalam sejarah F2 di Silverstone (Juli 2026) dengan memenangi Sprint dan Feature Race, sekaligus mereb... Hasil sapu bersih ini melesatkan Tsolov dari tertinggal 2 poin dari Gabriele Minì menjadi unggul...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What led to 19-year-old Bulgarian Red Bull junior driver Nikola Tsolov's historic Formula 2 clean. Article summary: Here is a comprehensive, source-backed breakdown of Nikola Tsolov's historic Silverstone weekend, its championship impact, and the state of the 2027 F1 promotion speculation.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons,
Nikola Tsolov, pembalap Bulgaria berusia 19 tahun dari akademi Red Bull, menorehkan salah satu akhir pekan paling dominan dalam sejarah Formula 2 di Silverstone pada Juli 2026. Ia menjadi pembalap pertama yang memenangi tiga balapan F2 secara beruntun, menyapu bersih balapan Sprint dan Feature, serta memimpin klasemen dengan keunggulan 17 poin. Prestasi ini langsung memicu spekulasi panas tentang kemungkinan promosi ke Formula 1 pada 2027—sebuah topik yang diwarnai pernyataan kontradiktif dari manajemen tim, dukungan publik dari legenda F1, dan respons santai dari pembalap yang kursinya disebut-sebut terancam.
Tsolov, yang membalap untuk Campos Racing, datang ke Silverstone dalam performa puncak setelah memenangi Feature Race di Red Bull Ring, Spielberg, akhir pekan sebelumnya . Di Silverstone, ia mencatatkan "tiga kemenangan beruntun" pertama dalam sejarah F2 dengan memenangi kedua balapan—dan melakukannya dari posisi start yang lebih rendah setiap kali
.
Balapan Sprint (Sabtu, 4 Juli): Start dari posisi keenam, Tsolov melakukan overtake dramatis di lap terakhir pada rival kejuaraan, Gabriele Minì, untuk meraih kemenangan kelimanya musim ini . Manuver ini terjadi setelah Minì mengalami lock-up di tikungan Village, memberi celah bagi Tsolov untuk melakukan aksi luar biasa
.
Balapan Feature (Minggu, 5 Juli): Tsolov tampil dominan. Start dari posisi kelima, ia menjalani "start yang brilian" untuk mencapai posisi kedua pada Tikungan 1 . Setelah pit stop, ia menempel ketat Kush Maini dan melakukan overtake krusial pada lap ke-20 dari 29 untuk memimpin, lalu bertahan dari pembalap dengan strategi alternatif untuk menang dengan nyaman
. Ia finis di depan Rafael Villagomez dan Kush Maini
.
Sapu bersih ini menjadikan Tsolov hanya pembalap keempat yang menyelesaikan double winner dalam satu akhir pekan F2, dan yang pertama sejak Zane Maloney di Bahrain pada 2024 . Usai balapan, ia mengaku "sangat senang" dan merasa "dalam performa terbaiknya"
.
Performa Tsolov di Silverstone berdampak dramatis pada papan klasemen:
Kecepatan Tsolov di kedua balapan digambarkan "sangat tidak tertandingi", dan ia menunjukkan kesabaran serta kemampuan balap yang luar biasa, termasuk apa yang disebut beberapa pihak sebagai overtake musim ini saat melewati Kush Maini di bagian luar tikungan Copse dan melalui Maggotts dan Becketts .
Spekulasi soal jalan Tsolov ke F1 sangat intens, berlapis, dan diwarnai sinyal yang saling bertentangan.
Mantan pembalap F1 David Coulthard secara terbuka mendorong penggemar untuk "dengarkan nama itu" saat membicarakan Tsolov, mendukung pembalap Bulgaria ini sebagai bakat masa depan setelah menyaksikannya di F2 tahun ini . Coulthard menyebut Tsolov bersama lulusan Red Bull terbaru, Arvid Lindblad, sebagai junior yang perlu diperhatikan
.
Jalur pembalap Red Bull saat ini sangat padat:
Autosport menggambarkan situasi ini sebagai Red Bull dan Racing Bulls yang menghadapi "keputusan sulit" untuk susunan pembalap 2027, dengan Tsolov tampak sebagai junior berikutnya yang mengantre, tetapi Lawson membuat keputusan itu "tidak mudah" dengan performanya sendiri .
Kepala tim Racing Bulls, Alan Permane, secara langsung membantah rumor pada akhir Juni 2026, dengan menyatakan: "Kami belum membicarakannya secara internal sama sekali... Kami belum membicarakannya sebagai tim" . Permane menolak anggapan bahwa Tsolov telah ditawari kursi penuh untuk 2027, dengan mengatakan, "Ini hanya rumor. Sejujurnya, kami belum mendiskusikan susunan tim untuk 2027 sama sekali"
.
Namun, laporan kontradiktif muncul hampir bersamaan. Media Spanyol, SoyMotor, melaporkan bahwa Red Bull telah "memberi tahu" pembalab berusia 19 tahun itu bahwa ia akan membalap untuk Racing Bulls pada 2027, menjadikannya favorit mutlak untuk kursi tersebut . CEO Racing Bulls, Peter Bayer, juga mengonfirmasi bahwa Tsolov akan mendapatkan kesempatan Test of Previous Cars (TPC) di mobil F1 "pada musim gugur"—ini pertama kalinya ia merasakan mobil F1 modern—menunjukkan organisasi secara aktif mempersiapkannya untuk promosi
.
Liam Lawson secara terbuka menanggapi spekulasi pada 9 Juli 2026, dengan menegaskan bahwa ia "tidak kehilangan tidur" karena rumor yang berkembang tentang kursinya yang terancam . Ia mencatat bahwa untuk saat ini, "tidak ada indikasi" bahwa ia akan diganti, dan menepis gagasan bahwa performa Tsolov di F2 harus menimbulkan kepanikan tentang posisinya
.
Kesimpulan: Sapu bersih Tsolov di Silverstone sangat dominan secara historis dan telah menjadikannya kandidat terdepan untuk gelar F2, tetapi jalannya menuju kursi F1 pada 2027 masih belum pasti. Pernyataan resmi dari Racing Bulls membantah adanya kesepakatan, namun organisasi tersebut jelas-jelas mempersiapkannya untuk promosi melalui tes TPC yang direncanakan. Keputusan kemungkinan besar akan bergantung pada paruh kedua musim F2 dan bagaimana Lawson, Hadjar, serta Lindblad tampil sepanjang sisa tahun 2026.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Nikola Tsolov, pembalap junior Red Bull (19 tahun) dari Campos Racing, mencatatkan tiga kemenangan beruntun pertama dalam sejarah F2 di Silverstone (Juli 2026) dengan memenangi Sprint dan Feature Race, sekaligus mereb...
Nikola Tsolov, pembalap junior Red Bull (19 tahun) dari Campos Racing, mencatatkan tiga kemenangan beruntun pertama dalam sejarah F2 di Silverstone (Juli 2026) dengan memenangi Sprint dan Feature Race, sekaligus mereb... Hasil sapu bersih ini melesatkan Tsolov dari tertinggal 2 poin dari Gabriele Minì menjadi unggul 17 poin, menjadikannya kandidat terdepan gelar juara dan pusat spekulasi paddock tentang kemungkinan menggantikan Liam L...
Meski bos Racing Bulls, Alan Permane, membantah adanya jaminan kursi F1, laporan dari Spanyol mengklaim Tsolov sudah 'diberi tahu' akan promosi, dan tim telah menyiapkan tes TPC (Test of Previous Cars) untuknya pada m...